Izzah Tsaqoofah Jati
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Upaya Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Tn. W dengan TB MDR dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Kepatuhan Konsumsi Obat Diyah Pangestu Wiranti; Izzah Tsaqoofah Jati; Salsabila Nurussyifa; Zukhrufa Delima Majid; Yusuf Alam Romadhon
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kuman Mycobacterium tuberculosis menular melalui udara (airborne disease). Terdapat tiga kategori utama yang digunakan untuk surveilans dan pengobatan TB Resisten Obat yakni TB-MDR, TB-RR dan TBXDR. TB MDR merupakan kasus TB yang disebabkan oleh resistensi bakteri Mycobacterium tuberculosis terhadap isonizaid (H) dan rifampisin (R). Di Indonesia terdapat 6.800 kasus baru TB dengan Multi Drug Resistance (TB MDR) setiap tahun. Diperkirakan 2% dari kasus TB baru dan 12% dari kasus TB pengobatan ulang merupakan kasus TB MDR. Ketidakpatuhan berobat pasien yang menimbulkan kegagalan dan kekambuhan pada penderita sehingga muncul resintensi obat dan penularan penyakit secara terus menerus. Di Puskesmas Bulu, TB MDR merupakan penyakit yang termasuk dalam 10 besar penyakit rawat jalan dengan jumlah yang sangat meningkat dari tahun ke tahun. Kami melaporkan kasus TB MDR pada Tn.W. Keluhan yang dirasakan Tn. W yaitu batuk yang tidak kunjung sembuh dengan hasil tes TCM menunjukan positif TB MDR rifampisisn resistance. Keluarga Tn.W berbentuk keluarga dengan fungsi holistic yang cukup baik, penilaian fungsi fisiologis mengunakan APGAR Family Tn.W didapatkan skor 8 dimana dapat disimpulkan bahwa nilai fisiologis keluarga Tn.W sehat. Penilaian fungsi patologis menggunakan SCREEM didapatkan ekonomi yang tergolong cukup, mempunyai pendidikan terakhir SD, rutin berobat dan mempunyai asuransi kesehatan. Prioritas masalah pada Tn.W yaitu rendahnya tingkat pengetahuan terhadap penyakit yang diderita sehingga pasien perlu dilakukan edukasi secara menyeluruh meliputi promotif, preventif, kuratif serta rehabilitatif.
Anak Usia 5 Tahun dengan Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang: Laporan Kasus Putri Rahayu Warseno; S Sudarmanto; Syah Fillia Nurul Maslahah; Izzah Tsaqoofah Jati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare akut adalah buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu. Diare masih merupakan penyebab kematian utama di dunia menempati urutan ketiga sebagai penyebab kematian terbanyak untuk anak-anak dibawah lima tahun setelah Pneumonia dan penyakit bawaan. WHO melaporkan pada tahun 2017 terdapat 1,7 miliar angka kejadian kasus diare secara global di seluruh dunia. Berdasarkan derajat dehidrasinya dapat dibagi menjadi Diare tanpa dehidrasi, diare dehidrasi ringan sedang, dan diare dehidrasi berat. Menurut IDAI diare dapat disebabkan oleh Infeksi baik itu oleh virus, bakteri dan parasit. Virus, terutama Rotavirus merupakan penyebab utama (60-70%) diare infeksi pada anak, sedangkan sekitar 10-20% adalah bakteri seperti bakteri E coli, aeromonas hydrophila dan kurang dari 10% adalah parasit seperti giardia lamblia, dan trichuris trichiura. Kami melaporkan seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dengan keluhan muntah sebanyak 10x dan BAB cair. Berdasarkan keluhan dan pemeriksaan fisik pasien didiagnosis diare akut dengan dehidrasi ringan-sedang dan mendapatkan tatalaksana Infus D5 ½ NS 12 tpm, injeksi cefotaxime 3x300, injeksi Ondansentron 3x1/3 ampul, Zinc syr 1x1 cth, L Bio dan Ambroxol syr 3x1 cth.
Perempuan Usia 35 Tahun dengan Skizofrenia Paranoid Izzah Tsaqoofah Jati; Reza Khairunnisa; Idoviari Putriyantiwi; Eurolia Naba Mutiarasari; Adriesthi Herdaetha
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia paranoid dapat ditegakkan berdasarkan kriteria diagnosis PPDGJ III yaitu dengan memenuhi kriteria skizofrenia ditambah dengan gejala-gejala paranoid. Kasus ini, pasien perempuan 35 tahun, diantar suaminya dengan keluhan marah-marah dan tidak bisa tidur. Pasien sering marah-marah karena sering mendengar bisikan yang menjelek-jelekkan pasien dan menyuruh pasien. Pasien berkata bahwa suaminya kesal padanya dan berselingkuh dengan perempuan lain. Status Psikiatri didapatkan perilaku psikomotor normoaktif, dalam pembicaraan pasien dapat menjawab pertanyaan pemeriksa cukup baik, volume cukup, intonasi cukup, serta artikulasi kurang jelas. Mood hipertimia, afek meningkat, keserasian serasi, empati tidak dapat dirabarasakan, halusinasi auditori tipe commenting dan commanding, ilusi olfaktori, depersonalisasi dan derealisasi, bentuk pikir nonrealistik, waham rujukan, waham curgia, waham kecemburuan, arus pikir sirkumstansial, orientasi, daya ingat baik, kemampuan abstrak terganggu, visuospasial baik, daya konsentrasi baik, dapat mengendalikan impuls, daya nilai terganggu, tilikan derajat 1, taraf kepercayaan dapat dipercaya. Diagnosis disesuaikan dengan PPDGJ III dan ditegakkan skizofrenia paranoid. Rencana terapi berupa chlorpromazine 3x25 mg PO ditambah dengan psikoedukasi, intervensi keluarga, CBT, dan rehabilitasi.
Laporan Kasus: Seorang Wanita 33 Tahun dengan Asma Bronkial Eksaserbasi Akut disertai Obesitas Syah Fillia Nurul Maslahah; Ida Nurromdoni; Izzah Tsaqoofah Jati; Reza Khairunnisa; Putri Rahayu Warseno
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma menjadi penyebab kematian keempat di Indonesia pada tahun 2017. Asma merupakan penyakit inflamasi kronis saluran nafas dengan hiperaktivitas dan obstruksi bronkus. Pasien berusia 33 tahun datang ke IGD RSUD dr. Sayidiman Magetan dengan keluhan sesak nafas sejak 2 hari sebelumnya. Pasien memiliki riwayat penyakit asma sejak usia 5 tahun dan sering kambuh. Pasien memiliki riwayat alergi dingin dan debu. Pemeriksaan fisik didapatkan retraksi subcostal dan pada auskultasi paru terdengar suara wheezing yang meningkat di akhir ekspirasi dan ronkhi di kedua lapang paru pasien. Pemeriksaan laboratorium didapatkan peningkatan kadar leukosit, gula darah sewaktu, bilirubin direk, kreatinin, dan peningkatan asam urat. Hasil USG abdomen adalah fatty liver dan kolelithiasis multipel. Pasien didiagnosis dengan asma bronkial eksaserbasi akut disertai obesitas. Pasien diberikan terapi oksigen 3 lpm dengan nasal canul, infus NaCl 20 tpm, diphenhidramin injeksi 10 mg/ 24 jam, cefoperazone injeksi 1 gr/ 12 jam, dexametasone injeksi 1 gr/ 12 jam, solvinex injeksi 2 mg/ 12 jam, pantoprazole injeksi 40 mg/ 24 jam, nebulasi ventolin dan meprovent 2,5 mg/ 6 jam. Diberikan obat oral codein 10 mg, cetirizine 10 mg, metylprednisolone 2 mg, salbutamol 1 mg, dan aminophilin 50 mg. Prognosis pada kasus ini adalah dubia ad bonam.
Seorang Laki-Laki Usia 67 Tahun dengan Endoftalmitis Okuli Sinistra Eurolia Naba Mutiarasari; Patti Arsendra; Reza Khairunnisa; Idoviari Putriyantiwi; Izzah Tsaqoofah Jati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endoftalmitis adalah sebuah diagnosis klinis yang dibuat ketika terdapat inflamasi intraokular yang melibatkan baik ruang posterior dan anterior mata yang berhubungan dengan infeksi bakteri dan jamur. Endoftalmitis terbagi atas endogen dan eksogen, pada endoftalmitis endogen dapat terjadi akibat penyebaran bakteri maupun jamur yang berasal dari fokus infeksi di dalam tubuh terjadi sekitar 2-8%, sedangkan endoftalmitis eksogen sering terjadi oleh karena trauma pada bola mata (20%) atau pasca operasi intraokular (62%). Insiden endoftalmitis bakteri dilaporkan mencapai 0,06% pada level terendah dan tertinggi sebanyak 0,5%. Diagnosis endoftalmitis berdasarkan kondisi klinis ini biasanya ditandai dengan edema palpebra, kongesti konjungtiva, dan hipopion. Visus menurun bahkan dapat menjadi hilang. Prognosis menjadi buruk pada pasien-pasien endoftalmitis. Metode yang digunakan dalam laporan ini adalah observasi pasien berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Kami melaporkan seorang seorang Laki-laki berusi 67 tahun datang ke poliklinik mata RSUD dr. Sayidiman Magetan keluhan mata kiri sulit melihat setelah terkena daun tebu sejak 1 minggu yang lalu. Pasien mengatakan awal terkena mata terasa nyeri, merah dan terus menerus mengeluarkan air mata. Selang beberapa hari mata sulit membuka, belekan terus menerus, keluhan nyeri juga masih dirasakan pasien, serta keluhan sulit melihat. Pasien belum pernah melakukan pengobatan terkait keluhan mata yang dirasakan. Kasus ini menekankan pada pentingnya diagnosis dan pengobatan optimal pada kasus endoftalmitis.
Perempuan 60 Tahun Didiagnosis Katarak Komplikata dengan Glaukoma Sekunder Subluksasi Lensa pada Mata Kanan dan Katarak Matur pada Mata Kiri Idoviari Putriyantiwi; Reza Khairunnisa; Eurolia Naba Mutiarasari; Izzah Tsaqoofah Jati; Patti Arsendra
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katarak merupakan penyakit mata yang ditandai dengan adanya kekeruhan lensa mata sehingga mengganggu dalam proses masuknya cahaya ke mata sehingga menghalangi penglihatan. Katarak komplikata adalah keadaan dimana kekeruhan terjadi pada lensa yang diakibatkan keadaan lokal atau penyakit sistemik. Penyakit intraokuler yang menyebabkan kekeruhan lensa pada katarak komplikata salah satunya adalah glaukoma. Glaukoma sekunder merupakan glaukoma yang terjadi akibat suatu penyakit lain baik okular maupun sistemik. Salah satu penyebab glaukoma sekunder adalah subluksasi lentis yang merupakan suatu keadaan lensa tidak berada pada posisi yang normal didalam bilik mata. Kami melaporkan kasus seorang perempuan usia 60 tahun didiagnosis katarak komplikata dengan glaukoma sekunder subluksasi lentis pada mata kanan dan katarak matur pada mata kiri. Pemeriksaan fisik didapatkan penurunan penglihatan pada kedua mata yaitu VOD 1/300 VOS 1/300, pada mata kanan lensa keruh sebagian dan adanya subluksasi lensa, pemeriksaan TIO 39, pada mata kiri lensa keruh padat, pemeriksaan TIO 18. Penanganan yang diberikan pada pasien adalah terapi farmakologi acetazolamide 250 mg tablet 2x1 peroral, dan timolol maleate 0.5% eye drop 2xgtt 1 pada mata kanan. Terapi pembedahan dilakukan operasi katarak fakoemulsifikasi pada mata kiri.