Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan pergeseran pasukan atau Serpas Yonif 733/Masariku dari Ambon menuju daerah latihan Sanggabuana Kostrad dalam rangka Latproglatsiapops RI-PNG yang menempuh perjalanan jarak jauh dan berpotensi memengaruhi ketahanan fisik serta mental prajurit sebelum mengikuti latihan pratugas. Permasalahan penelitian berfokus pada efektivitas pelaksanaan Serpas, kendala yang berdampak terhadap kondisi fisik dan mental prajurit, serta strategi optimalisasi Serpas agar lebih mendukung kesiapan tempur pada latihan pratugas dan penugasan operasi di Papua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara dengan informan dari unsur Sopsad, Sopsdam XV/Pattimura, dan Yonif 733/Masariku, serta didukung observasi, studi dokumentasi, dan pengolahan data menggunakan NVivo 12 Plus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Serpas telah berjalan cukup efektif dari aspek pergerakan pasukan, namun belum sepenuhnya optimal dalam menjaga kesiapan fisik dan mental prajurit. Kendala utama meliputi perjalanan jauh, keterbatasan ruang gerak, kurangnya kualitas istirahat, kelelahan fisik, kejenuhan mental, dukungan logistik dan kesehatan yang perlu diperkuat, serta terbatasnya waktu pemulihan sebelum latihan. Strategi optimalisasi diarahkan pada keseimbangan antara tujuan, cara, dan sumber daya melalui perencanaan Serpas yang terintegrasi, pemilihan moda transportasi yang adaptif, pengaturan istirahat, penguatan logistik dan kesehatan, pengendalian moril, serta evaluasi pasca-Serpas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Serpas perlu diposisikan sebagai bagian integral dari sistem penyiapan operasi yang mendukung kesiapan tempur prajurit.
Copyrights © 2026