Iqbal Felisiano
Bagian Hukum Pidana, Fakultas Hukum, Universitas Airlangga, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendekatan Partisipatif dalam Pembentukan Kampung Ramah Anak Berbasis Peraturan Desa di Kecamatan Jenggawah Amira Paripurna; Iqbal Felisiano; Astutik Astutik; Muhammad Asrul Maulana; Ludwig Elia Judika Sihombing; Paskah Febiola Dwi Gonstary; Gabriella Novena Winarta
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3179

Abstract

Perlindungan anak berbasis masyarakat memerlukan peningkatan kapasitas warga dan dukungan kelembagaan agar dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Jenggawah dan Desa Wonojati, Kabupaten Jember, sebagai respons terhadap risiko kekerasan terhadap anak dan perempuan, keterbatasan pemahaman mengenai hak anak dan kesehatan reproduksi, serta belum optimalnya praktik pengasuhan positif. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, partisipasi, dan komitmen masyarakat dalam mendukung pembentukan Kampung Ramah Anak. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research yang dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat melalui identifikasi permasalahan, pelatihan advokasi hukum dan perlindungan hak anak, kesehatan reproduksi, serta positive parenting. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, wawancara, diskusi reflektif, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator. Pada pelatihan advokasi hukum dan perlindungan hak anak, peningkatan berkisar antara 45,0–51,5 poin persentase, sedangkan pemahaman kesehatan reproduksi dan positive parenting masing-masing meningkat sebesar 35,0 dan 42,8 poin persentase. Kegiatan juga meningkatkan keterlibatan peserta dalam diskusi dan memperkuat komitmen masyarakat serta pemerintah desa dalam mendukung perlindungan anak. Dengan demikian, pendekatan pemberdayaan partisipatif mampu meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam mendukung Kampung Ramah Anak. Sebagai tindak lanjut, pendampingan penyusunan Peraturan Desa direkomendasikan untuk memperkuat kelembagaan dan keberlanjutan program.
Pemberdayaan Mahasiswa melalui Pendekatan Edukatif-Partisipatoris Berbasis Literasi Digital dalam Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau Maradona Maradona; Iqbal Felisiano; Amira Paripurna; Riza Alifianto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2628

Abstract

Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berbasis digital terus meningkat seiring berkembangnya teknologi informasi dan semakin banyak menyasar kelompok muda, termasuk mahasiswa di wilayah perbatasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital, literasi hukum, dan kesadaran kritis mahasiswa dalam mencegah TPPO di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif-partisipatoris selama satu hari dengan melibatkan 150 mahasiswa Universitas Riau Kepulauan. Materi mencakup kerangka hukum nasional dan internasional mengenai TPPO, modus operandi berbasis digital, serta peran masyarakat dalam pencegahan melalui diskusi interaktif bersama akademisi dan praktisi. Evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test dengan instrumen kuesioner berbasis skala Likert. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman sebesar 32,5%, terutama dalam kemampuan mengidentifikasi modus TPPO berbasis digital, mengenali risiko tawaran kerja ilegal, serta memahami mekanisme perlindungan korban. Selain itu, mahasiswa menunjukkan peningkatan kesadaran sebagai agen pencegahan melalui edukasi sebaya dan penyebaran informasi di lingkungan masyarakat. Penandatanganan nota kesepahaman antara Fakultas Hukum Universitas Airlangga dan Universitas Riau Kepulauan memperkuat keberlanjutan program melalui pengembangan riset kolaboratif dan pengabdian berbasis komunitas. Meskipun pelaksanaan masih terbatas pada evaluasi jangka pendek, kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi literasi digital dan literasi hukum merupakan strategi preventif dalam mendukung pencegahan TPPO serta berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).