Yayasan Rumah Tumbuh Harapan (RUTH), didirikan pada 2011, bertujuan menghentikan praktik aborsi serta memberikan layanan bagi perempuan yang mengalami kekerasan seksual dan kehamilan tidak diinginkan. Seiring perkembangannya, yayasan ini membentuk tiga unit layanan—Rumah Ibu Hamil, Rumah SAM, dan Boas Healing and Development Center—yang berturut-turut menangani pendampingan ibu hamil, layanan anak, serta konseling. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa yayasan berencana menerapkan struktur organisasi matriks, namun pihak pengelola belum yakin karena berbagai persoalan operasional membebani. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar beban penanganan masalah berakhir pada Pembina dan Ketua Yayasan. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mendampingi Yayasan RUTH dalam mengevaluasi dan merancang ulang struktur organisasi agar selaras dengan kebutuhan dan kapasitas yayasan. PKM dilanjutkan dengan verifikasi kesesuaian deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan antara dokumen dan realita. Pendampingan dilakukan terhadap Pembina dan Staf Yayasan RUTH pada bulan Oktober 2024—Mei 2025. Verifikasi dilakukan dengan mewawancarai seluruh personel pada jabatan tertera di dokumen deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa struktur organisasi hybrid—menggabungkan struktur fungsional dan divisional—menjadi pilihan yang paling sesuai untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan, sekaligus menjadi acuan bagi pembentukan yayasan serupa di kota lain. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa dalam praktiknya tidak terdapat pekerjaan yang deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaannya persis sama dengan yang tertera di dokumen. Hasil verifikasi ini dapat dimanfaatkan oleh Yayasan RUTH untuk mengevaluasi deskripsi pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, serta struktur organisasinya di masa mendatang.