Siti Liani
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekonstruksi Karakter Toleransi Siswa Sekolah Dasar Melalui Implementasi Pendidikan Multikultural Barsihanor Barsihanor; M Fahmi Arifin; M Uhaib; Siti Liani
Tarbiyah Al-Awlad: Jurnal Kependidikan Islam Tingkat Dasar Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alawlad.v16i1.14807

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara multikultural terbesar di dunia yang ditandai oleh keragaman sosio-kultural dan geografis. Keragaman ini berpotensi memicu konflik apabila tidak dikelola dengan baik, sehingga pendidikan multikultural hadir sebagai instrumen strategis untuk menanamkan nilai-nilai penghargaan terhadap perbedaan dan memperkuat karakter toleransi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan karakter toleransi melalui pendidikan multikultural di sekolah dasar serta mengidentifikasi berbagai hambatan dalam implementasinya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan siswa di Kota Banjarbaru. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi karakter toleransi dilakukan melalui tiga mekanisme utama: internalisasi nilai, pembiasaan sosial, dan keteladanan guru. Sekolah berhasil membangun budaya inklusif dan anti-diskriminatif sebagai wujud nyata agen sosialisasi kebhinekaan. Kendati demikian, implementasi tersebut masih menghadapi sejumlah hambatan, antara lain keterbatasan kompetensi pedagogik guru, pendekatan pembelajaran yang masih bersifat simbolik, serta resistensi stereotip budaya. Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan serta sinergi kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat esensial untuk mewujudkan pembentukan karakter toleran yang berkelanjutan pada peserta didik.