Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

WORKSHOP NASIONAL METODOLOGI PENELITIAN: MENYELAMI KONSEP DASAR PENDEKATAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF Muhamad Syafii; Mas'ud Muhammadiah; Diah Afrianti Rahayu; Taryana Taryana; Bambang Nugroho; Christian Soleman Imburi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.43759

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk Workshop Nasional Metodologi Penelitian dengan tema “Menyelami Konsep Dasar Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif” yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap dasar-dasar metodologi penelitian. Permasalahan yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah masih banyaknya mahasiswa, dosen, dan praktisi yang mengalami kesulitan dalam menentukan pendekatan penelitian yang tepat sesuai dengan permasalahan yang dikaji, sehingga berpengaruh pada kualitas penelitian yang dihasilkan. Pemahaman yang komprehensif mengenai metodologi penelitian menjadi hal yang sangat penting sebagai fondasi dalam proses penelitian ilmiah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2025 secara daring melalui aplikasi Zoom dan diikuti oleh 28 peserta dari berbagai kalangan. Metode pelaksanaan terdiri dari pemaparan materi oleh narasumber, sesi tanya jawab, dan diskusi interaktif yang membahas secara mendalam karakteristik, kelebihan, dan kekurangan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai perbedaan mendasar kedua pendekatan, serta mampu menentukan metode yang sesuai untuk penelitian mereka. Tingkat partisipasi yang tinggi selama diskusi juga menunjukkan adanya peningkatan ketertarikan dan kepercayaan diri peserta dalam merancang penelitian. Kegiatan ini penting untuk terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas penelitian di berbagai bidang keilmuan.
The Influence of Digital Service Quality, Digital Transformation Readiness, And Academic Process Transparency on Academic Service Quality For Private Higher Education Students Ninda Rachmawati; Firman Aziz; Rio Haribowo; Dewi Febriyanti; Diah Afrianti Rahayu; Desty Endrawati Subroto
EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan (Desember)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/jedu.v4i1.39

Abstract

This study attempts to analyze the influence of Digital Service Quality, Digital Transformation Readiness, and Academic Process Transparency on the Academic Service Quality perceived by students in private higher education in Indonesia. The methodology was quantitative and consisted of a survey applied to students with experience in several academic programs based on digital technology. The participants were selected by using purposive sample technique and the data were collected by using online questionnaires distributed by Google Forms. The data were analyzed using multiple linear regressions. The results show that Digital Service Quality, Digital Transformation Readiness and Academic Process Transparency positively and significantly impact Academic Service Quality perceived by students in private higher education institutions. Academic Process Transparency had more impact than the other two criteria in Academic Service Quality. The results show that the quality of the digital services, the institutional readiness for digital transformation and the openness and transparency of the academic processes are important factors in improving the quality of the academic services received by the students. The results suggest that the private higher education institutions should improve the reliability and usability of digital services, improve the organizational readiness for digital transformation, and provide transparent academic processes that are easy for learners to comprehend and monitor. It is expected that the use of these approaches will contribute to the improvement of the quality of service for students and the competitiveness of private higher education institutions in light of the growing digitalization of higher education.
WORKSHOP STRATEGI PEMBELAJARAN INKLUSIF BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI DAERAH TERTINGGAL Mufida Gunawati; Diah Afrianti Rahayu; Wiwit Agustina; Dany Luqyana Idris; Istiarsyah Istiarsyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.63029

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik untuk memperoleh layanan pembelajaran sesuai dengan karakteristik, kemampuan, dan kebutuhan belajarnya. Namun, penerapan pembelajaran inklusif pada sekolah dasar di daerah tertinggal masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan kompetensi guru dalam mengidentifikasi kebutuhan peserta didik dan merancang strategi pembelajaran yang adaptif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru sekolah dasar dalam menerapkan strategi pembelajaran inklusif yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis workshop yang meliputi tahap persiapan, identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, praktik penyusunan strategi pembelajaran, simulasi, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta penilaian terhadap praktik penyusunan strategi pembelajaran inklusif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta pada seluruh aspek yang dievaluasi. Rata-rata pemahaman dan keterampilan guru meningkat dari 58,5% sebelum workshop menjadi 85,5% setelah workshop, dengan peningkatan sebesar 27%. Peningkatan tersebut meliputi pemahaman konsep pendidikan inklusif, identifikasi kebutuhan peserta didik, pembelajaran berdiferensiasi, penyusunan strategi pembelajaran inklusif, penggunaan media pembelajaran adaptif, dan pengelolaan kelas inklusif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa workshop berbasis praktik dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk memperkuat kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam menghadapi keberagaman peserta didik di daerah tertinggal. Keberlanjutan kegiatan melalui pendampingan dan monitoring diperlukan agar kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten dalam proses pembelajaran.