Wika Anrya Darma
Politeknik Negeri Lampung, Jl. Soekarno Hatta No.10, Rajabasa Raya, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Konsentrasi Nutrisi AB Mix dan Pengaturan Jumlah Buah terhadap Produksi dan Kualitas Melon (Cucumis melo L.) secara Hidroponik DFT: Effectiveness of AB Mix Nutrient Concentration and Fruit Number Regulation on Yield and Quality of Hydroponically Cultivated Melon (Cucumis melo L.) Using DFT System Dede Tiara; Ratih Rahhutami; Wika Anrya Darma; Betari Safitri; Sekar Utami Putri
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 12 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v12i01.15

Abstract

Hasil  dan  kualitas  melon  yang  dibudidayakan  secara  hidroponik  dipengaruhi  oleh  pemberian  nutrisi dengan konsentrasi yang tepat. Selain itu, pengaturan jumlah buah per tanaman menjadi salah satu faktor dalam meningkatkan hasil dan kualitas melon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi nutrisi AB  mix  dan  jumlah  buah  per  tanaman  terbaik  yang  dapat  meningkatkan produksi  dan  kualitas  buah  melon. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Split plot 2 faktor. Petak utama adalah konsentrasi nutrisi AB mix yang terdiri dari empat taraf (1600 ppm, 1800 ppm, 2000 ppm, dan 2200 ppm) dan anak petak adalah pengaturan jumlah buah per tanaman terdiri dari 3 taraf (1 buah pada 1 batang utama, 2 buah pada 1 batang utama, dan 2 buah pada 2 cabang utama). Data yang diperoleh akan diuji F dan dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian ini adalah pemberian nutrisi AB mix konsentrasi 1800 ppm memiliki diameter, bobot dan bobot buah per tanaman yang lebih baik daripada konsentrasi 1600 ppm. Pemberian nutrisi AB mix konsentrasi 2000 ppm memberikan nilai °brix yang lebih baik dibandingkan konsentrasi 1600 ppm dan 1800 ppm. Perlakuan satu buah per tanaman menghasilkan diameter, ketebalan daging dan bobot buah lebih baik dibandingkan dengan dua buah per tanaman. Perlakuan dua buah pada dua cabang utama menghasilkan bobot buah  per  tanaman  paling  tinggi.  Perlakuan  satu  buah  per  tanaman  memberikan  nilai  °brix  lebih  tinggi dibandingkan  dengan  dua  buah  per  tanaman.  Tidak  ada interaksi  antara konsentrasi nutrisi  AB  mix  dan pengaturan jumlah buah dan cabang.
Pengaruh Konsentrasi Biostimulan Azzofos Terhadap Perkecambahan Umbi Bawang Putih Varietas Lumbu Hijau Dan Lumbu Kuning: The Effect of Azzofos Biostimulant Concentration on the Garlic Bulbs Germination of Lumbu Hijau and Lumbu Kuning Varieties Wika Anrya Darma; Sekar Utami Putri; Pebria Sisca; Dede Tiara; Dila Febria; Vinni Aurelia Salsabila; Elsi Wulandari
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 11 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impor bawang putih terus meningkat setiap tahunnya sebagai dampak dari kurangnya produksi dalam negeri. Varietas unggul lokal seperti Lumbu Hijau dan Lumbu Kuning masih kalah saing dengan varietas impor, baik dalam segi ukuran maupun keseragaman tumbuh. Salah satu permasalahan yang dialami petani adalah masa dormansi umbi yang cukup lama, mencapai 5-6 bulan. Perendaman dalam biostimulan Azzofos diharapkan dapat memecah masa dormansi sehingga mempercepat perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi biostimulan Azzofos terbaik yang dapat meningkatkan perkecambahan umbi bawang putih varietas Lumbu Hijau dan Lumbu Kuning. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial. Faktor pertama yaitu varietas bawang putih yang terdiri dari lumbu hijau dan lumbu kuning. Faktor yang kedua yaitu konsentrasi biostimulan Azzofos yang terdiri dari konsentrasi 0, 10, 20, 30 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas lumbu kuning memiliki indeks vigor yang lebih tinggi. Sedangkan perendaman menggunakna larutan Azzofos 20 ml/L memberikan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan
Intensitas Serangan Kutu Kebul pada Tanaman Tomat dengan Pemberian Pestisida Nabati Berbahan Dasar Daun Tembakau: Intensity of Whiteflies Attacks on Tomato with The Application of Tobacco- Based Botanical Pesticides Betari Safitri; Sekar Utami Putri; Wika Anrya Darma
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kutu kebul merupakan serangga hama utama pada tanaman Solanaceae khususnya tomat. Kebutuhan tomat belum terpenuhi karena produksi yang fluktuatif. Peningkatan produksi tomat untuk memenuhi kebutuhan nasional dapat dilakukan dengan mengendalikan kedua serangga hama utama ini. Pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati. Bahan tersebut antara lain daun tembakau, daun serai wangi, dan cabai jawa. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juni - Agustus 2024 di lahan praktikum Politeknik Negeri Lampung. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Enam perlakuan terdiri dari enam komposisi pestisida nabati dengan bahan dasar daun tembakau. Komposisi pestisida nabati yang dibuat A. daun tembakau 100%, B. daun tembakau 50% + daun serai wangi 50%, C. daun tembakau 75% + daun serai wangi 25%, D. daun tembakau 50% + cabai jawa 50%, E. daun tembakau 75%+ cabai jawa 25%, dan F. daun tembakau 35% + daun serai wangi 35%, dan cabai jawa 30%. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah semua perlakuan pestisida nabati berbahan dasar tembakau dapat menekan populasi kutu kebul sebesar 100%. Tidak ada komposisi yang menunjukkan paling efektif dalam menekan populasi kutu kebul padatanaman tomat.