Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

RESPON PRODUKSI AYAM PETELUR TERHADAP PEMBERIAN PROBIOTIK TEPUNG DAN TEPUNG BELIMBING WULUH DALAM PAKAN Desna Ayu Wijayanti; Dimas Fajar Nugroho
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 2 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i2.968

Abstract

AbstrakPenelitian dilakukan untuk mengetahui respon produksi ayam petelur terhadap pemberian kombinasi probiotik bentuk tepung dan tepung belimbing wuluh sebagai pengganti antibiotik komersial dalam pakan. Sebanyak 240 ekor ayam petelur strain Lohmann Brown, umur 22 minggu dikelompkkan menjadi 5 perlakuan dan 6 ulangan, yang terdiri dari P0: 0%, P1: 0,8% probiotik bentuk tepung+0,25% tepung belimbing wuluh, P2: 0,8% probiotik bentuk tepung+0,50% tepung belimbing wuluh, P3: 0,8% probiotik bentuk tepung+0,75% tepung belimbing wuluh. Variabel yang diukur adalah konsumsi pakan, Hen Day Production (HDP), berat telur, egg mass dan konversi pakan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan apabila terdapat perbedaan, dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap penampilan produksi ayam petelur yang terdiri dari konsumsi pakan, HDP, berat telur, egg mass dan konversi pakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan kombinasi probiotik bentuk tepung dan tepung belimbing wuluh dalam pakan, belum dapat meningkatkan penampilan produksi ayam petelur, tetapi pada perlakuan P3 menunjukkan kecenderungan hasil yang baik diantara semua perlakuan.
PENGARUH PENAMBAHAN SARI WORTEL PADA YOGHURT DITINJAU DARI AW, KADAR AIR, VISKOSITAS, TOTAL ASAM TERTITRASI DAN KADAR PROTEIN Dimas Fajar Nugroho; Desna Ayu Wijayanti
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 5, No 1 (2021): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v5i1.1374

Abstract

Yogurt is a form of beverage product from milk processing that utilizes microbes (Streptococcus thermophillus and Lactobacillus bulgaricus.). In the fermentation process of fresh milk into a semi-solid emulsion product, yogurt also has high nutritional content, one of which is protein. and low in fat. The purpose of this study was to determine the optimal percentage of addition of carrot juice to improve the quality of yogurt in terms of water activity (AW), viscosity, total titrated acid and water content. The ingredients used are cow's milk, carrot juice and plain yogurt starter. Iodine, 75% alcohol and distilled water. The method used in this research is experimental method Comletely Block Design of 5 treatments, namely the addition of carrot juice to yogurt with a concentration of 0%, 10%, 15%, 20%, and 25%. volume of milk (1 liter), with each treatment repeated 4 times. Data analysis used ANOVA (Analysis of Variance), followed by Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the addition of carrot juice to yogurt could increase the value of Aw: P0 (0.9) to P4 (0.96), water content: P0 (88.96%) to P4 (92.58%), the total acid value. titration: P0 (0.57%) to P4 (0.67%) and protein content value: P0 (2.97%) to P4 (4.89%), the viscosity value decreased from P0 (216.75) cP) becomes P4 (148.00 cP). Based on the research analysis, it can be concluded that the use of carrot juice with a concentration of 15% gives the best results for yogurt with a value of Aw (0.94), water content (91.21%), viscosity (177.75 cP), total acid titrated (0 , 65%), and protein content (4.26%).
Pengaruh variasi konsentrasi larutan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) terhadap uji aktivitas antimikroba secara In vitro Desna Ayu Wijayanti; Osfar Sjofjan; Irfan H. Djunaidi
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 29, No 1 (2019): April
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2019.029.01.02

Abstract

The purpose of this research to determine the pH value and the antimicrobial activity of bilimbi extract (LBW) as a substitute for antibiotics. The method was field experiment using Completely Randomize Design with 4 treatments and 6 replications. The treatments were consist of P0(+) = antibiotic, P1= LBW 10%, P2= LBW 20% and P3= LBW 30%. Bilimbi extract used from bilimbi powder which is then dissolved. The measured variables were pH value and inhibition zone diameter of Escherichia coli, Salmonella sp. and Lactic Acid Bacteria. The data were analyzed by ANOVA and continued by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The result of this research showed that LBW with higher concentration produces low pH value and the treatments between variation of concentration gave significantly different effect (P<0.01) on diameter of inhibition zone for Escherichia coli, Salmonella sp. and Lactic Acid Bacteria. The conclusion of this research was 30% concentration of LBW produces the lowest pH value, so that it can be inhibit the bacterial growth and has the potential as a substitute for antibiotics based on the result of antimicrobial activity that produces the best activity.
Pegaruh Penambahan Sari Wortel Terhadap Pembuatan Yogurt ditinjau dari fisik kimia dan organoleptik Dimas Fajar Nugroho; Desna Ayu Wijayanti
Bantara Journal of Animal Science Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/bjas.v3i1.1296

Abstract

Yoghurt merupakan salah satu bentuk produk minuman dari pengolahan susu yang memanfaatkan mikroba dalam proses fermentasi susu segar menjadi produk emulsi semi padat dengan rasa yang lebih asam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian sari wortel dan penambahan yang optimal meliputi: warna, kualitas organoleptik (aroma, tekstur, warna dan rasa), vitamin C, WHC, kadar air, viskositas, aktivitas air yoghurt. Bahan yang digunakan adalah susu segar, jus wortel, starter plain yoghurt. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu penambahan sari wortel pada yoghurt dengan konsentrasi 0%, 10%, 15%, 20%, dan 25% volume susu (1000 ml), dengan masing-masing perlakuan dilakukan dengan 4 ulangan. Analisis data menggunakan analisis varians, dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari wortel 20% pada pembuatan yoghurt dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (P <0,01) terhadap kecerahan warna (L *), warna kekuningan (b *), vitamin C dan air. daya tampung serta berpengaruh nyata (P <0,05) terhadap warna kemerahan (a *). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari wortel 25% pada minuman yoghurt memberikan pengaruh yang sangat nyata (P <0,01) terhadap kadar air, viskositas, aktivitas air, total asam yang dititrasi dan kadar protein. Berdasarkan analisis penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan jus wortel dengan konsentrasi berkisar antara 20-25% menghasilkan yoghurt dengan kualitas terbaik.
PRODUKSI RUMPUT GAJAH MINI (Pennisetum purpureum cv. Mott) PADA DEFOLIASI PERTAMA DENGAN JARAK PENANAMAN YANG BERBEDA Desna Ayu Wijayanti; Nur Endang Sukarini
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i2.737

Abstract

 Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi perbedaanjarak tanam terhadap produksi rumput gajah mini (Pennisetumpurpureum cv. Mott). Materi yang digunakan yatiu bibit rumput gajahmini terdiri dari stek rumput gajah mini yang mempunyai minimal duaruas atau tiga ruas buku. Metode yang digunakan adalah metodepercobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dariempat perlakuan dan setiap perlakuan terdapat enam kali ulangan.Perlakuan tersebut terdiri dari P1 = rumput gajah mini dengan jaraktanam 20 x 20 cm, P2 = rumput gajah mini dengan jarak tanam 30 x 30cm, P3 = rumput gajah mini dengan jarak tanam 40 x 40 cm, P4 =rumput gajah mini dengan jarak tanam 50 x 50 cm. Parameter yangdiukur meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, produksi daun yangterdiri dari jumlah daun, panjang daun dan lebar daun, lingkar batangdan produksi berat segar. Data kemudian dianalisis menggunakan sidikragam dan apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan UjiJarak Berganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwadengan adanya perbedaan jarak tanam pada penanaman rumput gajahmini tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman,jumlah anakan, produksi daun yang terdiri dari jumlah daun, panjangdaun dan lebar daun, lingkar batang dan produksi berat segar rumputgajah mini. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dengan jarak tanam rumput gajah mini 40x40 cm menunjukkan hasil terbaikdari tinggi tanaman dan lingkar batang.Kata Kunci : jarak tanam, jumlah anakan, lingkar batang, produksi,rumput gajah mini dan tinggi tanaman The aim of the study was to determine and evaluate differences inplant spacing on the production of gajah mini grass (Pennisetumpurpureum cv. Mott). The material used is gajah mini grass seedsconsisting of gajah mini grass cuttings that have a minimum of two orthree nodes. The method used is an experimental method with acompletely randomized design (CRD) which consists of fourtreatments and each treatment has six replications. The treatmentsconsisted of P1 = odontoid grass with a spacing of 20 x 20 cm, P2 =gajah mini grass with a spacing of 30 x 30 cm, P3 = gajah mini grasswith a spacing of 40 x 40 cm, P4 = gajah mini grass with a spacing of50 x 50 cm. The variables measured included plant height, number oftillers, leaf production consisting of number of leaves, leaf length andleaf width, stem circumference and fresh weight production. The datawere analyzed using variance and if there were differences, it wascontinued with Duncan's Multiple Distance Test. The results showedthat the difference in spacing between the planting of gajah mini grassdid not have a significant effect on plant height, number of tillers, leafproduction consisting of number of leaves, leaf length and leaf width,stem circumference and production of fresh weight of gajah mini grass.Based on the results of the study, it can be concluded that with aspacing of 40x40 cm gajah mini grass, it shows the best results interms of plant height and stem circumference.Key words: Plant spacing, number of tillers, stem circumference,production, gajah mini grass and plant height
EFEK PENAMBAHAN PROBIOTIK TEPUNG DALAM PAKAN TERHADAP KECERNAAN DAN RETENSI NITROGEN KELINCI PERANAKAN NEW ZEALAND WHITE Desna Ayu Wijayanti; Dimas Fajar Nugroho
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i1.554

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi pengaruhpenambahan probiotik bentuk tepung terhadap kecernaan bahan kering(KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), kecernaan protein (KcPK)dan retensi nitrogen pada kelinci peranakan New Zealand Whiteperiode lepas sapih. Materi yang digunakan yaitu 40 ekor kelincijantan lepas sapih berumur 28 hari dengan rataan bobot badan yaitu523,15 ± 97,49 g/ekor. Metode yang digunakan adalah metodepercobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari limaperlakuan dan empat kelompok sebagai ulangan. Perlakuan tersebutadalah P0= pakan basal (tanpa penambahan probiotik), P1= pakan basal+ 0,25% probiotik, P2= pakan basal + 0,50% probiotik, P3= pakanbasal + 0,75% probiotik dan P4= pakan basal + 1% probiotik. Pakanyang digunakan yaitu pakan lengkap dalam bentuk pellet sebagaipakan basal dan probiotik tepung. Variabel yang diukur meliputikecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan proteindan retensi nitrogen. Data dianalisis menggunakan sidik ragam danapabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan Uji JarakBerganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompokdan perlakuan penambahan probiotik tepung memberikan pengaruhtidak nyata (P>0,05) terhadap KcBK, KcBO, KcPK dan retensinitrogen. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwadengan penambahan probiotik sebesar 1% menunjukkan hasil terbaikdari KcBK, KcBO, KcPK dan retensi nitrogen.Kata Kunci : kecernaan, new zealand white, probiotik, retensi nitrogen
PENGARUH PASTA LENGKUAS (ALPINA GALANGA L. SWARTZ) TERHADAP KUALITAS MIKROBIA DAN FISIKOKIMIA DAGING AYAM KAMPUNG Ina Nurtanti; Desna Ayu Wijayanti
Jurnal Agriovet Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian bertujuan mengetahui total mikrobia dan fisiko-kimia daging ayam kampung dengan pemberian pasta lengkuas (Alpina galanga L. Swartz) pada lama penyimpanan berbeda. Bahan penelitian adalah dada ayam kampung dan pasta lengkuas. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial 4x3, yaitu faktor pelumuran pasta lengkuas (0;10;20; 30%) dan faktor lama penyimpanan (0;2,5;5 jam). Metode analisis total bakteri menggunakan plate count agar (PCA) dan uji fisiko kimia dengan pH meter,  Lowry-Follin dan Kjeldahl. Hasil penelitian menunjukkan interaksi pelumuran pasta lengkuas dengan lama penyimpanan yang mempengaruhi penurunan pH (P<0,01) dan protein terlarut (P<0,01). Total bakteri proteolitik (P>0,05), kadar air (P>0,05) dan total protein (P>0,05) menunjukkan hasil tidak berpengaruh. Pelumuran pasta lengkuas 30% dan lama penyimpanan 5 jam memiliki kombinasi perlakuan terbaik.   Abstract The research to determine total microbes and physico-chemical of native chicken meat by giving galangal paste (Alpina galanga L. Swartz) at different storage periods. Materials is native chicken breast and galangal paste. Method used Complete Randomized Design (RAL) pattern factorial 4x3, factor of galangal paste melting (0;10;20; 30%) and factor of storage length (0;2.5;5 hours). Total analysis bacteria uses plate count agar (PCA) and physico-chemical tests with pH meters, Lowry-Follin and Kjeldahl. The results showed that interaction of galangal paste melting with storage length which affecteddecrease in pH (P<0,01) and dissolved protein(P<0,01). Ttotal proteolytic bacteri (p>0,05), water content (P>0.05) and total protein (P>0.05) showed no effect. 30% galangal paste melting and 5-hour storage time have the best combination treatments
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN JUMANTONO KABUPATEN KARANGANYAR DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI PRODUKSI TELUR ASIN SEBAGAI PANGAN SUMBER GIZI Desna Ayu Wijayanti; Ardian Ozzy Wianto; Ina Nurtanti; Astari Ratnaduhita
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 2: Februari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Jumantono, Desa Sringin, Dusun Ngemping, Kabupaten Karanganyar, masih mengandalkan sektor pertanian sebagai sumber matapencaharian penduduknya. Salah satu sektor yang dapat dikembangkan di Kelurahan/ Desa Sringin adalah sektor peternakan khususnya peternakan ayam petelur. Bukan hanya daging yang dapat dihasilkan dari sektor ini tetapi juga memungkinkan masyarakat untuk mengembangkan peternakan ayam petelur sebagai penghasil telur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan kemauan, keterampilan, pengetahuan, pemahaman dan ekonomi masyarakat di Dusun Ngemping, Desa Sringin, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, melalui pemberian penyuluhan dan pelatihan penerapan teknologi produksi telur asin sebagai pangan sumber gizi yang bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi maysarakat di Desa Sringin, Kecamatan Jumantono. Waktu pelaksanaan kegiatan dengan jangka waktu ± 6 bulan. Setelah adanya kegiatan penyuluhan dan pelatihan penerapan teknologi produksi telur asin pada ibu-ibu PKK, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan masyarakat, khususnya ibu-ibu mengenai penerapan teknologi produksi telur asin, mengingat Kecamatan Jumantono merupakan kecamatan di Kabupaten Karanganyar yang memiliki potensi menghasilkan telur yang tinggi. Hasil penyuluhan dan pelatihan dapat diukur melalui kuesioner yang telah dibagiakan kepada ibu-ibu PKK Dusun Ngemping. Hasil luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah laporan yang telah dipublikasikan di jurnal dan peningkatan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan masyarakat di Dusun Ngemping.
PENDAMPINGAN BELAJAR SISWA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CALISTUNG DAN MOTIVASI BELAJAR Dina Mayadiana Suwarma; Misbahul Munir; Desna Ayu Wijayanti; Mauritz Pandapotan Marpaung; Pius Weraman; I Putu Agus Dharma Hita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendampingan belajar siswa untuk meningkatkan kemampuan calistung dan motivasi belajar merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Rumah Baca Loloan, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali pada bulan Desember 2022. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan calistung dan motivasi belajar siswa di daerah tersebut melalui pendampingan belajar yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai fasilitator. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendidikan masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan yang disertai dengan demonstrasi atau percontohan untuk menghasilkan keterampilan tertentu. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kemampuan calistung dan motivasi belajar siswa, serta antusiasme peserta terhadap kegiatan pendampingan belajar. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa pendampingan belajar dapat meningkatkan kemampuan calistung dan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, kegiatan pendampingan belajar dapat menjadi alternatif solusi dalam meningkatkan kemampuan calistung dan motivasi belajar siswa di daerah terpencil seperti Kabupaten Jembrana. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melibatkan lebih banyak siswa dalam kegiatan pendampingan belajar dan melakukan penelitian yang lebih mendalam untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan tersebut. Hasil dari kegiatan ini juga dapat dijadikan referensi bagi penelitian lanjutan terkait dengan pendampingan belajar dan peningkatan kemampuan calistung dan motivasi belajar siswa.
The Economic Value of Bioherbs Application in Commercial Feed in Broilers Widharto Widharto; Desna Ayu Wijayanti
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Ternak
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v14i1.191

Abstract

The research was conducted to determine the application of bioherbs or other designations, namely vegetable ingredients that can be added to commercial feed in broiler chicken. As many as 60 day old chick of broilers were devided into 4 treatments, that is were given commercial feed without bioherbs  (T-PK), were givenecommercial feed with papaya leaves flour as much as 2 % (T-DP),  were givenecommercial feed with of noni leaves flour as much as 2 % (T-DM) and were givenecommercial feed with moringa leaves flour as much as 2 % (T-DK). The variables observed feed conversion, feed cost per gain and income over feed cost. Feed conversion is 2.6 (T-PK), 2.3 (T-DP), 2.4 (T-DM) and 2.4 g/head/day (T-DK), feed cost perggain is Rp. 20.696,0,- (T-PK), Rp. 19.837,5,- (T-DP), Rp. 21.912,0,- (T-DM) and Rp. 21.588,0,- (T-DK), and income over feed cost is Rp. 2.304,0,- (T-PK), Rp. 3.162,5,-  (T-DP), Rp.1.088,0,-  (T-DM) and Rp. 1.412,0,-  (T-DK). The result showed that given commercial feed with papaya leaves flour can decrease of feed conversion,afeed cost per gain and increase of income over feed cost but given commercial feed with of Morinda citrifolia L. and Moringa oleifera leaves flour only able to decrease feed conversion, and have not been able to reduce feed cost perggain and increase incomemover feedmcost. Research conclusion is given commercial feed with papaya leaves flour can increase of income over feed cost but given commercial feed with  Morinda citrifolia L. and Moringa oleifera  leaves flour have not been able to increase ofoincomeaover feedicost in broilers.