Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah Farmasi PT. X Kevin Leonardo Sulistiyo; Wahyu Ugroseno
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i6.6858

Abstract

This article aims to evaluate the performance of the wastewater treatment plant (WWTP) operated by the pharmaceutical industry PT. X. The study assesses the effectiveness of wastewater treatment by testing water quality parameters from both the inlet and outlet, as well as analyzing each treatment unit, such as Oil and Scum Separation, Oil and Scum Collection, Equalization and Neutralization Tank, Aeration Tank, Clarifier, Break Tank, Filtration, Final Tank, and Sludge treatment units, including Sludge Collection and Stabilization Tank and Filter Press. Monitoring results show that PT. X’s wastewater meets the established quality standards. However, operational issues were observed, including overflow in the equalization and neutralization tanks, foam formation in the aeration tank, and sludge bulking in the clarifier unit, all requiring corrective actions. Recommended improvements include installing ultrasonic sensors, increasing dissolved oxygen (DO) concentration and the food-to-microorganism (F/M) ratio, and replacing filter media to optimize the treatment process. This evaluation is essential to ensure optimal wastewater treatment performance and compliance with environmental quality standards.
Kajian Dampak Lingkungan Proses Manufaktur Pipeline End Manifold (PLEM) Berbasis Metode Life Cycle Assessment (LCA) Syadzadhiya Qothrunada Zakiyayasin Nisa'; Ariesta Sulistyo Asih; Wahyu Ugroseno; Cindy Aisyah Hakim
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 5, No 2 (2025): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2025.v5i2.8381

Abstract

Permintaan energi global hingga saat ini masih sangat bergantung pada minyak bumi sebagai sumber utama. Meskipun tren dunia menunjukkan pergeseran menuju energi terbarukan, konsumsi minyak tetap tinggi, khususnya untuk sektor transportasi, industri petrokimia, dan pembangkit listrik di negara berkembang. Produksi minyak lepas pantai merupakan solusi teknis yang banyak digunakan untuk memanfaatkan cadangan minyak dan gas di laut dalam yang tidak dapat dijangkau oleh metode konvensional. Salah satu komponen penting dalam sistem bawah laut tersebut adalah Pipeline End Manifold (PLEM), yang berfungsi sebagai penghubung utama antara pipa bawah laut dan sistem penerima di permukaan atau unit pengolahan berikutnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dampak lingkungan dari proses produksi PLEM menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) serta memberikan rekomendasi perbaikan yang dapat mengurangi dampak tersebut. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak OpenLCA 11.1.0 dengan basis data Greendelta serta metode CML-IA Baseline. Data masukan yang digunakan mencakup kebutuhan bahan baku dan bahan bakar, sedangkan data keluaran berupa produk, limbah, dan emisi yang dihasilkan selama proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi PLEM menghasilkan dampak lingkungan sebesar 0,0360126 kg PO₄ eq untuk kategori eutrofikasi, 0,00080028 kg C₂H₄ eq untuk oksidasi fotokimia, dan 2.573,30034 kg CO₂ eq untuk pemanasan global (GWP100a). Rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan adalah mengurangi limbah padat dengan mendaur ulang sisa baja melalui proses Electric Arc Furnace (EAF) guna meningkatkan efisiensi material dan menurunkan dampak lingkungan.
Analisis Emisi Gas Rumah Kaca Pada IPAL Industri Farmasi PT. X Menggunakan Metode Life Cycle Assessment (LCA) Nanda Dwi Kartika; Wahyu Ugroseno
Envirous Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v6i2.404

Abstract

Penelitian ini menganalisis emisi Gas Rumah Kaca (GRK) terutama yang disebabkan oleh gas karbondioksida (CO2) yang dilepaskan ke atmosfer melalui penggunaan listrik yang berperan sebagai sumber energi utama dalam kegiatan operasional Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Farmasi milik PT. X. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang disebabkan oleh penggunaan listrik untuk kegiatan operasional Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada industri farmasi menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). Perhitungan emisi CO2 dihitung berdasarkan kebutuhan listrik yang digunakan dengan faktor emisi dari CO2 yang telah ditetapkan oleh Permen ESDM. Hasil menunjukkan bahwa pada pengolahan 1 m3 air limbah berpotensi menimbulkan dampak global warming sebesar 9,726 kg CO2eq dengan kontribusi terbesar berasal dari unit bak aerasi (58,84%) karena penggunaan mesin blower secara kontinu selama 24 jam secara bergantian. Analisis hotspot dilakukan untuk mengidentifikasi persentase kontributor berdasarkan proses yang telah dianalisis dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi pengurangan emisi yang dapat dilakukan melalui pemanfaatan energi terbarukan yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dapat menurunkan emisi hingga 4,58 juta ton CO2eq.
RANCANGAN TEMPAT PENYIMPANAN SEMENTARA LIMBAH B3 INDUSTRI PERALATAN RUMAH TANGGA BERBAHAN PLASTIK Alfian Aulya Rahman; Wahyu Ugroseno
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/v1jxke82

Abstract

Industri peralatan rumah tangga berbahan plastik merupakan salah satu sektor manufaktur penghasil limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang cukup beragam dari berbagai aktivitas produksi, pemeliharaan serta kegiatan penunjang lainnya. Pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang kurang tepat dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengoptimalkan pengelolaan serta desain TPS limbah B3 sesuai dengan peraturan yang berlaku. Metode penelitian meliputi studi literatur mencakup peraturan perundang undangan yang masih berlaku di indonesia dan observasi secara langsung pada lokasi kegiatan untuk mengidentifikasi jenis limbah B3 yang dihasilkan beserta karakteristiknya. Aki/baterai bekas, limbah terkontaminasi B3, kemasan bekas B3, minyak pelumas bekas, limbah elektronik dan kain majun bekas merupakan jenis limbah B3 yang dihasilkan pada industri ini. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis mengenai pengelolaan dan desain TPS Limbah B3 yang optimal, sehingga dapat meminimalkan risiko pencemaran lingkungan, meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah, dan mendukung keberlanjutan industri peralatan rumah tangga berbahan plastik. Penerapan sistem pengelolaan dan desain TPS yang baik akan berkontribusi pada terciptanya lingkungan kerja yang aman dan sehat, serta citra positif perusahaan.
PERENCANAAN SISTEM PENGELOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK KANTOR PT X UNTUK PENYIRAMAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) Adithya Satria Pratama; Wahyu Ugroseno
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/c2vt2h47

Abstract

PT X menghasilkan limbah domestik dalam jumlah cukup besar dengan tingkat pencemaran yang tinggi, terutama dari penggunaan air harian perkantoran. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 11 Tahun 2025, air limbah harus memenuhi enam parameter baku mutu sebelum dimanfaatkan kembali untuk penyiraman Ruang Terbuka Hijau, yaitu pH, COD, BOD, TSS, Fecal Coliform, dan Residual Klorin. Perancangan sistem IPAL menggunakan data primer dari kantor PT X di Madiun, dengan karakteristik limbah: TSS 240 mg/L, COD 280 mg/L, BOD 140 mg/L, minyak lemak 14 mg/L, Fecal Coliform 10.000 jumlah/100 mL, Residual Klorin 0 mg/L, dan pH 7. Rencana unit IPAL meliputi Grease Trap, Septic Tank, bak ekualisasi, biofilter, tangki filtrasi FRP 1054, bak filtrasi, dan bak sampling. Perhitungan BoQ dan RAB berdasarkan HSPK Kota Madiun 2025 menghasilkan estimasi biaya pembangunan sebesar Rp 225.000.000.
STUDI POTENSI PENERAPAN SISTEM RAINWATER HARVESTING DENGAN RANGKAIAN FILTRASI MENGGUNAKAN MEDIA PASIR SILIKA DAN KARBON AKTIF DI SEKTOR INDUSTRI Salmaa Arifiah; Wahyu Ugroseno
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/ebgbab13

Abstract

Perkembangan sektor industri berdampak pada tingginya penggunaan sumber daya air, sehingga berisiko menurunkan cadangan air tanah. Sebagai upaya konservasi sumber daya air, kajian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penerapan sistem rainwater harvesting yang dikombinasikan dengan rangkaian filtrasi pada sektor industri. Analisis dilakukan dengan menghitung potensi volume limpasan berdasarkan data curah hujan periode 2015-2024, dilanjutkan dengan modifikasi desain rangkaian sistem filtrasi menggunakan tabung Fiberglass Reinforced Plastic (FRP). Hasil analisis hidrologi pada area tangkapan dengan luas ±100 m2 menghasilkan debit air hujan mencapai 23,64 m3/jam dengan volume yang tertangkap sebesar 22,36 m3 per hari. Rangkaian sistem filtrasi dengan media pasir silika dan karbon aktif dinilai mampu mengolah air hujan yang awalnya bersifat sedikit basa dengan pH 8,34 menjadi air bersih yang memenuhi standar kebutuhan, serta terbukti secara efektif menurunkan tingkat kekeruhan hingga lebih dari 90%. Hal ini menunjukkan bahwa sistem rainwater harvesting sangat berpotensi dan layak untuk diterapkan sebagai alternatif utama dalam memenuhi kebutuhan air secara berkelanjutan.
INVENTARISASI EMISI GAS RUMAH KACA SCOPE 1 DAN STRATEGI REDUKSI BERBASIS CARBON INSETTING MELALUI REKAYASA KOMPOSTER AEROBIK PADA SEKTOR INDUSTRI Elysa Fi'latuzzahra; Wahyu Ugroseno
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/5qr6zv85

Abstract

Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari sektor industri menjadi sorotan utama dalam agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon. Sebagai entitas padat energi, fasilitas industri memiliki tanggung jawab untuk mengelola jejak karbonnya secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi emisi GRK Scope 1 pada fasilitas industri berskala menengah di Indonesia, sekaligus merancang strategi reduksi emisi berbasis carbon insetting melalui rekayasa komposter aerobik. Metodologi inventarisasi mengacu pada pedoman IPCC (2006) dan KLH (2012) untuk mengevaluasi pembakaran stasioner (genset Biosolar B35) dan pembakaran bergerak (kendaraan operasional internal), dengan mengeksklusi emisi fugitif. Hasil perhitungan menunjukkan total baseline emisi GRK Scope 1 sebesar 0,63 ton CO2e, yang bersumber dari pembakaran stasioner sebesar 0,42 ton CO2e dan pembakaran bergerak sebesar 0,21 ton CO2e. Implementasi strategi carbon insetting melalui optimalisasi komposter aerobik diproyeksikan mampu men sekuestrasi karbon ke dalam tanah sebesar 0,25 ton CO2e. Meskipun sekuestrasi ini tidak mengeliminasi sumber emisi Scope 1 secara langsung, inisiatif ini mendemonstrasikan aksi mitigasi komplementer yang aplikatif dan mendukung sirkularitas bagi industri menengah.