Kain tajung merupakan salah satu warisan tekstil khas Palembang yang berbahan dasar benang sutra dengan karakteristik halus,licin dan mudah putus. Proses pengelosan (pemindahan benang dari sumber ke kelos) secara tradisonal masih mengandalkan keterampilan manual yang lambat dan tidak konsisten, sehingga membatasi produktivitas dan kualitas tenun. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini mengusulkan otomatisasi sistem kendali adaptif pada alat pengelos benang menggunkan model predictive control. Model Predictive Control dipilih karena kemampuannya memprediksi perilaku dinamis sistem pada tegangan benang, kecepatan gulung dan pergeseran lintasan, berdasarkan model matematis, serta mengoptimalkan aksi kendali secara real-time dengan mempertimbangkan batasan fisik, misalnya tegangan maksimal agar benang tidak putus. Sistem ini dilengkapi sensor tegangan, encode kecepatan dan aktuator motor steper. Model Predictive Control akan menyesuaikan parameter gulungan secara adaptif terhadap perubahan karakteristik benang; seperti ketebalan tidak seragam atau kadar air yang berbeda. Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplemetasikan sistem otomatisasi kendali adaptif pada alat pengelos kain tajung menggunakan algoritam model adaptif kontrol. Ruang lingkup meliputi pemodelan dinamika tegangan benang dan kecepatan motor, perancangan pengendali model predictive control serta pengujian kinerja dibandingkan dengan metode manual dan kendali otomatis. Hasil yang diharapkan adalah alat pengelos kain yang mampu menjaga tegangan benang tetap konstan, menghasilkan gulungan rapi tanpa kusut, serta meningkatkan kecepatan produksi hingga 60% dibandingkan metode manual. Dengan kendali prediktif, sistem juga akan dapat mengantisipasi lonjakan tegangan sebelum benang putus sehingga menekan tingkat kegagalan. Implemntasi sistem ini diharapkan dapat memodernisasi industri kain tajung Palembang tanpa menghilangkan sentuhan khas tenun tradisonal, kemudian dari terciptanya alat ini akan mendukung industri 4.0 dan melestarikan dan meningkatkan daya saing produk budaya Indonesia dipasar global