Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekonstruksi Worldview Islam sebagai Paradigma Epistemologi: Telaah Kritis atas Konsep Weltanschauung Barat M. Kharis Majid; Abdullah Muslich Rizal Maulana; Tonny Ilham Prayogo; Farhah; Hifni Nasif
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 3 No. 2 (2026): 2026: Juli-Desember
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/9q07cr96

Abstract

Dominasi konsep weltanschauung dalam tradisi filsafat Barat telah membentuk konstruksi epistemologi modern yang cenderung menempatkan realitas pada dimensi empiris dan rasional, sehingga memunculkan reduksi terhadap aspek metafisis dalam memahami hakikat kehidupan. Kondisi tersebut mendorong perlunya rekonstruksi konseptual mengenai worldview melalui perspektif Islam yang memiliki landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang berbeda. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep worldview Islam sebagai paradigma epistemologi melalui telaah kritis terhadap konsep weltanschauung Barat, sekaligus menjelaskan implikasinya terhadap relasi antara agama, sains, bahasa, dan pembentukan peradaban. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan paradigma interpretatif-filosofis. Data dianalisis melalui comparative conceptual analysis dan content analysis terhadap karya-karya pemikir Barat, Kristen, dan Islam, terutama Syed Muhammad Naquib al-Attas, Sayyid Qutb, James W. Sire, Ninian Smart, dan James Underhill. Hasil penelitian menunjukkan bahwa worldview Barat berangkat dari orientasi empiris dan materialistik, sedangkan worldview Islam dibangun di atas prinsip tauhid yang mengintegrasikan wahyu, akal, pengalaman empiris, dan intuisi sebagai sumber pengetahuan. Perbedaan epistemologis tersebut menghasilkan konsekuensi yang berbeda dalam memandang realitas, ilmu pengetahuan, bahasa, budaya, dan tujuan peradaban. Penelitian ini menegaskan bahwa worldview Islam tidak hanya merupakan sistem keyakinan, tetapi juga paradigma epistemologi yang mampu menjadi kerangka integratif dalam membangun ilmu pengetahuan dan peradaban yang berorientasi pada kesatuan antara dimensi duniawi dan ukhrawi. Temuan ini memberikan kontribusi berupa rekonstruksi konseptual worldview Islam sebagai paradigma epistemologi alternatif terhadap dominasi weltanschauung dalam tradisi pemikiran modern.