Siti Sofa Marwah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS HAMBATAN BELAJAR SISWA KELAS TINGGI DI SDN TEMBONG 2: STUDI KUALITATIF DESKRIPTIF Syarifah Aini; Layyinah; Futri Alaida Holilah; Siti Khoirunnisa; Dede Rahmawati; Aam Sumiyati; Siti Sofa Marwah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan belajar, faktor penyebab, serta upaya penanganan yang dilakukan oleh guru pada siswa kelas IV dan V di tingkat sekolah dasar. Kesulitan belajar menjadi hambatan krusial yang mempengaruhi kecepatan pemahaman materi dan capaian akademik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam Bersama guru kelas dan siswa untuk mendapatkan gambaran riil di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis kesulitan belajar yang dominan, yaitu kesulitan membaca dan kesulitan menghitung. Kesulitan membaca terindikasi dari adanya siswa yang masih mengeja, terbata-bata, hingga belum mengenal huruf. Sementara itu, kesulitan menghitung ditemukan pada rendahnya penguasaan operasi hotung dasar dan kesulitan memahami soal cerita. Faktor penyebab kesulitan ini terbagi menjadi dua, yakni faktor internal yang meliputi rendahnya motivasi, minat, dan kemampuan dasar siswa yang beragam. Sedangkan faktor eksternal meliputi kurangnya pendampingan belajar oleh orangtua, lingkungan rumah yang kurang kondusif, upaya yang dilakukan sekolah dan guru dalam mengatasi permasalahan tersebut meliputi pemberian bimbingan khusus melalui les tambahan, Latihan membaca dan berhitung secara rutin, serta penerapan metode pembelajaran yang lebih sederhana. Selain itu, guru membangun komunikasi intensif dengan orang tua untuk menyelaraskan bimbingan belajar di rumah. Sinergi antara pihak sekolah dan keluarga terbukti menjadi faktor kunci dalam mengurangi hambatan belajar siswa serta meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi mereka.