Eko Surbiantoro
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Pemberian Reward dan Pujian Dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak Usia 4-5 Tahun Syafira Oktaviani Dewi; Eko Surbiantoro; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 113-120
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.20956

Abstract

Abstract. This study aims to explore the implementation of rewards and praise in developing the emotional intelligence of children aged 4–5 years at TK Bina Nusantara. A descriptive qualitative approach was used in this research. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving classroom teachers, the school principal, and students. The findings indicate that the practice of giving rewards and praise is carried out consistently as a strategy of positive reinforcement in learning. Praise is given spontaneously using simple phrases such as “great job,” “well done,” or “good child,” while rewards take the form ofstickers, stars, high-fives, and small weekly gifts. This implementation has been shown to help children recognize and manage their emotions, increase self-confidence, foster learning motivation, and strengthen empathy and social skills. Supporting factors include the positive responses from children, teacher collaboration, and school support. Inhibiting factors include time constraints, teacher consistency, and the potential for jealousy among children. Therefore, this study concludes that a well-planned and appropriate strategy of giving rewards and praise can be an effective method for developing emotional intelligence in early childhood. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pemberian reward dan pujian dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak usia 4–5 tahun di TK Bina Nusantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru kelas, kepala sekolah, serta anak didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemberian reward dan pujian dilakukan secara konsisten sebagai strategi pembelajaran berbasis penguatan positif. Pujian diberikan secara spontan melalui kata-kata sederhana, seperti “hebat”, “bagus sekali”, atau “anak sholeh”, sedangkan reward diberikan dalam bentuk stiker, bintang, high five, maupun hadiah kecil mingguan. Implementasi ini terbukti membantu anak mengenali dan mengelola emosi, meningkatkan rasa percaya diri, menumbuhkan motivasi belajar, serta memperkuat empati dan keterampilan sosial. Faktor pendukung meliputi respon positif anak, kerjasama guru, serta dukungan sekolah. Adapun faktor penghambat antara lain keterbatasan waktu, konsistensi guru, dan potensi munculnya rasa iri antar anak. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pemberian reward dan pujian secara terencana dan tepat dapat menjadi metode efektif dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak usia dini.
Implementasi Pembelajaran Menggunakan Metode Berhitung Menyenangkan Risal fatihatunnisa; Eko Surbiantoro; Masnipal Marhun
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 127-134
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.21186

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the implementation of joyful counting methods in early childhood education at TK Cahaya Indonesia. The research focuses on how the planning, implementation, use of media, and evaluation of counting activities are carried out in a fun and developmentally appropriate way for young children. This research employs a descriptive qualitative method with data collected through document analysis, including learning programs, evaluation tools, and instructional media. The results show that the joyful counting method is applied through a thematic approach combined with the use of concrete learning aids and educational games. Evaluation is conducted authentically by assessing the learning process. The findings recommend the importance of teachernyain creativity in designing counting activities that are not only engaging but also meaningful for children. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode berhitung menyenangkan dalam pembelajaran anak usia dini di TK Cahaya Indonesia. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana perencanaan, pelaksanaan, penggunaan media, dan evaluasi pembelajaran berhitung dilakukan secara menyenangkan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen berupa program pembelajaran, perangkat evaluasi, dan media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode berhitung menyenangkan diterapkan melalui pendekatan tematik yang dipadukan dengan penggunaan alat peraga konkret dan permainan edukatif. Evaluasi dilakukan secara autentik melalui penilaian proses. Temuan ini merekomendasikan pentingnya kreativitas guru dalam menciptakan kegiatan berhitung yang tidak hanya menarik tetapi juga bermakna bagi anak.
Peran Ayah dalam Pengasuhan terhadap Perkembangan Emosi Anak Usia Dini 3-6 tahun Faiza Kamila Putri; Eko Surbiantoro; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 173-178
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.21482

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the role of fathers in parenting and its impact on the emotional development of early childhood. The background highlights the often-overlooked importance of father involvement in parenting, despite its significant influence on children's emotional growth. Traditionally viewed merely as breadwinners, fathers are now expected to take on more holistic roles within the family. This research uses a qualitative approach with a case study method, involving four fathers and two mothers from RT 05 RW 08 Situgunting Timur, Bandung City. Data collection techniques include in-depth interviews, observation, and documentation. The findings reveal that fathers act as companions, emotional supporters, role models, and communicators. Their involvement is shown through daily activities such as playing, taking children to school, and listening to their stories. Several factors influence the father’s role, including job background, availability of time, inherited parenting patterns, and support from spouses. The study concludes that active father involvement has a positive impact on children’s emotional development, leading to greater self-confidence, better emotional regulation, and healthy social relationships. This research emphasizes the need to strengthen the father’s active role in parenting as a foundation for optimal emotional development in children. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ayah dalam pengasuhan terhadap perkembangan emosi anak usia dini. Latar belakangnya adalah kurangnya perhatian terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan, padahal ayah memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan emosional anak. Secara tradisional, ayah sering hanya diposisikan sebagai pencari nafkah, namun kini dituntut untuk berperan lebih aktif dan holistik dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan empat ayah dan dua ibu di RT 05 RW 08 Situgunting Timur, Kota Bandung. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayah berperan sebagai pendamping, pemberi perhatian emosional, panutan, dan komunikator dalam keluarga. Keterlibatan ayah tampak dalam aktivitas sehari-hari seperti bermain bersama, mengantar jemput anak, dan mendengarkan cerita anak. Faktor yang memengaruhi peran ayah meliputi pekerjaan, waktu luang, pola asuh keluarga, dan dukungan pasangan. Disimpulkan bahwa ayah yang aktif dalam pengasuhan berkontribusi positif terhadap perkembangan emosi anak, seperti rasa percaya diri, kemampuan regulasi emosi, dan relasi sosial yang sehat. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran aktif ayah dalam membentuk fondasi emosional anak.