Rafika Surya Putra Pratama
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ASI Eksklusif Sebagai Faktor Protektif Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita 24-59 Bulan Rafika Surya Putra Pratama; Mohammad Shoim Dasuki; Tri Agustina; Siti Soekiswati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.748

Abstract

Introduction: Stunting is a nutritional problem that, until now, has been a concern and an issue that has not been able to be resolved. Exclusive breastfeeding is predicted to minimize the risk of stunting because exclusive breastfeeding contains immune components, antibodies and calcium, and nutrients needed by babies. Objective: To analyze the effect of exclusive breastfeeding on the incidence of stunting in children aged 24-59 months. Method: A literature review using PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) for data extraction. The databases used include Google Scholar, Science direct, and Pubmed. And Sage Journals using the keywords (“Exclusive Breastfeeding” OR Breastfeeding OR “Breastfed”) AND (Stunting OR “Growth Disorder” OR “Stunted Growth”) AND Toddler. Results: Extraction obtained 16 articles were analyzed. Conclusion: Exclusive breastfeeding for toddlers 24-59 months can be a protective factor against stunting, while non-exclusive breastfeeding can be a risk factor for toddlers experiencing stunting
ASI Eksklusif Sebagai Faktor Protektif Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita 24-59 Bulan Rafika Surya Putra Pratama; Mohammad Shoim Dasuki; Tri Agustina; Siti Soekiswati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.748

Abstract

Introduction: Stunting is a nutritional problem that, until now, has been a concern and an issue that has not been able to be resolved. Exclusive breastfeeding is predicted to minimize the risk of stunting because exclusive breastfeeding contains immune components, antibodies and calcium, and nutrients needed by babies. Objective: To analyze the effect of exclusive breastfeeding on the incidence of stunting in children aged 24-59 months. Method: A literature review using PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) for data extraction. The databases used include Google Scholar, Science direct, and Pubmed. And Sage Journals using the keywords (“Exclusive Breastfeeding” OR Breastfeeding OR “Breastfed”) AND (Stunting OR “Growth Disorder” OR “Stunted Growth”) AND Toddler. Results: Extraction obtained 16 articles were analyzed. Conclusion: Exclusive breastfeeding for toddlers 24-59 months can be a protective factor against stunting, while non-exclusive breastfeeding can be a risk factor for toddlers experiencing stunting
Upaya Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Seorang Wanita Usia 33 Tahun dengan Tuberkulosis Ratri Mega Harani; Rafika Surya Putra Pratama; Aprilia Fadhilah; Nuzhulla Nuri Akmalina; Aninta Rahmandita Balich; S Setyaningsih; Yusuf Alam Romadhon
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis adalah suatu penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Jumlah kasus tuberkulosis baru di Indonesia masih menduduki peringkat ketiga di dunia. Kami melaporkan kasus tuberkulosis pada Ny. R 33 tahun. Keluhan yang dirasakan Ny. R adalah batuk berdahak dengan dahak bewarna putih kekuningan, keringat dingin pada malam hari dan nyeri punggung serta dada. Keluarga Ny. K merupakan keluarga dengan fungsi holistik yang baik, penilaian fungsi fisiologis menggunakan APGAR Family Ny. R didapatkan skor 9 dimana dapat disimpulkan bahwa nilai fisiologis keluarga Ny. R adalah keluarga yang sangat fungsional. Penilaian fungsi patologis menggunakan SCREEM didapatkan ekonomi yang tergolong cukup, mempunyai pendidikan terakhir Sarjana S1 dan merupakan anggota Jaminan Kesehatan Nasional. Pasien merasa cemas dan khawatir apabila penyakit yang dideritanya menularkan kepada anggota keluarga lainnya. Pasien perlu dilakukan edukasi secara menyeluruh meliputi promotif, preventif, kuratif serta rehabilitatif.
Gambaran Radiologi Ultrasonografi pada Kelainan Plasenta Aninta Rahmandari Balich; Rafika Surya Putra Pratama; Septi Rismala Ekayanti; Lissiani Candra
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plasenta merupakan organ penghubung sementara yang melekat pada uterus dan berfungsi untuk penghubung ibu dan janin dan mengirim oksigen serta nutrisi dari ibu ke janin. Oleh karena itu, plasenta merupakan bagian penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Apabila terjadi kelainan pada plasenta maka dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin maupun gangguan proses persalinan. Kelainan pada plasenta dapat berupa gangguan fungsi plasenta, gangguan implantasi plasenta, maupun lepasnya plasenta sebelum waktunya. Ultrasonografi (USG) adalah alat pemeriksaan dengan menggunakan ultrasound (gelombang suara) yang dipancarkan oleh transduser dan menggunakan bunyi ultrasonik yang memiliki frekuensi lebih dari 20 kHz. USG (ultrasonografi) sangat populer digunakan untuk memantau kondisi janin, perkembangan kehamilan, persiapan persalinan, dan masalah-masalah lain. Pemeriksaan dengan ultrasonografi lebih aman dibandingkan dengan pemeriksaan menggunakan sinar-X (sinar Rontgen) karena gelombang ultrasonic yang digunakan tidak akan merusak material yang dilewatinya sedangkan sinar-X dapat mengionisasi sel-sel hidup. Pencitraan diagnostik dengan menggunakan USG dinyatakan aman bahkan untuk seorang ibu hamil sekalipun, karena ultrasound menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang tidak dapat didengar manusia.
Sifilis Aninta Rahmandari Balich; Eddy Tjiahyono; Rafika Surya Putra Pratama; Rizki Oktabiriya; Septi Rismala Ekayanti; Tasya Rasyidah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifilis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Treponema Pallidum dan mempunyai beberapa sifat, yaitu perjalanan penyakitnya sangat kronis, dalam perjalanannya dapat menyerang semua organ tubuh, dapat menyerupai banyak penyakit, mempunyai masa laten, dapat kambuh kembali (rekuren), dan dapat ditularkan dari ibu ke janinnya sehingga menimbulkan kelainan kongenital. Selain ibu ke bayinya dan melalui hubungan seksual, sifilis juga ditularkan melalui luka, transfusi darah dan jarum suntik. Menurut statistik Centers for Disease Control and Prevention (CDC), terdapat 88.042 laporan diagnosis baru sifilis pada tahun 2016. Dari seluruh kasus sifilis, 27.814 adalah sifilis primer dan sekunder. Sifilis primer didiagnosis berdasarkan gejala klinis ditemukannya satu atau lebih chancre. Sifilis sekunder ditandai dengan ditemukannya lesi mukokutaneus yang terlokalisir atau difus dengan limfadenopati, serta masih dapat ditemukan chancre. Diagnosis sifilis laten berdasarkan tes serologis karena biasanya tidak ditemukan gejala klinis. Diagnosis sifilis tersier berdasarkan gejala klinis yang paling sering adalah ditemukan gumma. Terapi sifilis berdasarkan stadium infeksi dan keterlibatan sistem saraf pusat.
Tatalaksana Luka Bakar Derajat II-III 33% pada Anak Perempuan 4 Tahun: Laporan Kasus Rafika Surya Putra Pratama; Catur Widayat
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar adalah suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik, dan radiasi. Laporan kasus seorang anak perempuan 4 tahun datang ke IGD diantarkan oleh orang tuanya dengan kondisi luka bakar. Luka bakar terjadi karena terguyur kuah sayur panas. Pasien tidak memiliki riwayat alergi dan tidak memiliki riwayat penyakit. Pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran pasien compos mentis, dengan GCS E4V5M6, BB 14 Kg, HR: 105x/mnt, S: 37oC, RR: 24x/mnt, Status emosional kooperatif, Wong Baker Faces Scale: 6 (mengganggu aktifitas). Status lokalis didapatkan luka bakar pada bagian punggung, bokong kanan kiri, paha belakang kanan kiri, dan area genital, didapatkan luas luka 33% TBSA. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan jumlah Leukosit 17.2 x 103/μL. Pasien mendapat tatalaksana awal pemberian cairan kristaloid IV, antipiretik, antibiotik, serta perawatan luka pembersihan dengan Nacl dan diberikan Sufadiazin Silver. Diagnosis kerja pada pasien adalah luka bakar grade II-III 33%. Prognosis pada pasien adalah bonam.