Septi Rismala Ekayanti
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Radiologi Ultrasonografi pada Kelainan Plasenta Aninta Rahmandari Balich; Rafika Surya Putra Pratama; Septi Rismala Ekayanti; Lissiani Candra
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plasenta merupakan organ penghubung sementara yang melekat pada uterus dan berfungsi untuk penghubung ibu dan janin dan mengirim oksigen serta nutrisi dari ibu ke janin. Oleh karena itu, plasenta merupakan bagian penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Apabila terjadi kelainan pada plasenta maka dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin maupun gangguan proses persalinan. Kelainan pada plasenta dapat berupa gangguan fungsi plasenta, gangguan implantasi plasenta, maupun lepasnya plasenta sebelum waktunya. Ultrasonografi (USG) adalah alat pemeriksaan dengan menggunakan ultrasound (gelombang suara) yang dipancarkan oleh transduser dan menggunakan bunyi ultrasonik yang memiliki frekuensi lebih dari 20 kHz. USG (ultrasonografi) sangat populer digunakan untuk memantau kondisi janin, perkembangan kehamilan, persiapan persalinan, dan masalah-masalah lain. Pemeriksaan dengan ultrasonografi lebih aman dibandingkan dengan pemeriksaan menggunakan sinar-X (sinar Rontgen) karena gelombang ultrasonic yang digunakan tidak akan merusak material yang dilewatinya sedangkan sinar-X dapat mengionisasi sel-sel hidup. Pencitraan diagnostik dengan menggunakan USG dinyatakan aman bahkan untuk seorang ibu hamil sekalipun, karena ultrasound menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang tidak dapat didengar manusia.
Sifilis Aninta Rahmandari Balich; Eddy Tjiahyono; Rafika Surya Putra Pratama; Rizki Oktabiriya; Septi Rismala Ekayanti; Tasya Rasyidah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifilis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Treponema Pallidum dan mempunyai beberapa sifat, yaitu perjalanan penyakitnya sangat kronis, dalam perjalanannya dapat menyerang semua organ tubuh, dapat menyerupai banyak penyakit, mempunyai masa laten, dapat kambuh kembali (rekuren), dan dapat ditularkan dari ibu ke janinnya sehingga menimbulkan kelainan kongenital. Selain ibu ke bayinya dan melalui hubungan seksual, sifilis juga ditularkan melalui luka, transfusi darah dan jarum suntik. Menurut statistik Centers for Disease Control and Prevention (CDC), terdapat 88.042 laporan diagnosis baru sifilis pada tahun 2016. Dari seluruh kasus sifilis, 27.814 adalah sifilis primer dan sekunder. Sifilis primer didiagnosis berdasarkan gejala klinis ditemukannya satu atau lebih chancre. Sifilis sekunder ditandai dengan ditemukannya lesi mukokutaneus yang terlokalisir atau difus dengan limfadenopati, serta masih dapat ditemukan chancre. Diagnosis sifilis laten berdasarkan tes serologis karena biasanya tidak ditemukan gejala klinis. Diagnosis sifilis tersier berdasarkan gejala klinis yang paling sering adalah ditemukan gumma. Terapi sifilis berdasarkan stadium infeksi dan keterlibatan sistem saraf pusat.
Pitiriasis Versikolor pada Laki-Laki 68 Tahun Septi Rismala Ekayanti; Eddy Tjiahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pitiriasis versikolor adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur superficial yang bersifat kronik, ditandai dengan adanya makula hipopigmentasi atau hiperpigmentasi disertai dengan skuama halus. Prevalensi pitiriasis versikolor mencapai 50% di negara tropis. Pitiriasis versikolor disebabkan oleh Malassezia sp. Prevalensi lebih tinggi di daerah tropis karena suhu tinggi dan lingkungan lembab. Pitiriasis versikolor lebih sering terjadi pada remaja dan dewasa muda karena peningkatan produksi sebum oleh kelenjar sebacea. Kami melaporkan sebuah kasus dari Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD dr. Sayidiman Magetan, seorang laki-laki berusia 68 tahun mengeluhkan bercak putih di badan sejak 1 tahun yang lalu. Bercak pertama kali muncul di punggung dengan ukuran 1 cm dan semakin lama meluas dan menyebar ke anggota tubuh lain. Keluhan disertai gatal saat pasien berkeringat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan makula hipopigmentasi, bulat, batas tegas, multiple pada lengan atas, punggung, perut, paha, ekstremitas bawah. Pada pemeriksaan wood lamp didapatkan fluoresensi berwarna kuning keemasan. Pasien didiagnosis Pitiriasis Versikolor dan mendapatkan terapi ketoconazole cream 2 dd ue, ketoconazole 1x200 mg, dan loratadine 1x10 mg.