Richard A M Napitupulu
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas HKBP Nommensen Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan dan Edukasi Pemanfaatan Limbah Padi Serta Maintenance Alat  Mesin Pengupas Padi di Desa Amborgang Kabupaten Toba Richard A M Napitupulu; Suryadi Sihombing; Parulian Siagian; Vera Ashina Pasaribu; Lestina Siagian
Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Yayasan Citra Cita Milenial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/d3jhrj56

Abstract

Sebagian besar masyarakat Desa Amborgang, Kabupaten Toba, bergantung pada sektor pertanian, selain bekerja sebagai nelayan dan pedagang. Produksi padi mencapai 479,80 ton per tahun dari luas persawahan 81,89 hektare, namun sekam padi yang dihasilkan belum dimanfaatkan secara optimal dan masih dianggap sebagai limbah. Selain itu, keterbatasan akses terhadap mesin penggiling padi karena lokasinya relatif jauh dari ibu kota kecamatan menyebabkan masyarakat membutuhkan waktu cukup lama untuk mengolah padi menjadi beras. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Tim Fakultas Teknik dan FISIPOL UHN memberikan penyuluhan kepada kelompok tani mengenai pemanfaatan sekam padi menjadi produk yang bernilai guna, seperti bahan pengusir bekicot, pengusir tikus, dan kompos. Tim juga memberikan bantuan mesin penggiling padi berkapasitas 10 kg/menit kepada kelompok tani melalui anggota DPRD Kabupaten Toba. Masyarakat mengapresiasi bantuan tersebut karena dapat mempercepat proses pengolahan padi sekaligus menghemat waktu yang dapat dialokasikan untuk kegiatan produktif lainnya. Pemanfaatan sekam sebagai bahan kompos juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian, mengurangi pencemaran lingkungan, memperbaiki kualitas lahan secara berkelanjutan, serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk yang relatif mahal. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan efisiensi pengolahan hasil pertanian sekaligus mendorong pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang lebih bermanfaat bagi masyarakat Desa Amborgang
Perawatan dan Edukasi Tentang Pengering Kopi Sistim Green House Milik Kopi Pardosir di Desa Parbaba Dolok Kec. Pangururan Kabupaten Samosir Parulian Siagian; Richard A M Napitupulu; Lestina Siagian; Vera A Pasaribu; Tumiur Gultom; Tetty Naibaho; David Guth; Matous Havrlik
Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Januari 2024
Publisher : Yayasan Citra Cita Milenial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/eqxwm019

Abstract

Penanganan pasca panen komoditi kopi harus betul betul dikelola secara baik agar petani tidak mengalami kerugian akibat terjadinya kerusakan buah. Proses pengeringan kopi setelah selesai di panen khusus varietas Arabicha yang ada di Desa Parbaba Dolok kecamatan Pangururan selama ini tidak ada masalah yang berkaitan dengan produk yang tiba tiba melimpah. Namun 2 tahun belakangan ini Kopi milik Pardosir terkendala pada bagiaan pengeringan yang tidak lagi sesuai hasil yang dikaeringkan dengan permintaan konsumen dengan kata lain kopi yang sudah dikeringkan hingga mencapai kadar air 12% mengalami produk yang menurun. Proses pengeringan yang dilakukan selama ini ada dua metode yang pertama dengan pengeringan langsung di bawah terik matahari dan pengeringan menggunakan alat rumah kaca (Green House). Penegringan dengan rumah kaca memperpendek waktu penegringan dibanding penegringan langsung disamping lebih bersih dan suhu bisa terkontrol.Alat penegring rumah kaca yang ada terbuat dari kayu sebagai rangkan dan penyangga sehingga tidak tahan lama. Bahan penutup dari atas rumah kaca terbuat dari plastic biasa sehingga tidak bertahan lama ketrika diterpa hujan deras serta angin kencang. Teknologi penegring rumah kaca ini selai bahan yang bagus juga dipengaruhi jarak penjemuran (permukaan rak) ke plastic penutup rumah kaca. Kondisi yang ada dilapangan jarak  dari rak ke plastic penutup  kira 30-40cm dan lebar 115cm, rangka penahan plastic penutup terbuat dari bamboo. Perawatan yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah perbaikan rumah kaca dan dimensi rumah kaca yang cocok dengan kapasitas yang sesuai, serta pelaksanaan edukasi yang memenuhi standar tentang perawatan dan pemilihan material yang cocok dan tahan lama.