Desa Tahtul Yaman, Kota Jambi, menghadapi tantangan ganda berupa pembatasan ekonomi kelompok Ibu Rumah Tangga (IRT) dan risiko stunting pada anak balita. Salah satu potensi ekonomi warga adalah usaha kerupuk kemplang bakar berbahan dasar ikan tenggiri yang kaya protein, namun tetap diproduksi secara tradisional dengan kapasitas rendah (7 bungkus/jam) dan bergantung pada cuaca untuk pengeringan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mentransformasi kemplang bakar menjadi camilan sehat berbasis pangan lokal sebagai instrumen penguatan ekonomi sekaligus pencegahan stunting. Metode pelaksanaannya meliputi lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan manajemen dan pemasaran digital, penerapan teknologi (mesin oven pengering multiguna dan tungku pemanggang standar), pendampingan, serta evaluasi program kemiskinan yang dilaksanakan selama delapan bulan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi dari 7 menjadi 10-14 bungkus per jam, penurunan waktu pengeringan dari dua hari menjadi sekitar delapan jam, serta seluruh mitra tidak mampu membuang keuangan usaha dan menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP). Rebranding kemasan dan pemasaran digital melalui media sosial memperluas jangkauan pasar hingga wisatawan di kawasan Gentala Arasy. Program ini juga mendorong terbentuknya Kelompok Usaha Bersama (KUB) sebagai wadah keinginan usaha. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi teknologi yang tepat guna yang terintegrasi dengan usaha manajemen dan edukasi gizi mampu meningkatkan pendapatan mitra sekaligus berkontribusi pada pencegahan stunting berbasis pangan lokal.