Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Pelaksanaan Pergeseran Pasukan Untuk Mendukung Ketahanan Fisik dan Mental Prajurit Menuju Daerah Latihan Sanggabuana Kostrad Dalam Rangka Latproglatsiapops Satgas Pamtas Mobile RI-PNG (Studi Kasus Yonif 733/Masariku TA 2025) M Sandi Helly Wijaya; Eko Setijo Pudjiantoro; Almuchalif Suryo
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.9098

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan pergeseran pasukan atau Serpas Yonif 733/Masariku dari Ambon menuju daerah latihan Sanggabuana Kostrad dalam rangka Latproglatsiapops RI-PNG yang menempuh perjalanan jarak jauh dan berpotensi memengaruhi ketahanan fisik serta mental prajurit sebelum mengikuti latihan pratugas. Permasalahan penelitian berfokus pada efektivitas pelaksanaan Serpas, kendala yang berdampak terhadap kondisi fisik dan mental prajurit, serta strategi optimalisasi Serpas agar lebih mendukung kesiapan tempur pada latihan pratugas dan penugasan operasi di Papua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara dengan informan dari unsur Sopsad, Sopsdam XV/Pattimura, dan Yonif 733/Masariku, serta didukung observasi, studi dokumentasi, dan pengolahan data menggunakan NVivo 12 Plus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Serpas telah berjalan cukup efektif dari aspek pergerakan pasukan, namun belum sepenuhnya optimal dalam menjaga kesiapan fisik dan mental prajurit. Kendala utama meliputi perjalanan jauh, keterbatasan ruang gerak, kurangnya kualitas istirahat, kelelahan fisik, kejenuhan mental, dukungan logistik dan kesehatan yang perlu diperkuat, serta terbatasnya waktu pemulihan sebelum latihan. Strategi optimalisasi diarahkan pada keseimbangan antara tujuan, cara, dan sumber daya melalui perencanaan Serpas yang terintegrasi, pemilihan moda transportasi yang adaptif, pengaturan istirahat, penguatan logistik dan kesehatan, pengendalian moril, serta evaluasi pasca-Serpas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Serpas perlu diposisikan sebagai bagian integral dari sistem penyiapan operasi yang mendukung kesiapan tempur prajurit.