Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ESTIMASI BERAT DAN VOLUME SERTA IDENTIFIKASI KEMATANGAN BUAH PINANG BERBASIS PENGOLAHAN CITRA DIGITAL Diana Daulay; Anna Anggraini; Igef Rasinta; Rido Saputra; Fatkhul Rohman; Melvi Viyona; Latifa Aini
JOISIE (Journal Of Information Systems And Informatics Engineering) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/joisie.v10i1.5950

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem pengolahan citra digital untuk mengestimasi berat dan volume serta mengidentifikasi tingkat kematangan buah pinang (Areca catechu L.) sebagai metode evaluasi pascapanen yang objektif, cepat, dan tidak merusak. Sebanyak 180 sampel buah pinang (90 buah mentah dan 90 buah matang) diperoleh menggunakan kamera DSLR dengan latar belakang putih dan diproses menggunakan MATLAB. Tahapan pengolahan citra meliputi konversi RGB ke skala keabuan, peningkatan kontras, deteksi tepi Sobel, operasi morfologi, serta ekstraksi fitur. Karakteristik geometris digunakan untuk pemodelan estimasi berat dan volume, sedangkan parameter warna CIELAB digunakan untuk menentukan tingkat kematangan buah. Buah matang menunjukkan nilai L* (40,18 ± 5,07) dan b* (43,28 ± 7,26) yang lebih tinggi dibandingkan buah mentah (32,45 ± 2,15 dan 25,16 ± 1,47). Buah mentah memiliki nilai a* yang lebih rendah (-6,12 ± 0,57), yang menunjukkan dominasi warna hijau yang lebih kuat. Model estimasi berat menghasilkan tingkat akurasi yang tinggi, yaitu mencapai 98,70% pada buah mentah dan 98,55% pada buah matang. Estimasi volume juga menunjukkan performa yang baik dengan akurasi 99,11% pada buah mentah dan 96,66% pada buah matang. Integrasi fitur warna dan geometris memungkinkan proses estimasi sifat fisik serta klasifikasi kematangan dilakukan secara bersamaan dengan tingkat akurasi yang tinggi, sehingga dapat menjadi solusi pendukung untuk otomatisasi proses pascapanen buah pinang.
Pengembangan Kemplang Bakar sebagai Cemilan Sehat Berbasis Pangan Lokal untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat dan Pencegahan Stunting di Desa Tahtul Yaman, Jambi Hafizah Hafizah; Anna Anggraini; Denok Tri Hardiningsih; Muhammad Alim Pramadya; Muhammad Irfan Meydiansyah; Uswatun Hasanah Nursal; Deputra Bintang Herlambang; M. Daffa Ayury Merbawanto; Zilzikridini Wijayanti; Zahra Frizki Asty; Deki Irawan
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 8 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i8.3934

Abstract

Desa Tahtul Yaman, Kota Jambi, menghadapi tantangan ganda berupa pembatasan ekonomi kelompok Ibu Rumah Tangga (IRT) dan risiko stunting pada anak balita. Salah satu potensi ekonomi warga adalah usaha kerupuk kemplang bakar berbahan dasar ikan tenggiri yang kaya protein, namun tetap diproduksi secara tradisional dengan kapasitas rendah (7 bungkus/jam) dan bergantung pada cuaca untuk pengeringan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mentransformasi kemplang bakar menjadi camilan sehat berbasis pangan lokal sebagai instrumen penguatan ekonomi sekaligus pencegahan stunting. Metode pelaksanaannya meliputi lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan manajemen dan pemasaran digital, penerapan teknologi (mesin oven pengering multiguna dan tungku pemanggang standar), pendampingan, serta evaluasi program kemiskinan yang dilaksanakan selama delapan bulan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi dari 7 menjadi 10-14 bungkus per jam, penurunan waktu pengeringan dari dua hari menjadi sekitar delapan jam, serta seluruh mitra tidak mampu membuang keuangan usaha dan menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP). Rebranding kemasan dan pemasaran digital melalui media sosial memperluas jangkauan pasar hingga wisatawan di kawasan Gentala Arasy. Program ini juga mendorong terbentuknya Kelompok Usaha Bersama (KUB) sebagai wadah keinginan usaha. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi teknologi yang tepat guna yang terintegrasi dengan usaha manajemen dan edukasi gizi mampu meningkatkan pendapatan mitra sekaligus berkontribusi pada pencegahan stunting berbasis pangan lokal.