p-Index From 2021 - 2026
2.037
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Juny Andry Sulistyo
Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS ASPHALT LASTON AC-WC DENGAN BAHAN TAMBAH OYSTER SHELL DAN LIMBAH PLASTIK LOW DENSITY POLYETHYLENE (LDPE) UNTUK PERKERASAN JALAN Alfitri Ratnasari; Alwi Hapsari; Juny Andry Sulistyo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/7978ej87

Abstract

Peningkatan industri konstruksi, khususnya perkerasan jalan, menyebabkan pengambilan bahan baku berlebihan, yang berdampak pada kerusakan alam dan masalah lingkungan, termasuk limbah yang tidak dikelola dengan baik. Untuk mengatasi hal ini, penelitian dilakukan untuk memanfaatkan limbah Oyster Shell dan plastik LDPE sebagai bahan tambahan dalam campuran aspal panas. Oyster Shell Powder mengandung lebih dari 90% CaCO3, mirip dengan kandungan kalsium karbonat pada semen Portland, sementara plastik LDPE dapat meningkatkan adhesi campuran aspal. Penelitian ini menggunakan variasi penambahan Oyster Shell Powder 0%, 2%, 4%, 6% dan plastik LDPE 0%, 3%, 6%, dengan metode eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Perkerasan Jalan Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Pengujian Marshall Test dilakukan untuk mengukur hubungan antara kadar aspal dan parameter Marshall, seperti stabilitas, VIM, VMA, flow, dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi dengan Oyster Shell Powder 6% dan LDPE 6% menghasilkan nilai stabilitas terbesar, yaitu 2779,22 kg. Sebaliknya, campuran dengan Oyster Shell Powder 4% dan LDPE 6% menunjukkan nilai stabilitas terendah, dengan rata-rata 867 kg. Hal ini menunjukkan potensi penggunaan limbah Oyster Shell dan plastik LDPE untuk meningkatkan kinerja perkerasan jalan serta mengurangi dampak lingkungan dari limbah.
ANALISIS ASPHALT WEARING COARSE (AC-WC) DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH BAHAN KAIN POLYSTER DAN RESIN POLYESTER PADA PERKERASAN JALAN Putri Inna Wahidiyati; Siti Nurhafidza Akhmad; Juny Andry Sulistyo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/37h3y937

Abstract

Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) adalah lapisan paling atas perkerasan lentur yang bermanfaat dalam menerima muatan massa lalu lintas secara langsung serta terpapar cuaca ekstrem. Kualitas AC-WC sangat dipengaruhi oleh sifat mekanik dan daya tahannya. Studi yang dilaksanakan bertujuan dalam menganalisis pengaruh penambahan limbah kain polyester serta resin polyester terhadap karakteristik campuran AC-WC. Limbah kain polyester dipilih karena memiliki kekuatan tarik, ketahanan aus, dan sifat fisik yang baik, sedangkan resin polyester digunakan untuk meningkatkan daya rekat dan stabilitas campuran. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan variasi persentase penambahan kain polyester dan resin polyester. Benda uji dibuat sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 dan diuji menggunakan metode Marshall. Parameter yang diukur meliputi stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), Void in Mix (VIM), dan parameter pendukung lainnya. Hasil pengujian memperlihatkan jika penambahan limbah kain polyester dan resin polyester pada kadar tertentu dapat meningkatkan nilai stabilitas dan MQ, serta memperbaiki ketahanan campuran terhadap deformasi plastis dan retak.
ANALISIS ASHPALT CONCRETE WEARING COURSE (AC- WC) DENGAN SUBTITUSI ABU AMPAS TEBU (SUGARCANE BAGASSE ASH) DAN PASIR PANTAI (SAND BEACH) PADA PERKERASAN JALAN M. Reiza Audi Andrea; Naufal Gastiadi Rizal; Juny Andry Sulistyo; Abdul Rochim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/9st4mr18

Abstract

Jalan merupakan salah satu sarana penting yang mendukung mobilisasi dan menghubungkan antar wilayah. Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) berfungsi memberikan permukaan jalan halus, menahan beban lalu lintas, dan melindungi lapisan bawah. Untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan infrastruktur, digunakan pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif material berupa abu ampas tebu dengan variasi 0%, 1%, 2%, 3% dan pasir pantai Marina Semarang dengan variasi 0%, 2%, 4%, 6% yang diharapkan memberikan solusi inovatif yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini menentukan Job Mix Design dengan 63 sampel uji aspal, mengukur berat sampel dalam kondisi kering, perendaman 24 jam dan Saturated Surface-Dry (SSD). Karakteristik dan kelayakan bahan tambah diuji menggunakan Marshall Test setelah perendaman waterbath 60°C untuk mengukur stabilitas, flow, VMA, VIM, VFA, dan MQ sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (Revisi 2).Berdasarkan Job Mix Design, komposisi terbaik diperoleh pada sampel ASP2BU2 dengan 2% abu ampas tebu, 4% pasir pantai didapatkan hasil uji Marshall yaitu, VIM 3,53%; VMA 20,42%; VFB 148,65%; Stabilitas 1040,60 kg; Flow 2,50 mm; MQ 416,24 kg/mm. Komposisi 3% abu ampas tebu dan 6% pasir pantai menghasilkan stabilitas tertinggi 3386,87 kg, karena melebihi kriteria minimum 800 kg. Hasil ini menunjukkan kombinasi material tersebut layak digunakan sebagai bahan tambah AC-WC
ANALISIS ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN PENAMBAHAN CERAMIC FRAGMENT DAN NATURAL LATEKS PADA PERKERASAN JALAN Yunanto Nugroho; Muhammad Daffa Annabil Pramesti; Juny Andry Sulistyo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/mfpwat24

Abstract

Perkerasan lentur di Indonesia sering mengalami kerusakan akibat cuaca dan volume kendaraan yang padat. Oleh karena itu peneliti melakukan inovasi dengan penambahan bahan Natural Latex dan Ceramic Fragment pada campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dengan tujuan untuk mengurangi limbah keramik namun juga meningkatkan karakteristik Marshall pada campuran AC-WC, serta memperbaiki stabilitas campuran. Pada penelitian ini bahan tambah variasi menggunakan Ceramic Fragment dalam campuran AC yaitu sebesar 0%, 1%, 3%, 5%, serta untuk variasi bahan tambah Natural Latex yaitu sebesar 0%, 2%, 3% terhadap kadar aspal optimum (KAO). Pengujian Marshall dilakukan untuk mendapatkan nilai kepadatan, stabilitas, kelelehan plastis, VIM, VFA, VMA, dan MQ. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil, penambahan variasi Ceramic Fragment dan Natural Latex pada Job Mix Formula. Komposisi terbaik didapat pada modifikasi variasi SK2BU1 (Serbuk Keramik 3% dan Natural Lateks 2%) dengan nilai stabilitas sebesar 2375,71 Kg.
ANALISIS ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI (RICE HUSK ASH) DAN ARANG KAYU UNTUK PERKERASAN JALAN Amin Zuhad; Yuli Setiawan; Juny Andry Sulistyo; Abdul Rochim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/9h9he890

Abstract

Perkerasan jalan umumya menggunakan lapisan AC-WC sebagai lapisan aus atau lapisan permukaan pada kontruksi jalan. Sering berjalannya waktu meningkatnya volume lalu lintas dan kondisi lingkungan yang semakin buruk,limbah Abu sekam padi dan Abu arang kayu di jadikan bahan tambah pada campuran AC-WC . Penambahan bahan campuran di harapkan dapat meningkatkan performa dan memenuhi kriteria marshall. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginovasi material subtitusi dan bahan tambah kedalam campuran aspal , dengan harapan dapat memenuhi spesifikasi parameter - parameter marshall. Penelitian ini mengguankan metode eksperimen dengan percobaan marshall Test yang akan menghasilk an nilai VMA (Void in The Aggregat), VIM (Void in The Mix), VFB (Void Filled Bitumen),  Flow dan MQ (Marshall Quotient). Pada penelitian ini kadar Abu Sekam Padi yang di gunakan Adalah 0%,2%,4%,6%. Kadar Abu Arang Kayu yang digunakan adalah 0%,1%,2%,3%. Hasil penelitian yang telah dilakukan maka Job Mix Design karakteristik terbaik dari Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dengan bahan tambah Abu sekam padi (rice husk ash) 0% dan Abu arang kayu 1% dimana hasil dari pengujian tersebut memenuhi sesuai dengan spesifikasi Bina Marga 2018 yang dapat dilihat pada halaman 100 Tabel 4.22. Hasil Marshall Benda Uji dengan nilai (VMA 20.46), (VIM 4.75), (VFB 76.82), (Stabilitas 1292,57), (Flow 3,46), (Marshall Quontient 373.58) dan disimpulkan bahwa dapat digunakan sebagai perkerasan jalan , Stabilitas marshall tertinggi diperoleh pada variasi ASP1BU4 (Abu Sekam Padi 6% dan Abu Arang Kayu 1%) dengan nilai stabilitas sebesar 1639,44 kg.