Reproductive health education presents significant challenges for autistic students due to communication barriers and the abstract nature of the topic, which often requires specialized learning media to ensure understanding. This study aims to evaluate the effectiveness of interactive digital modules in improving Sekolah Luar Biasa (SLB) teachers' experience and competence in delivering reproductive health materials to autistic students. Using a quasi-experimental, one-group, pre-test and post-test design, this study involved 18 teachers from SLBN Mutiara Bahari Sukabumi. Participants follow a structured mentoring program that uses digital modules integrating visual simulations, interactive elements, and clear audio explanations to simplify complex concepts. The results showed a statistically significant increase in teacher competence, evidenced by a substantial increase in the average comprehension score from pre-test to post-test. The improvement is very evident in key aspects such as understanding body boundaries, managing puberty changes, and implementing autism-friendly pedagogical strategies. This study concludes that interactive digital modules are an effective tool for bridging the teacher competency gap, facilitating the delivery of sensitive health topics in a concrete and structured manner. Abstrak Pendidikan kesehatan reproduksi menghadirkan tantangan signifikan bagi murid autis karena hambatan komunikasi dan sifat topik yang abstrak, yang sering kali memerlukan penggunaan media pembelajaran khusus untuk memastikan pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas modul digital interaktif dalam meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam menyampaikan materi kesehatan reproduksi kepada murid autis. Menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test satu kelompok, penelitian ini melibatkan 18 guru dari SLBN Mutiara Bahari Sukabumi. Peserta mengikuti program pendampingan terstruktur menggunakan modul digital yang mengintegrasikan simulasi visual, elemen interaktif, dan penjelasan audio yang jelas untuk menyederhanakan konsep yang kompleks. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan secara statistik dalam kompetensi guru, yang dibuktikan dengan kenaikan nyata pada skor rata-rata pemahaman dari pre-test ke post-test. Peningkatan terlihat sangat jelas pada aspek-aspek kunci seperti pemahaman batasan tubuh, manajemen perubahan masa pubertas, dan penerapan strategi pedagogis yang ramah autis. Studi ini menyimpulkan bahwa modul digital interaktif merupakan alat yang sangat efektif untuk menjembatani kesenjangan kompetensi guru, memfasilitasi penyampaian topik kesehatan sensitif secara konkret dan terstruktur. Kata Kunci: guru pendidikan khusus; kesehatan reproduksi; kompetensi guru; modul digital interaktif; murid autis