Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

WORKSHOP STRATEGI PEMBELAJARAN INKLUSIF BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI DAERAH TERTINGGAL Mufida Gunawati; Diah Afrianti Rahayu; Wiwit Agustina; Dany Luqyana Idris; Istiarsyah Istiarsyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.63029

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik untuk memperoleh layanan pembelajaran sesuai dengan karakteristik, kemampuan, dan kebutuhan belajarnya. Namun, penerapan pembelajaran inklusif pada sekolah dasar di daerah tertinggal masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan kompetensi guru dalam mengidentifikasi kebutuhan peserta didik dan merancang strategi pembelajaran yang adaptif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru sekolah dasar dalam menerapkan strategi pembelajaran inklusif yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis workshop yang meliputi tahap persiapan, identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, praktik penyusunan strategi pembelajaran, simulasi, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta penilaian terhadap praktik penyusunan strategi pembelajaran inklusif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta pada seluruh aspek yang dievaluasi. Rata-rata pemahaman dan keterampilan guru meningkat dari 58,5% sebelum workshop menjadi 85,5% setelah workshop, dengan peningkatan sebesar 27%. Peningkatan tersebut meliputi pemahaman konsep pendidikan inklusif, identifikasi kebutuhan peserta didik, pembelajaran berdiferensiasi, penyusunan strategi pembelajaran inklusif, penggunaan media pembelajaran adaptif, dan pengelolaan kelas inklusif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa workshop berbasis praktik dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk memperkuat kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam menghadapi keberagaman peserta didik di daerah tertinggal. Keberlanjutan kegiatan melalui pendampingan dan monitoring diperlukan agar kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten dalam proses pembelajaran.