Edi Purwanto
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Industrial work practice management to enhance students' industry-relevant competence Edi Purwanto; Tina Rahmawati; Tarso Tarso; Hidayah Uswatun Kasanah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.88652

Abstract

Industrial Work Practice (Praktik Kerja Industri or Prakerin) is a crucial component of vocational education aimed at strengthening the link between the world of education and the world of work. This study aims to describe the management of Prakerin implementation at SMK Muhammadiyah 1 Sleman in enhancing the alignment of students' competencies with the demands of the business and industrial sectors. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the implementation of Prakerin is carried out through systematic stages of planning, organizing, implementation, and evaluation. The school has established partnerships with various industries, particularly official workshops such as Toyota and Daihatsu, to ensure the achievement of students' technical competencies. Student competencies are deemed in line with industry needs, particularly in technical skills and professional attitudes. Supporting factors for the implementation of Prakerin include the readiness of facilities, the quality of vocational teachers, and the school's network of industry partners. However, challenges remain, such as mismatches in internship placements, limited supervision in small-scale industries, and administrative obstacles. Therefore, strengthening partnerships, enhancing supervision, and improving the evaluation system are necessary to optimize and sustain the Prakerin program in bridging vocational education and the workforce.    Abstrak Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan komponen penting dalam pendidikan vokasi yang bertujuan untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di SMK Muhammadiyah 1 Sleman dalam meningkatkan kesesuaian kompetensi peserta didik dengan tuntutan Dunia Usaha dan Dunia Industri. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Prakerin dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi secara sistematis. Sekolah menjalin kerja sama dengan berbagai industri, terutama bengkel resmi seperti Toyota dan Daihatsu, untuk memastikan ketercapaian kompetensi teknis peserta didik. Kompetensi peserta didik dinilai sesuai dengan kebutuhan DUDI, khususnya dalam aspek teknis dan sikap profesional. Faktor pendukung pelaksanaan Prakerin meliputi kesiapan sarana, kualitas guru produktif, dan jaringan mitra industri. Namun, masih dijumpai kendala seperti ketidaksesuaian tempat praktik, keterbatasan pengawasan di industri kecil, serta hambatan administratif. Oleh karena itu, penguatan kemitraan, peningkatan pendampingan, dan perbaikan sistem evaluasi dibutuhkan agar program Prakerin dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan dalam menjembatani pendidikan vokasi dengan dunia kerja. Kata Kunci: dunia usaha dan industri; kompetensi peserta didik; manajemen prakerin
School–industry collaboration in vocational education: Partnership management at SMKN Windusari Hidayah Uswatun Kasanah; Maya Novita Sari; Tarso Tarso; Edi Purwanto
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.88563

Abstract

The partnership between vocational high schools (SMK) and the business and industrial sectors (DUDI) serves as a key strategy in strengthening vocational education to ensure its relevance to labor market demands. This study aims to provide an in-depth description of the partnership management between SMKN Windusari, Magelang Regency, and DUDI, viewed from the aspects of planning, organizing, implementation, and evaluation. A descriptive qualitative approach was used, with data collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings indicate that planning was carried out systematically by integrating the partnership programs into official documents such as the School Work Plan (RKS) and the Medium-Term Work Plan (RKJM). Organizing was implemented through the formation of functional teams with clear structures and roles. Implementation involved the utilization of human resources, funding, and school facilities, supported by industry partners. Evaluation was conducted periodically through discussions, activity reports, and review of Memorandums of Understanding (MoU). Main obstacles included limited partners, differing orientations, and technical constraints, which were addressed through adaptive strategies such as network expansion and schedule adjustments. The study recommends enhancing data-based evaluation and strengthening human resource capacity to ensure the sustainability and effectiveness of vocational school–industry partnerships.   Abstrak Kemitraan antara SMK dan Dunia Usaha serta Dunia Industri (DUDI) sebagai strategi penting dalam penguatan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam manajemen kemitraan antara SMKN Windusari Kabupaten Magelang dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) ditinjau dari aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan secara sistematis melalui integrasi program kemitraan dalam dokumen RKS dan RKJM, sedangkan pengorganisasian dilaksanakan melalui pembentukan tim fungsional dengan struktur dan tugas yang jelas. Pelaksanaan melibatkan pemanfaatan sumber daya manusia, dana, dan sarana sekolah, serta dukungan dari mitra industri. Evaluasi dilaksanakan secara berkala melalui diskusi, laporan kegiatan, dan peninjauan MoU. Hambatan utama meliputi keterbatasan mitra, perbedaan orientasi, dan kendala teknis, namun diatasi melalui strategi adaptif seperti perluasan jaringan dan penyesuaian jadwal. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas evaluasi berbasis data serta penguatan kapasitas SDM untuk menjamin keberlanjutan dan efektivitas kemitraan vokasi. Kata Kunci: evaluasi berkelanjutan; kemitraan SMK-DUDI; manajemen pendidikan vokasi