Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN SIRUCI (SIRUP JERUK KUNCI) SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN JIWA SOCIAL ENTERPRENEURSHIP SELAMA COVID-19 PADA KOMUNITAS IRMA BAITURRAHMAN, KOTA PALEMBANG, SUMATERA SELATAN Amaliatulwalidain Amaliatulwalidain; Bobby Halim; Nike Angraini
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 6 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v6i3.2705

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berjudul “Pelatihan Pembuatan SIRUCI (Sirup Jeruk Kunci) Sebagai Upaya Menumbuhkan Jiwa Social Enterpreneurship Selama Covid-19 Pada Komunitas Ikatan Remaja Masjid Baiturrahman Kebun Bunga, Kota Palembang, Sumatera Selatan”. Latar belakang dari kegiatan ini, adalah untuk mensupport kalangan remaja yang tergabung dalam Ikatan Remaja Masjid Baiturrahman Kebun Bunga (IRMA Baiturrahman) sebagai tim mitra dalam menumbuhkan produktifitas jiwa kewirausahaan sosial dengan memanfaatkan peluang dan kesempatan selama situasi pandemic Covid-19 untuk membuat Sirup Jeruk Kunci yang diberi label “SIRUCI” sebagai minuman Kesehatan yang memperkuat imunitas. Tujuan dan manfaat dalam kegiatan pengabdian ini, adalah : 1). Memberikan pelatihan berupa pengetahuan yang menunjang kemampuan tim mitra, IRMA Baiturrahman dalam mengolah Jeruk Kunci menjadi produk minuman sehat. 2) Menumbuhkan jiwa wira usaha remaja selama pandemi Covid-19 dengan sikap solutif dan produktif dalam memanfaatkan bahan baku lokal, sebagai usaha untuk keluar dari permasalahan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahapan,yaitu : 1). Tahap Observasi, yaitu tahapan pengumpulan data meliputi kondisi wilayah, kondisi ekonomi dan kondisi sosial dari tim mitra yang akan terlibat dalam kegiatan pengabdian ini. 2).Tahap Sosialisasi, yaitu pemberian modul materi pelatihan oleh tim pelaksana dan yang dibantu oleh beberapa mahasiswa UIGM mengenai tata cara proses pembuatan sirup Jeruk Kunci dan tata cara pengemasan produk, Pada metode ini, tim pelaksana menggunakan metode Small Discussion Group[ dan ceramah. 3). Tahap Pelatihan, yaitu uji coba pembuatan dan pengolahan Jeruk Kunci menjadi Sirup Jeruk Kunci yang secara langsung oleh tim mitra yang dipandu oleh tim pelaksana dan narasumber.Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim mitra telah berhasil membuat produk sirup Jeruk Kunci dan mengemasnya dalam kemasan botol plastic ukuran 80 ml, serta memberi nama produk dengan label “SIRUCI”. Selain itu juga kegiatan pengabdian masyarakat ini, telah dipublikasikan pada Media Online Sumsel Terkini dengan judul “IRMA Baiturrahman Kebun Bunga Dilatih Branding & Bikin Produk SIRUCI” yang terbit pada tanggal 21 Maret 2022.Kata kunci : Social Enterpreneurship, Youth Development and Empowerment , Pelatihan   Siruci,  Ikatan Remaja Masjid
SISTEM PEMILIHAN UMUM (PEMILU) JOKO WIDODO - JUSUF KALLA TAHUN 2014 Rosa Harista; Amaliatulwalidain Amaliatulwalidain; Novia Kencana; M.Qur’anul Kariem
Governance Vol 11 No 2 (2023): Governance: Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Islam "45" Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/governance.v11i2.7344

Abstract

The 2014 General Election of the President and Vice President of the Republic of Indonesia (2014 Pilpres) was held on 9 July 2014 to elect the President and Vice President of Indonesia for the 2014-2019 period. The purpose of this study was to find out and analyze how the electoral system was during the reign of Joko Widodo and Jusuf Kalla in 2014. The method used by researchers in this study was literature. The results of the research and discussion use the theory of the Electoral Cycle: 1) Pre-Election, in this indicator Pre-Election refers to a number of election stages carried out by election organizers such as formulation of regulations, voter registration, registration and determination of candidate parties; 2) Election Period, this indicator refers to a number of election stages such as election/voting and vote counting. As for the vote count in the 2014 election, namely: Jokowi 52-53% of the vote and 46-48% of the vote for Prabowo; 3) Post Election, this indicator is the stage of announcing results, evaluating and resolving disputes or problems in elections. The announcement of the results of the 2014 presidential and vice-presidential elections was won by the Joko Widodo-Jusuf Kalla pair by obtaining a vote of 53.15% in accordance with the KPU RI decision on July 22, 2014. The Prabowo-Hatta Rajasa camp filed several lawsuits over the results of this election, namely to the DKPP and the Court. The conclusion in this study is that the General Election System (Election) During the Leadership Period of Joko widodo and Jusuf Kalla in 2014 used the Electoral Cycle system where this Election Cycle was a tool used to understand election preparation and an understanding of holding elections . The party system used during the reign of Joko Widodo and Jusuf Kalla in 2014-2019 was using a multi-party system.
IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 94 TAHUN 2021 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL KOTA PALEMBANG (Studi Pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palembang) Nurwahidah Armeilia; Isabella Isabella; Amaliatulwalidain Amaliatulwalidain
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 2 (2023): social and government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i2.439

Abstract

Penelitian ini berjudul Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil Di Kota Palembang. Di mana pegawai merupakan sumber daya manusia yang bermanfaat karena pegawai salah satu unsur aparatur yang secara kelembagaan merupakan bagian dari manajemen pemerintahan dan bersedia melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam pemerintahan, pembangunan, dan pengabdian kepada masyarakat Tujuan di lakukan nya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi penerapan disiplin kerja pegawai negeri sipil di kantor Badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM) kota Palembang. Teori yang digunakan menggunakan miliknya teori Edward III dengan beberapa indikator yaitu Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, Struktur Organisasi. Pendekatan penelitian kali ini ialah menggunakan pendekatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian deskriptif, yakni jenis penelitian yang berupaya menggambarkan fenomena/kejadian dengan apa adanya. Adapun hasil penelitian dan temuan di lapangan ialah melalui indikator yang ada pada teori Edward III menunjukkan bahwa komunikasi pihak BKPSDM kepada OPD lain sudah berjalan baik di lihat oleh karena ada nya sosialisasi yang dilakukan baik sebelum, saat dan sesudah peraturan pemerintah nomor 94 tahun 2021 ini diberlakukan.serta kualitas SDM yang ada di BKPSDM sudah baik dan mampu menjadi contoh disiplin pegawai di kota Palembang. Namun pada penerapan sanksi kedisiplinan untuk saat ini belum ada tolak ukur pasti dalam sanksi kedisiplinan untuk itu BKPSDM terus memantau perkembangan disiplin di kota Palembang
EDUKASI PENGENALAN DAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL UNTUK ANAK-ANAK DAN REMAJA DI KAMPUNG LITERASI 26 ILIR KOTA PALEMBANG Novia Kencana; Apriyadi Apriyadi; Melinda Melinda; Amaliatulwalidain Amaliatulwalidain; Katherina Sari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2941-2948

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi pengenalan tentang kekerasan seksual sekaligus menjadi salah satu bentuk upaya dalam mencegah terjadinya peningkatan kasus kekerasan seksual pada anak-anak dan remaja di Kampung Literasi 26 Ilir Kota Palembang. Kekerasan merupakan isu serius yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan anak-anak dan remaja. Dampak negatif  kekerasan dapat meliputi gangguan emosional, fisik, dan psikologis dengan konsekuensi waktu jangka panjang. Sasaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah anak-anak dan remaja di Kampung Literasi 26 Ilir yang berada dalam rentang usia 6-15 tahun. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa edukasi dan sosialisasi tentang kekerasan seksual pada anak-anak dan remaja di Kampung Literasi 26 Ilir ini berjalan dengan efektif. Hal ini tampak pada antusiasme dari peserta dan peningkatan pemahaman anak-anak dan remaja tentang kekerasan seksual pada anak-anak. Selain itu  partisipasi anak-anak dan remaja dalam kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya pencegahan kekerasan dan penanganan dampak negatifnya. Pengabdian ini juga terdapat kegiatan-kegiatan yang menarik dan interaktif  yang tidak hanya mendapatkan pengetahuan  umum tentang  bentuk-bentuk kekerasan seksual namun juga mendaptakn informasi mengenai lembaga,  sumber daya dan bantuan yang tersedia untuk membantu mengatasi kekerasan. Kegiatan edukasi dan sosialisasi yang telah dilaksanakan ini diharapkan para peserta yang terdiri dari anak-anak dan remaja dapat menjadi agen perubahan positif  bagi dirinya sendiri dan bagi lingkungan pertemanannya. Selain itu kegiatan edukasi ini juga diharapakan dapat memberikan peningkatan kesadaran dan pengetahuan pada anak-anak dan remaja mengenai kekerasan serta dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kasus kekerasan dan meningkatkan kesehatan mental anak-anak dan remaja di Kampung Literasi 26 Ilir Kota Palembang. 
AKUNTABILITAS KEPALA DESA DALAM PEMBANGUNAN JALAN DI DESA TAJA MULYA KECAMATAN BETUNG Puput Valentin; Isabella Isabella; Amaliatulwalidain Amaliatulwalidain
AS-SIYASAH : Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Vol 9, No 1 (2024): (Mei) As Siyasah - Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : UPT Publikasi Dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/as.v9i1.12781

Abstract

This study aims to find out how the village head is accountable for road construction in Taja Mulya Village, Betung District, Banyuasin Regency. In this study, researchers used qualitative methods because the data generated in this study were in the form of written and spoken words so that they were able to describe the situation in Taja Mulya Village. The qualitative method approach used by researchers in this study is a case study, data collection techniques consist of three methods, namely observation, interviews, documentation. And data analysis techniques by processing, reading all the data, starting coding all the data, applying the coding process, then showing how the descriptions and themes are expressed in the form of narrative and data analysis. This study uses the theory of accountability from Syahrudin Rasul, there are 5 (five) indicators, namely 1. Honesty and Law 2. Managerial 3. Program 4. Policy 5. Finance. the results of the research it was found that the accountability of the village head in road construction in Taja Mulya Village was not effective enough because there were still many damaged roads and also many roads that had not been cast or were still in dirt. The problems in the road construction process are constrained funds for the construction and repair of village roads so that road construction carried out in villages uses more funds from third parties such as the aspirations of the DPRD. The suggestion in this research is that the village government is more concerned with and pays more attention to the condition of village road construction and prioritizes the construction of damaged roads in order to facilitate access to schools and to the gardens where the community works. Keywords: Accountability, Development of village infrastructure, Village roads.
AKUNTABILITAS KEPALA DESA DALAM PEMBANGUNAN JALAN DI DESA TAJA MULYA KECAMATAN BETUNG Puput Valentin; Isabella Isabella; Amaliatulwalidain Amaliatulwalidain
AS-SIYASAH : Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Vol 9, No 1 (2024): (Mei) As Siyasah - Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : UPT Publikasi Dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/as.v9i1.12781

Abstract

This study aims to find out how the village head is accountable for road construction in Taja Mulya Village, Betung District, Banyuasin Regency. In this study, researchers used qualitative methods because the data generated in this study were in the form of written and spoken words so that they were able to describe the situation in Taja Mulya Village. The qualitative method approach used by researchers in this study is a case study, data collection techniques consist of three methods, namely observation, interviews, documentation. And data analysis techniques by processing, reading all the data, starting coding all the data, applying the coding process, then showing how the descriptions and themes are expressed in the form of narrative and data analysis. This study uses the theory of accountability from Syahrudin Rasul, there are 5 (five) indicators, namely 1. Honesty and Law 2. Managerial 3. Program 4. Policy 5. Finance. the results of the research it was found that the accountability of the village head in road construction in Taja Mulya Village was not effective enough because there were still many damaged roads and also many roads that had not been cast or were still in dirt. The problems in the road construction process are constrained funds for the construction and repair of village roads so that road construction carried out in villages uses more funds from third parties such as the aspirations of the DPRD. The suggestion in this research is that the village government is more concerned with and pays more attention to the condition of village road construction and prioritizes the construction of damaged roads in order to facilitate access to schools and to the gardens where the community works. Keywords: Accountability, Development of village infrastructure, Village roads.