Water decanter solid (WDS) merupakan produk samping padat industri kelapa sawit yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan, tetapi penggunaannya masih dibatasi oleh kandungan serat dan kadar air yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh jenis starter terhadap suhu dan pH fermentasi serta kualitas proksimat WDS. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan, yaitu starter berbasis Yakult (K1), ragi tape (K2), starter tempe (K3), EM4 (K4), dan kombinasi K1–K3 dengan rasio volume 1:1:1 (K5). Setiap unit percobaan menggunakan 1 kg WDS segar yang diinokulasi dengan starter 5% v/b dan difermentasi dalam wadah tertutup selama 21 hari. Suhu dan pH diukur pada hari ke-7, ke-14, dan ke-21, sedangkan bahan kering udara, bahan kering oven, bahan kering sebenarnya, protein kasar, dan serat kasar dianalisis pada akhir fermentasi. Jenis starter tidak berpengaruh terhadap suhu dan pH secara keseluruhan, sedangkan waktu fermentasi memengaruhi kedua parameter tersebut tanpa interaksi starter×waktu. K5 menghasilkan protein kasar tertinggi sebesar 26,200% dan berbeda nyata dari seluruh perlakuan. Perlakuan ini juga menghasilkan serat kasar terendah secara numerik sebesar 36,280%, lebih rendah daripada K1 dan K2, tetapi tidak berbeda dari K3 dan K4. K4 menghasilkan bahan kering oven tertinggi, sedangkan bahan kering sebenarnya tidak berbeda antarperlakuan dan berkisar 15,147–18,123%. Starter kombinasi menghasilkan profil protein–serat paling menguntungkan, tetapi rendahnya bahan kering sebenarnya tetap menjadi kendala utama dalam pemanfaatan WDS sebagai kandidat bahan pakan berkadar air tinggi.