Mirsal Angga Sosa Nasution
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEUNGGULAN KELEMAHAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DAN SUMBER BELAJAR DIGITAL (E-LEARNING DAN AI) Wahdini; Dina Mariana Nasution; Mirsal Angga Sosa Nasution; Syafnan Lubis
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.56573

Abstract

This study aims to analyze the advantages and disadvantages of digital learning media and digital learning resources, particularly e-learning and Artificial Intelligence (AI), from the perspective of Islamic Religious Education (IRE). This research employed a library research method with a descriptive qualitative approach. The data were collected from various literature sources, including books, scientific journals, articles, and other relevant documents related to digital learning media, e-learning, AI, and Islamic Religious Education. The findings reveal that digital learning media, e-learning, and AI offer several advantages, such as improving learning effectiveness, facilitating access to information, enhancing interactivity, and supporting flexible learning without limitations of time and place. However, these technologies also present several challenges, including dependence on technology and internet access, limited learning supervision, digital distractions, unequal access to technology, and the potential misuse of information that may conflict with Islamic values. From the perspective of Islamic Religious Education, the use of digital technology and AI is permissible as long as it provides benefits and does not contradict Islamic teachings. Therefore, the implementation of technology in Islamic education should be carried out wisely, responsibly, and with due consideration to moral values, ethics, and the development of students’ Islamic character.
PENDEKATAN MULTIDISIPLINER DALAM STUDI ISLAM: INTEGRASI PENDIDIKAN, PSIKOLOGI, DAN TEKNOLOGI DI ERA DIGITAL Oki Oktapiani Siregar; Muhammad Iqbal Simanjuntak; Sahat Parulian; Mirsal Angga Sosa Nasution; Mohd Rafiq
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.827

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendekatan multidisipliner dalam studi Islam melalui integrasi pendidikan, psikologi, dan teknologi di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen akademik relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendekatan multidisipliner mampu memperluas ruang lingkup studi Islam melalui integrasi lintas disiplin ilmu sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih konstektual terhadap kebutuhan masyarakat modern. Integrasi pendidikan berperan penting dalam mentransformasikan nilai-nilai Islam secara sistematis dan berkelanjutan. Sementara itu, perspektif psikologi memberikan kontribusi signifikan dalam memahami karagteristik kognitif, emosional, serta perkembangan spiritual peserta didik yang memungkinkan terciptanya proses pembelajaran humanis dan adaptif. Peran teknologi menjadi krusial sebagai instrumen yang mendukung inovasi pembelajaran, penelitian, dan dakwah Islam melalui pemanfaatan platform digital dan kecerdasan buatan. Meskipun menawarkan peluang besar seperti peningkatan akses informasi, implementasi ini menghadapi tantangan nyata berupa rendahnya literasi digital, penyebaran informasi keagamaan tidak terverifikasi, serta dampak psikologis penggunaan teknologi yang berlebihan. Oleh karena itu, kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa diperlukan sinergi yang kuat antara pendidikan, psikologi, dan teknologi agar studi Islam dapat terus berkembang secara adaptif dan inovatif tanpa mengesampingkan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Model integratif ini diharapkan mampu membentuk generasi yang memiliki keseimbangan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, serta kemampuan digital dalam menjawab tantangan abad ke-21. Implementasi strategi multidisipliner kolaboratif menjadi kunci utama keberhasilan transformasi pendidikan Islam kontemporer yang relevan di masa depan.