Yusuf Burhanudin
IAI Persis Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LOCAL QUR'ANIC EXEGESIS AS MORAL PEDAGOGY: A GADAMERIAN READING OF MORAL SUBJECT FORMATION IN PEPELING JEUNG PANGGEUING Roni Nugraha; Lutfi Lukmanul Hakim; Ahmad Humaedi; Yusuf Burhanudin; Vivi Patra Komala
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 15 No 03 (2026): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v15i03.10671

Abstract

This article analyzes local exegesis (tafsir) as a form of moral pedagogy through the articulation of practical Sufism (tasawuf akhlaqi) in the popular Sundanese exegesis Pepeling jeung Panggeuing by Aceng Zakaria. This study is prompted by contemporary trends in moral education that predominantly emphasize normative-performative dimensions, whereas Sufism is frequently relegated to the domain of individual spiritual experiences detached from pedagogical praxis. Utilizing Gadamerian hermeneutics and the perspective of tasawuf akhlaqi, this research examines how amtsal (parables), ‘ibar (lessons), and the fusion of horizons constitute mechanisms for meaning construction that guide the transformation of consciousness and the formation of the moral subject. The findings indicate that Pepeling jeung Panggeuing constructs Qur'anic values as an inner consciousness through a process that moves from Qur'anic understanding and muhasabah (self-reflection) to tazkiyat al-nafs (purification of the soul), value internalization, and social-ethical action. This process integrates reflection and cultural experience in the formation of moral consciousness, through which internalized Qur'anic values are translated into social responsibility.These findings demonstrate that local exegesis functions as a moral pedagogy that integrates spiritual awareness, character formation, and social praxis within the cultural context of Sundanese society. This study contributes to contemporary d moral pedagogy by proposing a conceptual model of moral subject formation grounded in local exegesis and cultural experience.
Puitisasi Akidah Dalam Pendidikan Islam Modernis : Studi Atas Nadhoman Rukun Agama Karya Maman Nurzaman Romli Roni Nugraha nugraha; imas Karyamah; Yusuf Burhanudin; Joyce Basraway; Fayed fauzan
al-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2026): al-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Hidayah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62285/2e2qjk81

Abstract

Kajian ini bertujuan menganalisis bentuk dan fungsi puitisasi akidah dalam Nadhoman Rukun Agama karya Maman Nurzaman Romli sebagai representasi pedagogi keislaman modernis di lingkungan Persatuan Islam (PERSIS). Penelitian menunjukkan bahwa puitisasi akidah dalam nadhoman dibangun melalui artikulasi tauhid, rasionalitas keagamaan, dan peneguhan identitas ideologis muslim modernis. Akidah dikonstruksi sebagai pengetahuan keagamaan yang dapat dipahami melalui bahasa puitis, ritme, repetisi, dan struktur verbal yang mudah diingat. Dimensi estetis tersebut membentuk mekanisme pedagogis yang menghubungkan pemahaman doktrinal dengan pengalaman emosional dan proses penghayatan nilai. Musikalitas dan repetisi berperan sebagai perangkat memorisasi sekaligus media internalisasi yang menjadikan konsep-konsep akidah hadir dalam pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik. Temuan ini memperlihatkan bahwa Nadhoman Rukun Agama merepresentasikan model pendidikan akidah yang mempertautkan rasionalitas, estetika, dan pedagogi dalam satu konstruksi pembelajaran. Puitisasi akidah, dalam konteks ini, menjadi strategi pedagogis untuk mentransformasikan doktrin tauhid dari pengetahuan keagamaan menjadi pengalaman estetis, emosional, dan spiritual.