Rizki Oktabiriya
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Seorang Laki-Laki Berusia 33 Tahun dengan Fraktur Tertutup Vertebra Lumbal 1 Tipe Burst Rizki Oktabiriya; Bambang Purwadi
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur remuk (burst fractures) adalah fraktur yang terjadi ketika ada penekanan corpus vertebralis secara langsung sehingga tulang menjadi hancur menjadi fragmen tulang yang berpotensi masuk ke kanalis spinalis. Fraktur burst terjadi akibat trauma signifikan yang menekan tulang. Laporan kasus ini menjelaskan tentang fraktur burst pada pasien laki-laki usia 33 tahun yang datang ke IGD dengan keluhan utama nyeri pada punggung belakang sejak ± 30 menit yang lalu setelah jatuh terduduk dan tertimpa pohon. Tatalaksana yang diberikan pada pasien ini adalah tindakan imobilisasi, bed rest, dan mendapatkan terapi medikamentosa yaitu cairan infus RL 20 tpm, injeksi dexketoprofen 50 mg, infus paracetamol 100 mg, dan injeksi pantoprazole sodium 40 mg dengan rute intravena. Kasus ini unik karena beberapa alasan yaitu pasien mengalami perbaikan setelah 12 jam dari onset fraktur walaupun tidak diterapi sesuai rekomendasi. Apabila sesuai rekomendasi pasien yang mengalami fraktur burst tidak stabil seharusnya mendapatkan terapi operatif. Hal tersebut dikarenakan rumah sakit kami adalah rumah sakit umum daerah. Selain itu pasien mengalami spinal shock yang tidak mendapatkan injeksi steroid dosis tinggi pada penanganan pertama.
Penatalaksanaan Kasus Kedokteran Keluarga pada Ny. P dengan Kanker Endometrium Dita Karuniawati; Rizki Oktabiriya; Fitri Chyndi Pangestiwi; Deanna Lailatul Azizah; Titan Indrajana; Yusuf Alam Romadhon; Tri Nugroho Wibowo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker endometrium adalah transformasi ganas dari stroma endometrium dan atau kelenjar endometrium ditandai membrane inti sel yang ireguler, nucleus atipikal, aktivitas mitosis yang meningkat, hilangnya pola atau gambaran normal kelenjar. Kanker endometrium merupakan 50% dari semua kanker ginekologi terbaru dan 7% dari semua kanker pada perempuan, insiden tiap tahunnya 23,3 per 100.000 perempuan di negara berkembang. Insiden kanker endometrium pada negara Amerika Serikat meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2013, diperkirakan 49.560 kasus dan 8190 kematian akibat kanker rahim serta tahun 2018 diperkirakan 63.230 kasus baru dan 11.350 kematian. Kanker endometrium adalah salah satu kanker ginekologi yang paling umum. Lebih dari 90% kasus kanker endometrium terjadi pada perempuan perimenopause dan 25% premenopause. Di Puskesmas Grogol kasus kanker endometrium merupakan penyakit yang sangat jarang ditemukan di rawat jalan, Unit Gawat Darurat dan rawat inap. Prioritas masalah pada Ny. P yaitu rendahnya tingkat pengetahuan terhadap penyakit yang diderita sehingga pasien perlu dilakukan edukasi secara menyeluruh meliputi promotif, preventif, kuratif serta rehabilitatif.
Sifilis Aninta Rahmandari Balich; Eddy Tjiahyono; Rafika Surya Putra Pratama; Rizki Oktabiriya; Septi Rismala Ekayanti; Tasya Rasyidah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifilis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Treponema Pallidum dan mempunyai beberapa sifat, yaitu perjalanan penyakitnya sangat kronis, dalam perjalanannya dapat menyerang semua organ tubuh, dapat menyerupai banyak penyakit, mempunyai masa laten, dapat kambuh kembali (rekuren), dan dapat ditularkan dari ibu ke janinnya sehingga menimbulkan kelainan kongenital. Selain ibu ke bayinya dan melalui hubungan seksual, sifilis juga ditularkan melalui luka, transfusi darah dan jarum suntik. Menurut statistik Centers for Disease Control and Prevention (CDC), terdapat 88.042 laporan diagnosis baru sifilis pada tahun 2016. Dari seluruh kasus sifilis, 27.814 adalah sifilis primer dan sekunder. Sifilis primer didiagnosis berdasarkan gejala klinis ditemukannya satu atau lebih chancre. Sifilis sekunder ditandai dengan ditemukannya lesi mukokutaneus yang terlokalisir atau difus dengan limfadenopati, serta masih dapat ditemukan chancre. Diagnosis sifilis laten berdasarkan tes serologis karena biasanya tidak ditemukan gejala klinis. Diagnosis sifilis tersier berdasarkan gejala klinis yang paling sering adalah ditemukan gumma. Terapi sifilis berdasarkan stadium infeksi dan keterlibatan sistem saraf pusat.
Fraktur Burst Vertebra Lumbal dengan Defisit Neurologi Rizki Oktabiriya; Bambang Purwadi
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur remuk (burst fractures) adalah fraktur yang terjadi ketika ada penekanan corpus vertebralis secara langsung sehingga tulang menjadi hancur menjadi fragmen tulang yang berpotensi masuk ke kanalis spinalis. Fraktur burst terjadi akibat trauma signifikan yang menekan tulang. Laporan kasus ini menjelaskan tentang fraktur burst pada pasien laki-laki usia 33 tahun yang datang ke IGD dengan keluhan utama nyeri pada punggung belakang sejak ± 30 menit yang lalu setelah jatuh terduduk dan tertimpa pohon. Tatalaksana yang diberikan pada pasien ini adalah tindakan imobilisasi, bed rest, dan mendapatkan terapi medikamentosa yaitu cairan infus RL 20 tpm, injeksi dexketoprofen 50 mg, infus paracetamol 100 mg, dan injeksi pantoprazole sodium 40 mg dengan rute intravena. Kasus ini unik karena beberapa alasan yaitu pasien mengalami perbaikan setelah 12 jam dari onset fraktur walaupun tidak diterapi sesuai rekomendasi. Apabila sesuai rekomendasi pasien yang mengalami fraktur burst tidak stabil seharusnya mendapatkan terapi operatif. Hal tersebut dikarenakan rumah sakit kami adalah rumah sakit umum daerah. Selain itu pasien mengalami spinal shock yang tidak mendapatkan injeksi steroid dosis tinggi pada penanganan pertama.