Penelitian ini dimotivasi oleh kurangnya bahan ajar teks drama yang mendukung pembelajaran bermakna dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan menentukan validitas, kepraktisan, dan efektivitas bahan ajar teks drama berbasis Pembelajaran Bermakna untuk siswa kelas sebelas di SMA Wahid Hasyim Model Karanggeneng. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri dari tahapan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli bahan dan media, kuesioner respons siswa, dan tes prestasi belajar dalam bentuk pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik persentase dan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berhasil dikembangkan melalui lima tahapan model ADDIE. Validasi ahli bahan menghasilkan skor 93,33%, sedangkan validasi ahli media mencapai 88,46%, keduanya dikategorikan sangat valid. Tes kepraktisan memperoleh skor 87,21%, menunjukkan bahwa bahan ajar sangat praktis. Keefektifan bahan ajar tersebut ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata siswa dari 77,32 pada pretest menjadi 90,29 pada posttest, serta peningkatan penguasaan pembelajaran klasik dari 82,14% menjadi 100%. Oleh karena itu, bahan ajar teks drama berbasis Pembelajaran Bermakna memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif, sehingga cocok digunakan sebagai bahan ajar dalam pengajaran teks drama di kelas Bahasa Indonesia untuk siswa kelas sebelas SMA.