Mohammad Fandi Kurnia
Universitas Negeri Makassar

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Evaluating the Impact of Exercise on Arm Tremor in Archers: A Secondary Data Analysis Mohammad Fandi Kurnia; Nur Fadhilah Syarif; Miftahul Janna
Journal of Physical Education, Sport, and Human Performance Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Physical Education, Sport, and Human Performance (JPESHP)
Publisher : CV Lentera Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arm tremor during the aiming phase of archery can undermine shot precision by disrupting the stability of the bow arm. Understanding whether exercise can reduce tremor is therefore relevant for optimizing performance. This study investigates exercise-related modulation of tremor using a publicly accessible motion dataset containing synchronized accelerometer and EMG recordings. A secondary data analysis was conducted on an open-source dataset originally hosted in Mendeley Data and analyzed through a Kaggle computational workflow. Tremor characteristics were examined through descriptive statistics, correlation analysis, and regression-based EMG prediction models. The strongest association was observed between movement sequence—a proxy for exercise progression—and acceleration in the x-axis, showing a moderate negative correlation (r ≈ –0.58), suggesting a decline in tremor amplitude with repeated or continued exercise trials. EMG prediction based on acceleration demonstrated limited accuracy, indicating that neuromuscular activation is only partially explained by kinematic variability. The findings support the premise that structured exercise may enhance upper-limb stability in archery, although limitations inherent to secondary datasets warrant cautious interpretation. This analysis provides quantitative evidence linking exercise to tremor reduction and highlights the potential of open-access biomechanical datasets for advancing sport science research. 
Physical Training Effects on Fitness Components in Young Athletes Muhammad Rizky; Mohammad Fandi Kurnia; Herman Sayuti
Journal of Physical Education, Sport, and Human Performance Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Physical Education, Sport, and Human Performance (JPESHP)
Publisher : CV Lentera Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction. Physical fitness is a key indicator of adolescent health; however, training responses vary across fitness components and may be influenced by anthropometric factors such as body weight. This study aimed to analyze changes in physical fitness components following a 12-week functional training intervention and to examine the moderating role of body weight on training adaptations among female university students in Makassar. Methods. A pre–post intervention design was employed involving 14 purposively selected participants. The intervention consisted of structured functional training conducted three times per week (60 minutes/session), targeting six fitness components: core muscular endurance, upper-body muscular endurance, lumbar extension endurance, lower-body explosive power, static balance, and lateral agility. Data were analyzed using paired t-tests (α=0.05), Cohen’s d effect size, and Pearson correlation. Results. The results revealed a significant improvement only in core muscular endurance (p=0.0014; d=0.822), with a 30.2% increase, while other components showed no significant changes. Additionally, a significant negative correlation was found between body weight and improvements in lumbar extension endurance (r=-0.514; p=0.03). Conclusion. Core muscular endurance is the most responsive component to functional training, whereas body weight moderate adaptations in specific exercises. These findings highlight the importance of individualized training programs and provide a basis for developing region-specific fitness norms to support athlete monitoring in Indonesia.
Edukasi Kebugaran Melalui Analisis Push-up Siswa SD Inpres Sailong Mohammad Fandi Kurnia; Miftahul Janna; Andi Muhammad Rizky Al Mufarid
Jurnal Dharma Abdi Lestari (JDAL) Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Dharma Abdi Lestari
Publisher : CV Lentera Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan literasi kebugaran pada anak usia sekolah merupakan kebutuhan penting mengingat rendahnya tingkat aktivitas fisik siswa sekolah dasar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SD Inpres Sailong dengan tujuan mengenalkan konsep kebugaran dasar melalui edukasi dan analisis kemampuan push-up. Sebanyak 20 siswa mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi pengukuran kemampuan push-up selama 30 detik, penyuluhan mengenai pentingnya kebugaran jasmani, serta demonstrasi teknik push-up yang benar. Pendekatan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai peran kekuatan otot dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga membantu siswa mengetahui kemampuan awal mereka melalui hasil analisis statistik. Rata-rata kemampuan push-up siswa adalah 15 kali, dengan variasi kemampuan yang cukup besar. Data ini menjadi dasar pemberian umpan balik kepada siswa dan guru mengenai pemerataan kondisi kebugaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami hubungan antara aktivitas fisik dan kesehatan, serta mampu mempraktikkan teknik push-up dengan lebih tepat setelah sesi demonstrasi. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan literasi kebugaran dan memberikan rekomendasi berbasis data kepada sekolah untuk pengembangan program kebugaran sederhana. 
Push-Up Satu Menit sebagai Instrumen Sederhana untuk Memetakan Kebugaran Siswa Sekolah Dasar Mohammad Fandi Kurnia; Nur Fadhilah Syarif
Jurnal Dharma Abdi Lestari (JDAL) Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Dharma Abdi Lestari (JDAL)
Publisher : CV Lentera Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat berbasis olahraga di lingkungan sekolah dasar memerlukan data kebugaran jasmani yang akurat sebagai dasar penyusunan program pembinaan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, kegiatan ini dilakukan untuk menggambarkan kondisi kekuatan dan daya tahan otot lengan siswa melalui tes push-up satu menit sebagai bentuk asesmen lapangan yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan. Pemilihan topik ini dilandasi oleh pentingnya pemantauan kebugaran anak sejak dini guna mendukung peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan jasmani dan pembinaan olahraga berbasis sekolah-komunitas. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif pada 20 siswa sekolah dasar yang terdiri atas 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Data diperoleh melalui pelaksanaan tes push-up selama satu menit, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk melihat kecenderungan sentral, variasi performa, rentang skor, dan kategori kemampuan. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan siswa berada pada kategori sedang, dengan nilai rata-rata, median, dan modus sebesar 10 repetisi. Siswa laki-laki memiliki rerata skor lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan, meskipun perbedaan individual tetap terlihat pada kedua kelompok. Hasil ini menunjukkan bahwa tes push-up satu menit memiliki nilai praktis sebagai dasar identifikasi kebutuhan pembinaan kebugaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta mendukung perencanaan program olahraga sekolah yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Efektivitas Kinesio Taping Terhadap Penurunan Nyeri Bahu Pada Atlet Voli Sitti Fatimah Azzahra, M; Wildayati; Mohammad Fandi Kurnia
Indonesian Journal of Physical Activity Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : PT Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/ijpa.v6i1.179

Abstract

Nyeri bahu merupakan cedera muskuloskeletal yang paling sering dialami oleh atlet bola voli akibat gerakan repetitif overhead yang dilakukan dalam volume tinggi selama latihan maupun pertandingan. Kinesio Taping merupakan metode intervensi non-invasif yang banyak digunakan dalam dunia olahraga untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi sendi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Kinesio Taping terhadap penurunan nyeri bahu pada atlet voli. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain pre-test post-test with control group. Sebanyak 30 atlet bola voli yang mengalami nyeri bahu dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi (n=15) yang mendapat perlakuan Kinesio Taping dan kelompok kontrol (n=15) yang mendapat terapi konvensional selama empat minggu. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0,001), dengan rerata penurunan nyeri kelompok intervensi sebesar 3,64 poin dibandingkan 1,63 poin pada kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa Kinesio Taping lebih efektif dalam menurunkan nyeri bahu pada atlet voli dibandingkan terapi konvensional. Kinesio Taping dapat direkomendasikan sebagai terapi adjuvan dalam penanganan nyeri bahu pada atlet bola voli.
Pengaruh Latihan Keseimbangan Terhadap Risiko Jatuh Pada Mahasiswa Olahraga Wildayati; Sitti Fatimah Azzahra M; Mohammad Fandi Kurnia
Indonesian Journal of Physical Activity Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : PT Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/ijpa.v6i1.181

Abstract

Balance is a crucial component of physical fitness in determining the risk of falls. This study aims to determine the effect of balance training on the risk of falls in sports students at Makassar State University. The research design used was an experiment with a pre-test and post-test one group design. The study sample consisted of 30 students selected through purposive sampling technique with predetermined inclusion criteria. The instrument for measuring fall risk used the Timed Up and Go Test (TUG Test), while static balance was measured using the Single Leg Stance Test (SLST). The balance training program was given for eight weeks at a frequency of three times per week, including progressive proprioceptive training on various surfaces, core stabilization training, and dynamic balance training. Data analysis used a paired sample t-test with a significance level of alpha = 0.05. The results showed a significant effect of balance training on reducing the risk of falls (p = 0.000 < 0.05), with the mean TUG Test time decreasing from 11.43 seconds to 8.67 seconds and the mean SLST increasing from 18.24 seconds to 26.87 seconds. It was concluded that a structured and progressive balance training program significantly reduced the risk of falls and improved the balance abilities of sports students at Makassar State University.