Rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah secara keseluruhan menjadi salah satu pendorong dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini dilakukan untuk melihat dampak dari penerapan model pembelajaran Inquiry Training yang didukung oleh media Articulate Storyline dalam mengoptimalkan kemampuan pemecahan masalah terintegrasi peserta didik pada materi energi terbarukan di SMA Negeri 2 Kesuma Bangsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi-experiment, khususnya jenis Nonequivalent Control Group Design. Penentuan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode penngambilan sampel teknik Cluster Random Sampling, yaitu dengan melibatkan 42 siswa, terdiri dari 21 siswa untuk kelas X-2 sebagai kelas kontrol dan 21 siswa untuk kelas X-1 sebagai kelas eksperimen. Data penelitian dikumpulkan menggunakan instrumen tes esai dengan 6 soal yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan dalam bentuk pre-test dan post-test. Data penelitiaa ini dianalisis dengan melakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan juga uji hipotesis menggunakan metode Independent Samples t-Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata perolehan nilai pre-test dan post-test pada kelas eksperimen masing-masing adalah 32,65 dan 82,19, sementara pada kelas kontrol sebesar 30,01 dan 71,24. Pengujian hipotesis menunjukkan nilai nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran Inquiry Training yang didukung oleh media Articulate Storyline dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah secara terintegrasi.