Pengetahuan lokal yang tumbuh melalui interaksi masyarakat dengan budaya dan lingkungan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran IPA yang kontekstual. Taman Wisata Alam Suranadi memiliki ritual air suci atau melukat yang mengandung nilai spiritual, budaya, dan ekologis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan lokal masyarakat mengenai ritual air suci, menganalisis keterkaitannya dengan konservasi lingkungan, serta merekonstruksinya menjadi konsep-konsep IPA yang relevan untuk pembelajaran berbasis etnosains. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan perspektif etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan studi literatur. Informan ditentukan secara purposive, meliputi pengelola kawasan, tokoh agama, masyarakat lokal, dan pengunjung. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual air suci mengandung nilai konservasi lingkungan berupa penghormatan terhadap sumber mata air, pemeliharaan kebersihan kawasan, pelestarian vegetasi, serta kepatuhan terhadap aturan di kawasan sakral. Pengetahuan lokal tersebut dapat direkonstruksi menjadi konsep ekosistem, komponen biotik dan abiotik, konservasi dan kualitas air, pencemaran lingkungan, serta interaksi manusia dengan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kawasan Suranadi berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran IPA berbasis etnosains yang kontekstual sekaligus mendukung kesadaran lingkungan dan penghargaan terhadap kearifan local.