Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI PENJADWALAN PENGAMBILAN SAMPAH PASAR TRADISIONAL MENGGUNAKAN METODE DISPATCHING RULES DAN SIMULASI DISCRETE EVENT ARENA DENGAN EVALUASI SKENARIO TERBAIK MELALUI CAPAIAN KPI Anisa Putri Fitriani; Suhartini; Farid Ardyansyah; Dimas Rizal Fathur Rachman
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v8i2.99-107

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan sampah merupakan tantangan global yang memerlukan strategi pengoptimalan canggih untuk mengatasi kerusakan lingkungan dan peningkatan volume sampah padat, terutama di wilayah perkotaan seperti pasar tradisional. Perancangan dan pengembangan sistem penjadwalan pengambilan sampah di Pasar Tradisional untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengatasi masalah sampah yang berserakan. Penelitian ini bertujuan mengusulkan sistem penjadwalan pengambilan sampah yang lebih efektif dengan menerapkan metode Dispatching Rules dan simulasi Discrete Event menggunakan Software Arena. Tahap metode meliputi pengumpulan data operasional (waktu proses, due date, prioritas) dan pengolahan data untuk menyusun empat skenario aturan penjadwalan, yaitu Shortest Processing Time (SPT), Earliest Due Date (EDD), Priority, dan Longest Processing Time (LPT). Hasil analisis simulasi menunjukkan bahwa Skenario SPT ditetapkan sebagai aturan penjadwalan yang paling optimal. Kesimpulannya, SPT menghasilkan rata-rata waktu tunggu (Waiting Time) terpendek sekitar 38,29 menit dan waktu penyelesaian total yang paling cepat 52,34 menit dibandingkan skenario lainnya, sehingga terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional dan mencegah penumpukan pekerjaan. ABSTRACT Waste management is a global challenge that requires sophisticated optimization strategies to address environmental damage and increased volume of solid waste, especially in urban areas such as traditional markets. Design and development of a scheduling system for garbage collection at the Traditional Market to improve operational efficiency and overcome the problem of scattered waste. This study aims to propose a more effective waste collection scheduling system by applying the Dispatching Rules method and Discrete Event simulation using Software Arena. The method stage includes collecting operational data (processing time, due date, priority) and data processing to compile four scheduling rule scenarios, namely Shortest Processing Time (SPT), Earliest Due Date (EDD), Priority, and Longest Processing Time (LPT). The results of the simulation analysis show that the Tax Return Scenario is set as the most optimal scheduling rule. In conclusion, SPT produces the shortest average waiting time of around 38.29 minutes and the fastest total completion time of 52.34 minutes compared to other scenarios, thus proving to be able to increase operational efficiency and prevent work backlog.
Ekonomi Sirkular Desa: Packaging dan Pemasaran Pellet Magot-Komposter di Platform Digital Lukmandono Lukmandono; Evi Yuliawati; Anindya Rachma Dwicahyani; Rony Prabowo; Yoniv Erdhianto; Suparjo Suparjo; Andreas Dhiyong Pratama; Farid Ardyansyah; Zaky Ubaid; Marnoto Marnoto; Vito Andrianto Pratama Sugiarto; Ardan Maulana Ishaq
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol. 4, No. 2: October 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2025.v4i2.8088

Abstract

Pengembangan ekonomi sirkular di tingkat desa menjadi pendekatan strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal dan limbah organik. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sidomojo, Kabupaten Sidoarjo, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan pengemasan dan pemasaran produk pelet magot-komposter secara digital. Kegiatan diawali dengan observasi lapangan, identifikasi masalah, dan penyusunan materi pelatihan. Pelatihan diberikan dalam bentuk sosialisasi dan praktik langsung tentang desain kemasan, penyusunan label produk, serta penggunaan platform e-commerce dan media sosial sebagai saluran pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas kemasan dan label produk UMKM, serta terciptanya akun e-commerce aktif untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Program ini memberikan dampak nyata dalam mendukung transformasi digital dan penguatan ekonomi lokal berbasis keberlanjutan. Dengan demikian, model ini dapat menjadi contoh implementasi ekonomi sirkular yang relevan bagi pengembangan UMKM di desa-desa lainnya.Kata kunci: ekonomi sirkular, e-commerce, kemasan produk, magot-komposter, pengabdian masyarakat, UMKM
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program GAPURA (Galang Aksi Pungut Organik Racik Kompos) untuk Pengolahan Sampah Organik Berbasis Sumber Daya Lokal di Desa Sidomojo Lukmandono Lukmandono; Ni Luh Putu Hariastuti; Suparto Suparto; Hastawati Chrisna Suroso; Suhartini Suhartini; Gatot Basuki Hari Mukti; Farid Ardyansyah; Anisa Putri Fitriani; Rudi Hartono; Constantinus Johananda Kardinal Vincendy; Rara Nidhana Paramesti; Dyah Ayu Febriana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol. 05 No. 01: March 2026
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2026.v5i1.8089

Abstract

Program GAPURA (Galang Aksi Pungut Organik Racik Kompos) dilaksanakan oleh mahasiswa Teknik Industri ITATS melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sidomojo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Program ini bertujuan mengurangi timbulan sampah organik rumah tangga sekaligus meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah limbah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi pertanian. Metode pelaksanaan meliputi observasi kondisi desa, sosialisasi pemilahan sampah, pelatihan pembuatan kompos berbahan kotoran kambing (kohe) dan kasgot (sisa pakan maggot), serta pendampingan proses fermentasi hingga kompos matang. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan kesadaran warga dalam pemilahan sampah organik, keberhasilan pembuatan kompos dengan ciri warna coklat kehitaman dan bau tanah, serta terbentuknya kader lingkungan desa untuk menjaga keberlanjutan program. Program ini tidak hanya berdampak pada pengurangan sampah organik, tetapi juga membuka peluang nilai ekonomi dari produk kompos yang dihasilkan.Kata kunci: kompos, sampah organik, GAPURA, pemberdayaan masyarakat