Amjad Muhammad
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemetaan Tingkat Bahaya dan Zona Keterpaparan Permukiman terhadap Tsunami di Kota Bengkulu Fachri Muhammad Rasyid; Amjad Muhammad; Hafi Munirwan; Adnin Musadri Asbi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 4 (2026): July 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.4.855-869

Abstract

Kota Bengkulu merupakan salah satu wilayah pesisir yang terletak pada jalur subduksi Sunda, sehingga memiliki potensi bahaya gempa bumi dan tsunami. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat bahaya tsunami dan zona keterpaparan spasial kawasan permukiman di Kota Bengkulu sebagai informasi dasar untuk mendukung mitigasi bencana berbasis spasial. Metode yang digunakan adalah pendekatan spasial-kuantitatif melalui analisis weighted overlay dengan mempertimbangkan empat parameter biofisik, yaitu ketinggian, kelerengan, jarak dari garis pantai, dan jarak dari sungai. Data utama diperoleh dari DEMNAS, peta garis pantai, jaringan sungai, jaringan jalan, serta data batimetri. Hasil analisis menunjukkan bahwa kawasan pesisir Kota Bengkulu memiliki konsentrasi kelas bahaya hingga sangat bahaya, terutama di sekitar Pantai Panjang, Kecamatan Ratu Agung, dan Kecamatan Ratu Samban. Sebaliknya, kawasan dengan tingkat bahaya relatif lebih rendah teridentifikasi di Kecamatan Sungai Serut dan Kecamatan Selebar. Analisis keterpaparan menunjukkan bahwa 22,22% luas kawasan permukiman berada pada kelas bahaya dan sangat bahaya, yang menunjukkan adanya konsentrasi keterpaparan spasial permukiman pada zona dengan tingkat bahaya relatif tinggi. Temuan tersebut memberikan informasi spasial mengenai lokasi permukiman yang perlu menjadi perhatian dalam pengendalian pemanfaatan ruang dan perencanaan mitigasi. Hasil pemetaan dapat digunakan sebagai informasi dasar untuk mendukung evaluasi tata ruang, penentuan kebutuhan kajian jalur dan fasilitas evakuasi, serta pengembangan strategi mitigasi kawasan pesisir, dengan penentuan intervensi teknis memerlukan analisis lanjutan mengenai aksesibilitas, kesesuaian penggunaan lahan, kapasitas evakuasi, dan kondisi sosial masyarakat.