Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Nafas Allah dan Tangisan Bumi: Konstruksi Ekoteologi Pantekosta Berbasis Doktrin GPdI dalam Merespons Krisis Kebakaran Lahan di Indonesia Andre Yosua M; Nelly
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.556

Abstract

Krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang di Indonesia bukan semata-mata persoalan ekologi-politis, melainkan sebuah tragedi spiritual yang menuntut pertanggungjawaban teologis. Bagi gerakan Pantekosta, khususnya Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), penekanan yang kuat pada eskatologi dan urgensi penginjilan sering kali melahirkan sikap apatis terhadap pemeliharaan alam. Artikel ini bertujuan untuk mengonstruksi sebuah ekoteologi Pantekosta yang berpijak pada teologi alkitabiah dan selaras dengan doktrin GPdI, guna merespons krisis karhutla. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur teologis, kajian ini menemukan bahwa pneumatologi Pantekosta—khususnya pemahaman tentang Roh Kudus sebagai Spiritus Creator yang memelihara dan memperbarui bumi (Mazmur 104:30)—dapat menjadi motor penggerak bagi praksis ekologis. Transformasi orang percaya melalui Baptisan Roh Kudus seharusnya tidak hanya membuahkan manifestasi karunia rohani, tetapi juga kepekaan ekologis. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa merawat bumi dan mencegah kerusakan lahan adalah bentuk ibadah yang otentik dan partisipasi aktif umat Pantekosta dalam karya penebusan Allah yang paripurna, sembari menantikan langit dan bumi yang baru.
Reposisi Ilmu Komunikasi dalam Pengasuhan: Strategi Dialogis Mengatasi Dampak Fatherlessness Pada Anak Usia Pra-Remaja Siti Faizatun Nazariyah; Andre Yosua M
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 5 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena fatherless atau ketiadaan figur ayah baik secara fisik maupun psikologis telah menjadi isu krusial di Indonesia, khususnya bagi perkembangan anak di fase pra-remaja. Fase ini menuntut bimbingan emosional yang solid karena transisi kognitif dan sosial yang sedang berlangsung. Tulisan ini bertujuan untuk merevitalisasi dan mereposisi peran ilmu komunikasi dari sekadar medium penyampaian pesan menjadi instrumen penciptaan makna (meaning-making) dalam praktik pengasuhan anak fatherless. Melalui tinjauan literatur dan analisis konseptual-teoretis, naskah ini membedah bagaimana pendekatan komunikasi interpersonal—seperti validasi emosi, keterbukaan dialogis, dan pola komunikasi suportif—dapat digunakan oleh ibu tunggal atau pengasuh pengganti untuk mengisi kekosongan peran ayah. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pergeseran paradigma komunikasi keluarga dari pola struktural ke arah interaksional yang empatik mampu menekan risiko malasuai psikologis pada pra-remaja. Kajian ini menawarkan kerangka aplikatif bagi praktisi parenting dan memberikan kontribusi pada literatur ilmu komunikasi keluarga di tataran nasional.
Otoritas Kanon Alkitab Dalam Tradisi Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) dan Relevansinya Bagi Generasi Z: Sebuah Pendekatan Teologi Alkitabiah dan Pneumatologis Andre Yosua M
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14139

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi posisi doktrinal Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) mengenai otoritas kanon Alkitab dan mengontekstualisasikan pendekatan tersebut bagi Generasi Z. Di tengah pergeseran epistemologis era pascakebenaran (post-truth) yang ditandai dengan pragmatisme dan skeptisisme terhadap otoritas hierarkis, doktrin inspirasi Alkitab sering kali direduksi menjadi mekanis dan kaku. Tulisan ini berargumen bahwa teologi Pantekosta—khususnya dalam bingkai GPdI—menyediakan jembatan teologis yang krusial: dialektika antara Firman dan Roh. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui kajian literatur teologi alkitabiah dan dogmatika Pantekosta, ditemukan bahwa narasi kanonikal bukan sekadar monumen historis, melainkan ruang perjumpaan ilahi yang hidup. Bagi Generasi Z yang mengedepankan pengalaman (experientialdriven), Alkitab harus disajikan tidak sekadar sebagai buku aturan statis, melainkan sebagai instrumen pewahyuan yang diiluminasi oleh Roh Kudus, sehingga menghasilkan transformasi eksistensial tanpa mengorbankan ortodoksi alkitabiah.
Reaktualisasi Pedagogi Roh Kudus: Transformasi Metode Pengajaran Doktrinal Anak Usia Dini di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) pada Era Digital Andre Yosua M; Nelly
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14211

Abstract

Pendidikan agama Kristen untuk anak usia dini di lingkungan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) kerap kali masih terjebak pada metode instruksional mekanis yang berpusat pada hafalan dogmatis. Di era digital dengan disrupsi informasi yang masif, metode semacam ini dinilai kurang efektif dalam menanamkan nilai-nilai Teologi Injil Sepenuh ke dalam sanubari anak-anak Generasi Alpha. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan ulang metode pengajaran doktrinal—khususnya doktrin keselamatan, baptisan Roh Kudus, kesembuhan ilahi, dan kedatangan Kristus kembali—melalui pendekatan pedagogi yang lugas, alkitabiah, dan relevan dengan perkembangan kognitif anak masa kini. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur konseptual, penelitian ini mengintegrasikan teologi alkitabiah (Ulangan 6:6-7) dengan teori perkembangan kognitif mutakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengajaran doktrin GPdI bagi anak usia dini harus bertransformasi dari sekadar 'transfer pengetahuan' menjadi 'pembentukan spiritual interaktif' melalui object lessons, penceritaan alkitabiah yang imajinatif (multisensori), dan pengenalan akan natur Roh Kudus sebagai Penolong secara praksis. Keterlibatan sinergis antara sekolah minggu dan pendidikan keluarga merupakan kunci utama agar doktrin tidak sekadar dihafal, melainkan dihidupi sejak dini.