Abstract. A high and complex workload among faculty members can increase the risk of burnout, particularly when the demands of the three pillars of higher education are not balanced by adequate workload management. This study analyzes the effect of workload on burnout among tenured faculty at the Faculty of Economics and Business, Bandung Islamic University, using a quantitative descriptive and causal-associative approach. The population comprised 67 tenured faculty members for the 2025/2026 academic year, selected through census sampling; 41 valid questionnaires were obtained. Data were collected via a Likert-scale questionnaire and analyzed using the Method of Successive Intervals, validity and reliability tests, descriptive analysis, classical assumption tests, simple linear regression, t-tests, and the coefficient of determination. Results show workload falls into the high category (70.1%), while burnout falls into the moderate category (53.1%). Workload has a positive and significant effect on burnout (t = 3.095, p = 0.004), with a coefficient of determination of 19.7%, indicating workload explains 19.7% of burnout variation while 80.3% stems from other factors. These findings highlight the importance of proportional and equitable workload management to prevent burnout and maintain the quality of academic human resources.Abstrak. Beban kerja dosen yang tinggi dan kompleks dapat meningkatkan risiko burnout, terutama ketika tuntutan tridarma perguruan tinggi tidak diimbangi dengan pengelolaan beban kerja yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja terhadap burnout pada dosen tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan asosiatif kausal. Populasi penelitian berjumlah 67 dosen tetap tahun akademik 2025/2026 dengan teknik sensus sampling, dan diperoleh 41 kuesioner yang layak diolah. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan Method of Successive Interval (MSI), uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier sederhana, uji-t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 70,1%, sedangkan burnout berada pada kategori cukup dengan skor rata-rata 53,1%. Beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout, ditunjukkan oleh nilai t hitung 3,095 dan signifikansi 0,004. Koefisien determinasi sebesar 19,7% menunjukkan bahwa beban kerja menjelaskan 19,7% variasi burnout, sedangkan 80,3% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya pengelolaan beban kerja secara proporsional dan berkeadilan untuk mencegah burnout dan menjaga kualitas sumber daya manusia akademik.