Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memetakan kebutuhan literasi masyarakat rentan, mendukung validasi sasaran Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), serta merumuskan pendekatan pemberdayaan yang relevan dengan kondisi sosial-ekonomi warga Desa Sayang. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan warga dan pemangku kepentingan desa, verifikasi kondisi rumah tangga sasaran, identifikasi kebutuhan literasi, serta dukungan awal berupa sarana pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa persoalan literasi tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan keterbatasan akses terhadap bahan bacaan dan fasilitas belajar, rendahnya motivasi belajar, dukungan sosial yang belum optimal, serta tekanan ekonomi rumah tangga. Validasi lapangan juga memperlihatkan pentingnya ketepatan data sebagai dasar penentuan sasaran program. Kegiatan ini menghasilkan rekomendasi penguatan literasi fungsional yang terhubung dengan kebutuhan sehari-hari dan penghidupan masyarakat, disertai penguatan kolaborasi antara warga, pemerintah desa, dan perguruan tinggi. Dukungan sarana pertanian diposisikan sebagai intervensi awal yang perlu diikuti pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Pendekatan terpadu berbasis data dan kebutuhan lokal dinilai lebih relevan dibandingkan program literasi yang berdiri sendiri.