Penilaian formatif merupakan proses pengumpulan informasi yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung untuk memantau perkembangan belajar peserta didik serta memberikan umpan balik yang dapat digunakan dalam memperbaiki proses pembelajaran. Pada mata pelajaran IPAS konten IPS, penggunaan instrumen penilaian formatif sangat diperlukan untuk mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran. Namun, penggunaan instrumen penilaian formatif di sekolah dasar masih belum terlaksana secara optimal. Kondisi tersebut ditemukan di UPTD SD Negeri 071082 Lawelu, yaitu guru telah melaksanakan penilaian formatif melalui kegiatan tanya jawab dan pemberian tugas, tetapi penggunaan instrumen penilaian formatif belum dilakukan secara terencana dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala yang dihadapi guru serta strategi guru dalam mengatasi kendala penggunaan instrumen penilaian formatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi guru yaitu keterbatasan waktu pembelajaran serta keterbatasan dalam menyusun instrumen penilaian yang lebih terstruktur. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru menerapkan strategi melalui tahap perencanaan, guru menyesuaikan penilaian dengan tujuan pembelajaran. dan memilih instrumen, yang digunakan seperti tanya jawab dan lembar kerja peserta didik (LKPD). Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan, guru menggunakan instrumen tersebut selama proses pembelajaran, memberikan umpan balik secara langsung, serta melakukan diskusi dan berbagi pengalaman antar guru. Berdasarkan hasil penelitian, strategi yang diterapkan guru telah mendukung pelaksanaan penilaian formatif, namun masih diperlukan pengembangan dalam penyusunan dan penggunaan instrumen penilaian yang lebih terstruktur agar pelaksanaannya menjadi lebih sistematis dan optimal dalam mendukung pembelajaran.