Aditia Wirayudha
Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Motivasi dan Kompetensi terhadap Kinerja ASN pada BKPSDM Kota Bandung Khansa Saffana Zahra Kamilah Prabowo; Allya Roosallyn Assyofa; Aditia Wirayudha
Bandung Conference Series: Business and Management 915-924
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v6i2.24066

Abstract

Abstract. Employee performance is an important aspect in supporting the achievement of organizational goals, particularly in government institutions that are required to provide optimal services. Improving employee performance is influenced by various factors, including motivation and competence. This study aims to determine the levels of motivation, competence, and employee performance, as well as to analyze the effect of motivation and competence on employee performance at BKPSDM of Bandung City. This research employed a quantitative approach using descriptive and verification methods. The population consisted of 84 employees, all of whom were selected as the sample using a saturated sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using IBM SPSS Statistics 25 through instrument testing, classical assumption testing, and hypothesis testing. The results showed that motivation and competence were categorized as high, with percentages of 79.34% and 79.36%, respectively, while employee performance was categorized as very high at 86.10%. Hypothesis testing indicated that motivation and competence, both partially and simultaneously, had a positive and significant effect on employee performance. Abstrak. Kinerja pegawai menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi, khususnya pada instansi pemerintahan yang dituntut memberikan pelayanan optimal. Peningkatan kinerja pegawai dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya motivasi dan kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi, kompetensi, dan kinerja pegawai serta menganalisis pengaruh motivasi dan kompetensi terhadap kinerja pegawai di BKPSDM Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian berjumlah 84 pegawai yang seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 25 melalui uji instrumen, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan kompetensi berada pada kategori tinggi dengan persentase masing-masing sebesar 79,34% dan 79,36%, sedangkan kinerja pegawai berada pada kategori sangat tinggi sebesar 86,10%. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa motivasi dan kompetensi secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
Analisis Faktor Budaya Organisasi pada PT Nagasakti Kurnia Textile Mills dengan Pendekatan CFA Riska Widya Arrum; Allya Roosallyn Assyofa; Aditia Wirayudha
Bandung Conference Series: Business and Management 795-802
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v6i2.25211

Abstract

Abstract. Organizational culture is an important factor influencing organizational effectiveness in achieving corporate goals. This study aims to analyze organizational culture factors at PT Nagasakti Kurnia Textile Mills using a Confirmatory Factor Analysis (CFA) approach. The factors examined include the Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI), Leadership, and Behavior Norms. Data were collected through questionnaires distributed to 308 employees selected using proportional stratified random sampling. Data analysis employed a quantitative approach using CB-SEM with SmartPLS 4 software, supported by interviews with three informants from different organizational levels. The results indicate that all three constructs are valid and reliable organizational culture factors. The OCAI construct retained 6 of 12 indicators, while the Leadership and Behavior Norms constructs retained 9 and 10 indicators, respectively. Market Culture emerged as the most strongly confirmed dimension. These findings indicate that organizational culture at PT Nagasakti Kurnia Textile Mills is formed through a combination of OCAI, Leadership, and Behavior Norms, with varying levels of factor confirmation across the constructs. Abstrak. Budaya organisasi merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor budaya organisasi pada PT Nagasakti Kurnia Textile Mills menggunakan pendekatan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Faktor yang diuji meliputi Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI), Leadership, dan Behavior Norms. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 308 karyawan yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan CB-SEM melalui perangkat lunak SmartPLS 4 dan didukung wawancara terhadap tiga narasumber dari level jabatan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga konstruk terbukti valid dan reliabel sebagai faktor pembentuk budaya organisasi. Konstruk OCAI mempertahankan 6 dari 12 indikator, sedangkan konstruk Leadership dan Behavior Norms masing-masing mempertahankan 9 dan 10 indikator. Dimensi Market Culture menjadi dimensi yang paling kuat terkonfirmasi. Temuan ini menunjukkan bahwa budaya organisasi di PT Nagasakti Kurnia Textile Mills terbentuk melalui kombinasi OCAI, Leadership, dan Behavior Norms.
Analisis HRP Melalui Optimalisasi Talenta Internal Badan Layanan Umum Instansi XYZ Farid Hidayatulloh; Allya Roosallyn Assyofa; Aditia Wirayudha
Bandung Conference Series: Business and Management 835-842
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v6i2.25394

Abstract

Abstract. This study aims to analyze human resource planning and succession planning at the Institute XYZ. With the transformation of Institute XYZ into a Public Service Agency (BLU), an optimal human resource management strategy is needed to address operational vacancies amidst the centralization of the procurement system. The research method used was a qualitative case study approach. Data collection included interviews, observations, and document studies. The results indicate that Institute XYZ does not yet have an objective and structured employee mapping system, resulting in the filling of vacancies using additional assignment policies. Therefore, the researcher recommends the development of a more structured succession planning system, including the creation of a Nine-Box Matrix and the formation of an internal assessment team. With comprehensive succession planning, PT XYZ can optimize the potential of its internal human resources more effectively and professionally. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan sumber daya manusia dan perencanaan suksesi di Instansi XYZ. Dengan transformasi status Instansi XYZ menjadi Badan Layanan Umum (BLU), diperlukan adanya strategi pengelolaan sumber daya manusia yang optimal untuk mengatasi kekosongan jabatan operasional ditengah sentralisasi sistem pengadaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instansi XYZ belum memiliki sistem pemetaan pegawai yang objektif dan terstruktur, sehingga pengisian kekosongan jabatan dilakukan menggunakan kebijakan tambahan penugasan. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan penyusunan sistem perencanaan suksesi yang lebih terstruktur, serta pembuatan Matrix Sembilan Kotak dan pembentukan tim penilai internal. Dengan adanya perencanaan suksesi yang komprehensif, Instansi XYZ dapat mengoptimalkan potensi sumber daya manusia internalnya secara lebih efektif dan profesional.
Pengaruh Profesionalisme dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Asfindo Sukabumi Radhya mizan tiara; Allya Roosallyn Assyofa; Aditia Wirayudha
Bandung Conference Series: Business and Management 1111-1118
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v6i2.26274

Abstract

Abstract. Professionalism and work discipline are factors that influence employee performance within a company. This study was motivated by the ongoing issues at PT. Asfindo Sukabumi, such as a lack of compliance with Standard Operating Procedures (SOPs), low sense of responsibility, tardiness, and poor coordination among employees, all of which have resulted in suboptimal performance. This study aims to analyze the influence of professionalism and work discipline on employee performance at PT. Asfindo Sukabumi, both partially and simultaneously. The method used is quantitative with a descriptive-verificative approach. The research sample was determined using purposive sampling. Data were collected through the distribution of questionnaires and analyzed using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing. The results indicate that employee professionalism falls into the “very high” category, while work discipline is in the “moderate” category, and employee performance is in the “very high” category. Both partially and simultaneously, professionalism and work discipline have a positive and significant effect on employee performance. These findings indicate that enhancing professionalism and consistently enforcing work discipline can improve employee performance. Therefore, the company needs to strengthen competency development, improve compliance with regulations, and foster a professional work culture to support the achievement of optimal organizational performance. Abstrak. Profesionalisme dan disiplin kerja merupakan faktor yang memengaruhi kinerja karyawan dalam suatu perusahaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya permasalahan di PT. Asfindo Sukabumi, seperti kurangnya kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), rendahnya tanggung jawab, keterlambatan kehadiran, serta lemahnya koordinasi antarkaryawan yang berdampak pada belum optimalnya kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profesionalisme dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT. Asfindo Sukabumi, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif verifikatif. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, serta pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme karyawan berada pada kategori sangat tinggi, sedangkan disiplin kerja berada pada kategori cukup dan kinerja karyawan berada pada kategori sangat tinggi. Secara parsial maupun simultan, profesionalisme dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan profesionalisme dan penerapan disiplin kerja secara konsisten dapat meningkatkan kinerja karyawan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat pengembangan kompetensi, meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan, serta membangun budaya kerja yang profesional guna mendukung pencapaian kinerja organisasi yang optimal.
Beban Kerja dan Burnout Dosen Chotibbul Umam; Sri Suwarsi; Aditia Wirayudha
Bandung Conference Series: Business and Management 1119-1126
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v6i2.26281

Abstract

Abstract. A high and complex workload among faculty members can increase the risk of burnout, particularly when the demands of the three pillars of higher education are not balanced by adequate workload management. This study analyzes the effect of workload on burnout among tenured faculty at the Faculty of Economics and Business, Bandung Islamic University, using a quantitative descriptive and causal-associative approach. The population comprised 67 tenured faculty members for the 2025/2026 academic year, selected through census sampling; 41 valid questionnaires were obtained. Data were collected via a Likert-scale questionnaire and analyzed using the Method of Successive Intervals, validity and reliability tests, descriptive analysis, classical assumption tests, simple linear regression, t-tests, and the coefficient of determination. Results show workload falls into the high category (70.1%), while burnout falls into the moderate category (53.1%). Workload has a positive and significant effect on burnout (t = 3.095, p = 0.004), with a coefficient of determination of 19.7%, indicating workload explains 19.7% of burnout variation while 80.3% stems from other factors. These findings highlight the importance of proportional and equitable workload management to prevent burnout and maintain the quality of academic human resources.Abstrak. Beban kerja dosen yang tinggi dan kompleks dapat meningkatkan risiko burnout, terutama ketika tuntutan tridarma perguruan tinggi tidak diimbangi dengan pengelolaan beban kerja yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja terhadap burnout pada dosen tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan asosiatif kausal. Populasi penelitian berjumlah 67 dosen tetap tahun akademik 2025/2026 dengan teknik sensus sampling, dan diperoleh 41 kuesioner yang layak diolah. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan Method of Successive Interval (MSI), uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier sederhana, uji-t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 70,1%, sedangkan burnout berada pada kategori cukup dengan skor rata-rata 53,1%. Beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout, ditunjukkan oleh nilai t hitung 3,095 dan signifikansi 0,004. Koefisien determinasi sebesar 19,7% menunjukkan bahwa beban kerja menjelaskan 19,7% variasi burnout, sedangkan 80,3% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya pengelolaan beban kerja secara proporsional dan berkeadilan untuk mencegah burnout dan menjaga kualitas sumber daya manusia akademik.
Analisis Faktor Preferensi Kerja Mahasiswa Tingkat Akhir Generasi Z Kota Bandung Berdasarkan Work Preference Indicator (WPI) dengan Pendekatan Confirmatory Factor Analysis (CFA) Ikrimah Dhuha Kholida; Allya Roosallyn Assyofa; Aditia Wirayudha
Bandung Conference Series: Business and Management 1183-1192
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v6i2.26295

Abstract

Abstract. The increasing dominance of Generation Z in the workforce has encouraged organizations to understand the characteristics of prospective employees before they enter the labor market. From the perspective of Human Resource Planning (HRP), understanding individual characteristics is essential to support recruitment and selection processes. This study aims to examine the work preference factor structure of final-year Generation Z students in Bandung based on the Work Preference Indicator (WPI). This study employed a quantitative approach using Confirmatory Factor Analysis (CFA). The sample consisted of 380 final-year Generation Z students in Bandung selected through purposive sampling. The research instrument was adapted from the Work Preference Indicator (WPI), comprising 75 statement items. Data were analyzed using SmartPLS 4. The results showed that all work preference factors were categorized as appropriate, with Flexibility obtaining the highest mean score. CFA confirmed that work preferences consisted of four dimensions—Learning Styles, Work Values, Work Interests, and Personality Temperament—comprising 17 work preference factors. After measurement model modification, 19 indicators met the criteria for factor loading, convergent validity, construct reliability, and discriminant validity. The findings support the relevance of Human Resource Planning (HRP) and Person–Organization Fit (P–O Fit) in explaining the work preferences of final-year Generation Z students. Abstrak. Perkembangan Generasi Z sebagai kelompok yang mulai mendominasi angkatan kerja mendorong organisasi untuk memahami karakteristik calon tenaga kerja sebelum memasuki dunia kerja. Dalam perspektif Human Resource Planning (HRP), informasi mengenai karakteristik individu diperlukan untuk mendukung proses recruitment dan selection. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana struktur faktor preferensi kerja mahasiswa tingkat akhir Generasi Z di Kota Bandung berdasarkan instrumen Work Preference Indicator (WPI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA). Sampel penelitian terdiri atas 380 mahasiswa tingkat akhir Generasi Z di Kota Bandung yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian diadaptasi dari Work Preference Indicator (WPI) yang terdiri atas 75 indikator, analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh faktor preferensi kerja berada pada kategori sesuai, dengan faktor Flexibility memperoleh nilai rata-rata tertinggi. Analisis CFA mengonfirmasi bahwa preferensi kerja mahasiswa tingkat akhir Generasi Z terdiri atas empat dimensi, yaitu Learning Styles, Work Values, Work Interests, dan Personality Temperament, yang mencakup 17 faktor preferensi kerja. Setelah modifikasi model, diperoleh 19 indikator yang memenuhi kriteria factor loading, validitas konvergen, reliabilitas konstruk, dan validitas diskriminan. Temuan ini mendukung relevansi Human Resource Planning (HRP) dan Person–Organization Fit (P–O Fit) dalam menjelaskan preferensi kerja mahasiswa tingkat akhir Generasi Z.