Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS UDARA DAN KONDISI LINGKUNGAN PADA KAWASAN LAMPU MERAH SEBAGAI TITIK LALU LINTAS PADAT DI KOTA KUPANG Juliano Tigana Ottu; Erens Nomlen; Dortia Naklui; Gaudensiana M. Pereira; Riki Rivaldo Uas
Jurnal Pertanian Unggul Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL PERTANIAN UNGGUL - APRIL 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran udara akibat emisi kendaraan bermotor merupakan salah satu masalah utama di kawasan perkotaan, terutama pada titik lalu lintas padat seperti persimpangan lampu merah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas udara berdasarkan konsentrasi partikulat PM2.5 dan PM10 pada beberapa kawasan lampu merah sebagai titik lalu lintas padat di Kota Kupang. Pengukuran dilakukan secara observasional insitu di lima lokasi lampu merah, yaitu Strat A Oeba, Patung Kirap Oebobo, Alun‑Alun Kota Kupang, Pulau Indah, dan Oesapa, pada siang hari tanggal 6 November 2025. Parameter yang diukur meliputi PM2.5, PM1.0, PM10, suhu udara, dan kelembapan relatif menggunakan Air Quality Monitoring System (AQMS) dan anemometer digital. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi PM2.5 dan PM10 bervariasi antar lokasi, dengan nilai tertinggi tercatat di kawasan Oesapa (PM2.5 = 19 µg/m³; PM10 = 20 µg/m³) dan terendah di Patung Kirap Oebobo (PM2.5 = 10 µg/m³; PM10 = 12 µg/m³). Secara umum, seluruh nilai PM2.5 dan PM10 masih berada di bawah baku mutu udara ambien nasional, namun lokasi dengan kepadatan lalu lintas tinggi dan waktu tunggu lampu merah yang lebih lama cenderung menunjukkan konsentrasi partikulat yang lebih besar. Temuan ini menegaskan bahwa aktivitas kendaraan bermotor di kawasan lampu merah berkontribusi nyata terhadap peningkatan partikulat udara, dan pentingnya pengelolaan lalu lintas serta penguatan ruang terbuka hijau di sekitar persimpangan untuk menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Kata Kunci : Pencemaran Udara, Kota Kupang, Air Quality Monitoring System (AQMS)
Peran Ruang Terbuka Hijau dalam Mendukung Kesehatan Lingkungan Perkotaan: Studi Kualitas Udara di Kota Kupang Merlintry B.Yulinda Tlonaen; Erens Nomleni
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11866

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan di Kota Kupang dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan tekanan terhadap kualitas lingkungan, khususnya kualitas udara ambien. Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik memiliki peran ekologis penting sebagai penyerap polutan sekaligus penyedia ruang rekreasi yang sehat bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran RTH dalam mendukung kesehatan lingkungan perkotaan melalui studi kualitas udara di empat taman kota Kupang, yaitu Taman Tagepe, Taman Nostalgia, Taman Kota, dan Taman Ina Boi. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional lapangan. Data primer diperoleh melalui pengukuran in situ terhadap parameter PM2,5, PM10, PM1,0, formaldehida (HCHO), TVOC, suhu, kelembapan, serta kecepatan angin pada tanggal 16 Desember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi PM2,5 (15–19 µg/m³) dan PM10 (11–23 µg/m³) di seluruh lokasi berada jauh di bawah Baku Mutu Udara Ambien Nasional sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Meskipun demikian, ditemukan dua anomali: konsentrasi PM1,0 tertinggi di Taman Kota (23 µg/m³) yang diduga bersumber dari emisi kendaraan bermotor, serta konsentrasi HCHO yang sangat tinggi di Taman Nostalgia (137 mg/m³) yang mengindikasikan adanya sumber emisi senyawa organik volatil spesifik. Nilai konstanta kecepatan angin tertinggi tercatat di Taman Kota (5,08), berkorelasi dengan rendahnya konsentrasi PM10, sedangkan vegetasi padat di Taman Tagepe terbukti berperan signifikan dalam menjebak partikulat meskipun kondisi angin cenderung stagnan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas RTH dalam mendukung kualitas udara ditentukan oleh interaksi antara karakteristik vegetasi, faktor meteorologi lokal, dan kedekatan dengan sumber emisi. Temuan ini diharapkan menjadi landasan empiris bagi perencanaan dan pengelolaan RTH yang lebih efektif di Kota Kupang serta kota-kota beriklim tropis kering lainnya.
Karakterisasi Respons Seismik Lokal dan Estimasi Peak Ground Acceleration Berbasis Mikrotremor di Desa Tolnaku, Kabupaten Kupang Erens Nomleni; Merlintry B Y Tlonaen
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 4 (2026): July 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.4.1003-1009

Abstract

Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, merupakan wilayah berbukit yang memerlukan informasi mengenai variasi respons seismik lokal sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi respons seismik lokal berdasarkan frekuensi dominan tanah dan mengestimasi Peak Ground Acceleration (PGA) berbasis data mikrotremor. Pengukuran mikrotremor dilakukan pada 45 titik dengan jarak antartitik sekitar 250 m. Data getaran tanah tiga komponen diproses menggunakan metode Horizontal-to Vertical Spectral Ratio (HVSR) pada perangkat lunak Geopsy untuk memperoleh frekuensi dominan (f0). Estimasi PGA dilakukan menggunakan pendekatan empiris Kanai dengan memanfaatkan periode dominan tanah serta parameter magnitudo, lokasi episenter, dan kedalaman gempa dari katalog gempa historis periode 1900–2014. Nilai f0 berkisar antara 0,125–17,407 Hz, sedangkan estimasi PGA berkisar antara 48,82–569,01 gal. Nilai PGA tertinggi diperoleh pada Titik 26 dengan f0 sebesar 17,407 Hz dan PGA 569,01 gal, sedangkan nilai terendah diperoleh pada Titik 8 dengan f0 sebesar 0,125 Hz dan PGA 48,82 gal. Variasi spasial frekuensi dominan dan PGA menunjukkan adanya heterogenitas respons situs di wilayah penelitian. Peta yang dihasilkan merupakan mikrozonasi seismik awal yang dapat digunakan sebagai informasi pendukung dalam kajian bahaya guncangan tanah dan perencanaan investigasi geologi maupun geoteknik lanjutan.