Falih Fadhil Albari
Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IOT Deteksi Kualitas Udara Ruangan Secara Real-Time Menggunakan Arduino dan Sensor MQ135 Anandita Artiar; Muhammad Alfa Rizky Pasha Buntaran; Falih Fadhil Albari
INDOTERA - Indonesian Dissemination of Engineering and Applied Technology Research Applications Vol. 2 No. 2 (2026): INDOTERA Vol.2 No.2 Th.2026
Publisher : Bisnis Inovasi Pendidikan dan Teknologi (BIPTEK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas udara di dalam ruangan merupakan faktor penting yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan manusia. Ruangan tertutup dengan sirkulasi udara yang kurang baik dapat menyebabkan penumpukan berbagai gas berbahaya, seperti karbon monoksida (CO), amonia (NH₃), dan zat pencemar lainnya yang dapat mengganggu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem pemantauan kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan NodeMCU ESP8266 dan sensor gas MQ-135. Sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi kadar gas pencemar di udara, mengirimkan data secara real-time ke platform Thingspeak, serta menampilkan informasi dalam bentuk grafik dan indikator LED agar mudah dipahami pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pengujian pada tiga kondisi ruangan berbeda, yaitu ruang terbuka, ruang tertutup tanpa ventilasi, dan ruang tertutup yang terpapar asap pembakaran.Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi gas pada ruang terbuka berada pada angka 110 ppm dengan kategori aman. Pada ruang tertutup tanpa ventilasi, konsentrasi gas meningkat menjadi 240 ppm dengan status waspada. Sementara itu, pada ruangan tertutup yang mengandung asap pembakaran, kadar gas mencapai 390 ppm dan termasuk kategori berbahaya. Sistem juga berhasil mengirimkan data ke platform Thingspeak dengan waktu respons kurang dari 5 detik sehingga pemantauan dapat dilakukan secara cepat dan interaktif.Penelitian ini menghasilkan solusi pemantauan kualitas udara yang praktis, murah, dan mudah digunakan. Sistem ini berpotensi diterapkan di rumah, sekolah, maupun fasilitas umum sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pengawasan terhadap polusi udara di dalam ruangan.
Sistem Lampu Otomatis Berbasis IoT untuk Penghematan Energi Farhan Yazid Musthofa; Anandita Putri Artiar; Falih Fadhil Albari; Dimas Prasetyo Utomo
INDOTERA - Indonesian Dissemination of Engineering and Applied Technology Research Applications Vol. 2 No. 2 (2026): INDOTERA Vol.2 No.2 Th.2026
Publisher : Bisnis Inovasi Pendidikan dan Teknologi (BIPTEK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan energi listrik yang berlebihan di asrama mahasiswa menjadi salah satu masalah yang perlu ditangani untuk meningkatkan efisiensi penggunaan listrik. Penelitian ini bertujuan merancang dan menerapkan sistem lampu otomatis berbasis Internet of Things (IoT) untuk membantu menghemat energi listrik di lingkungan asrama mahasiswa. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan sensor LDR untuk mendeteksi kondisi cahaya ruangan, sensor PIR untuk mendeteksi keberadaan penghuni, serta relay sebagai pengendali lampu otomatis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dimulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi perangkat keras dan perangkat lunak, hingga pengujian sistem. Sistem dirancang agar lampu dapat menyala dan mati secara otomatis berdasarkan intensitas cahaya dan keberadaan pengguna di dalam ruangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu menghemat konsumsi listrik hingga 67,8% dibandingkan penggunaan lampu manual. Tingkat akurasi sensor dalam mendeteksi keberadaan penghuni mencapai 94,2% dengan waktu respons rata-rata 1,3 detik. Selain itu, sistem juga dilengkapi fitur monitoring berbasis web sehingga pengelola asrama dapat memantau kondisi lampu dan penggunaan energi secara jarak jauh.Pengujian selama 30 hari menunjukkan sistem berjalan stabil dengan tingkat keberhasilan operasional sebesar 98,7%. Berdasarkan analisis biaya dan manfaat, investasi sistem diperkirakan dapat kembali dalam waktu sekitar 14 bulan melalui penghematan listrik. Penelitian ini membuktikan bahwa