Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Gampong Implementation of School Accreditation in Improving the Quality of Education in SD Negeri Jawa Muttakin; Widya; Riza Andriani; Amam Taufiq Hidayat; Mice Putri Afriyani; Bakhtiar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 1 No. 5 (2022): December 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmf.v1i5.2141

Abstract

SD Negeri Gampong Jawa is one of the elementary schools in Langsa City, Aceh. SD Negeri Gampong Jawa has completed a series of re-accreditation activities, from meeting the requirements to filling in the accreditation instruments and field assessments. This Community Service activity is a field assessment for accreditation activities at SD Negeri Gampong Jawa, Lhokseumawe City. The results of school accreditation include four components: quality of graduates, learning process, teacher quality, and school management. Based on the assessment results, information was obtained that SD Negeri Gampong Jawa applied good quality standards for the four components above. Then, the assessor provides recommendations to the school principal for continuous improvement of the school. The Head of Gampong Public Elementary School accepts the recommendations given well and is committed to implementing them in the future.
PENERAPAN MEDIA WORD SQUARE PADA MATERI STRUKTUR ATOM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Muttakin Muttakin; Ucia Mahya Dewi; Arlin Maya Sari; Riza Andriani; Tulus Setiawan
Relativitas: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, UNIVERSITAS MA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/relativitas.v5i2.9941

Abstract

Pembelajaran dikelas dapat berjalan dengan baik jika proses pembelajaran juga berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa terhadap penerapan media Word Square dalam pembelajaran kimia pada materi struktur atom, mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan media Word Square pada materi struktur atom dan mengetahui respon siswa terhadap penerapan media Word Square dalam pembelajaran kimia pada materi struktur atom. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi, tes berupa pre-test dan post-test dan angket respon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Aktivitas belajar siswa terhadap penggunaan media pembelajaran word square pada materi struktur atom sangat baik, berturut-turut sebesar 79,17 dan 83,00. (2) Hasil belajar siswa terhadap penggunaan media pembelajaran word square pada materi struktur atom yaitu sebesar 92,59. (3) Respon siswa terhadap penggunaan media pembelajaran word square pada materi struktur atom sangat positif, yaitu sebesar 91,66 dan respon negatif yaitu sebesar 8,33.
Pelatihan Penulisan Cerita Anak Bergambar Berbasis E-Book: Transformasi Literasi Digital Muhammad Iqbal; Widya Widya; Riza Andriani; M Rafli Al Thoriq Mustafa; Faisal Faisal
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 3 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i3.20120

Abstract

Program "Pelatihan Penulisan Cerita Anak Bergambar Berbasis E-book" yang diinisiasi oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Aceh Timur bertujuan untuk mengatasi masalah literasi dan pelestarian budaya di Aceh Timur. Sebelum pelatihan, banyak guru yang kurang familier dengan teknik papan cerita dan alat desain, yang mengakibatkan narasi yang kurang terstruktur dan buku bergambar yang berkualitas rendah. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun cerita anak yang terstruktur dan merancang buku bergambar yang menarik dengan mengangkat budaya lokal Aceh. Metode pelatihan yang digunakan meliputi pendekatan praktis, memperkenalkan peserta pada teknik storyboarding dan perangkat lunak seperti Adobe InDesign dan Heyzine Flipbook. Evaluasi pasca-pelatihan menunjukkan kemajuan signifikan: guru berhasil membuat papan cerita dengan nilai rata-rata 8,7/10 dan mencapai nilai rata-rata keterampilan desain sebesar 8,9/10. Program ini menghasilkan 10 buku cerita anak, lima dalam format cetak dan lima dalam format e-book, yang menampilkan cerita rakyat Aceh dan budaya lokal. Keberhasilan program terletak pada fokus ganda dalam meningkatkan literasi dan melestarikan warisan budaya. Dengan mengintegrasikan teknologi digital dengan storytelling tradisional, program ini telah memperluas akses siswa ke bahan bacaan yang relevan secara budaya dan mendukung literasi digital. Dampak positif pada keterampilan guru dan keterlibatan siswa menyoroti efektivitas program dalam menangani kebutuhan pendidikan dan budaya lokal.
Validity of a Physics E-Module Based on Creative Problem Solving Model Integrated With Renewable Energy Widya; Fajrul Wahdi Ginting; Muhammad Iqbal; Riza Andriani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.5959

Abstract

E-modules are one of the teaching materials that can support the goals of an independent curriculum because with e-modules students can learn easily, can be accessed anywhere and at any time. The CPS model can train students to be skilled and creative in solving problems. One of the characteristics that needs to be integrated in teaching materials is energy saving. The aim of the research is to produce e-modules that meet the criteria of being feasible, practical and effective in improving student learning outcomes. This e-module was developed through research and development using the EDR (Educational Design Research) model with the following stages: analysis and exploration, design and construction, and evaluation and reflection. The Physics E-Module was developed for Work and Energy material which was developed based on Creative Problem Solving steps. Then this e-module also contains information about renewable energy and several energy saving invitations to students. The physics e-module that was developed met the very valid criteria, with detailed scores: 87.5 for the content suitability category, 87.5 for the e-module presentation category, 95.45 for the graphics category, and 91.67 for the language category. Thus, the physics e-module received a very valid assessment for all validation categories.
Digital Assessment Tools: As a Media for Assesing High School Science Learning Mellyzar Mellyzar; Riza Andriani; Isna Rezkia Lukman; Muttakin Muttakin; Eva Wati; Ali Imron Pasaribu; Mhd. Ridwan Fadli
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 3 (2024): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i3.6416

Abstract

This research is to produce a suitable digital assessment tool for high school students' in chemical literacy with validity, reliability, levels of difficulty and discrimination power. The research metodology is Research and Development (R&D) using the Oriondo and Dallo-Antonio model. The research stages include planning the test instrument, testing, determining empirical validity, determining reliability, and interpreting test scores. In the planning (instrument creation), where the validation score estimates by experts in content, language, construction, and media are above 0.8, indicating that the test instrument is considered suitable for further testing to estimate validity, reliability, difficulty levels, and discrimination power. Out of the 25 developed questions, 24 fit the Rasch model. The reliability of Instrument Part I is 0.67, and Part II is 0.65, falling into the "sufficient" category. The questions exhibit varied difficulty levels, ranging from very easy to very difficult, with a standard deviation (SD) of 0.21 for Part I and 0.14 for Part II. The separation achieved by Instrument Part I is into 4 ability groups, while Instrument Part II separates into 2 ability groups. The distractors for multiple-choice questions fall into the "good" and "very good" categories, fulfilling their intended function effectively.
Pendampingan Restorasi Mesin dan Kelistrikan Motor Terdampak Banjir di Kawasan Kampus Universitas Malikussaleh Taufiq; Islami Fatwa; Riza Andriani
PUSAKA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : MANDAILING GLOBAL EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62945/pusaka.v2i2.835

Abstract

Banjir yang melanda kawasan Kampus Universitas Malikussaleh berdampak langsung pada sepeda motor milik civitas akademika yang terendam air, sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan pada sistem mesin dan kelistrikan kendaraan. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan performa, gangguan operasional, hingga risiko keselamatan apabila tidak segera ditangani dengan prosedur teknis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan sepeda motor akibat banjir serta melaksanakan pendampingan restorasi mesin dan sistem kelistrikan guna mengembalikan fungsi kendaraan secara aman dan optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, pendataan tingkat kerusakan, pelaksanaan pendampingan restorasi teknis, serta edukasi kepada pemilik kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sepeda motor mengalami pencemaran oli mesin, gangguan pada sistem pengapian, serta potensi terjadinya korsleting pada komponen kelistrikan. Proses restorasi dilakukan melalui pengurasan dan penggantian oli, pembersihan serta pengeringan komponen mesin, dan pemeriksaan serta perbaikan sistem kelistrikan. Kegiatan pendampingan ini tidak hanya berhasil memulihkan fungsi sepeda motor, tetapi juga meningkatkan pemahaman civitas akademika mengenai perawatan kendaraan pascabanjir serta langkah-langkah mitigasi kerusakan di masa mendatang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pelaksanaan program pendampingan teknis kendaraan bermotor pascabencana di lingkungan kampus maupun komunitas serupa.
Analisis Integrasi SDGs dalam Pembelajaran Fisika dan Dampaknya Terhadap Sustainability Awareness Siswa SMA Kota Lhokseumawe Widya Widya; Riza Andriani; Nurul Fadieny; Dila Trianasari; Nabila Putri Hardianti Lubis
Kappa Journal Vol 9 No 3 (2025): Kappa Journal
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i3.32983

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat integrasi Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pembelajaran fisika di SMA Kota Lhokseumawe serta hubungannya dengan sustainability awareness siswa. Menggunakan pendekatan kuantitatif-metode survei, data dikumpulkan dari 12 guru fisika (purposive sampling) dan 173 siswa (stratified random sampling) dengan angket tervalidasi. Integrasi SDGs diukur pada lima komponen (tujuan, materi, metode, media, penilaian), sedangkan sustainability awareness mencakup tiga dimensi (kognitif, afektif, perilaku). Hasil menunjukkan integrasi SDGs oleh guru berada pada kategori sangat baik (skor total 85), dengan kontribusi tertinggi pada materi(90,28), diikuti metode (86,11), tujuan (85,42), media (85,42), dan terendah penilaian (77,78). Rata-rata sustainability awareness siswa berada pada kategori baik (77,50), dengan urutan afektif tertinggi (80,00), kognitif (77,23), dan perilaku terendah (75,29), mengindikasikan adanya kesenjangan pengetahuan–sikap terhadap perilaku nyata (attitude–behavior gap). Uji korelasi Spearman memperlihatkan hubungan negatif lemah namun signifikan antara integrasi SDGs dan sustainability awareness (ρ = −0,271; p < 0,01). Temuan ini ditafsirkan sebagai indikasi ketidaksesuaian antara perencanaan dan implementasi, perbedaan indikator guru–siswa, serta minimnya asesmen autentik yang menilai aksi berkelanjutan. Kebaruan studi ini terletak pada analisis simultan yang menghubungkan tingkat integrasi guru dan sustainability awareness siswa secara komprehensif dalam konteks lokal Lhokseumawe—sebuah perspektif yang belum banyak dieksplorasi pada penelitian sebelumnya. Implikasi praktis menekankan penguatan strategi berbasis aksi (project/service learning kontekstual) dan penilaian autentik (portofolio proyek, rubrik sikap, jurnal refleksi) agar capaian kognitif–afektif terkonversi menjadi perilaku berkelanjutan. Studi lanjutan disarankan menguji jalur kausal secara longitudinal/eksperimental serta menyelaraskan konstruk pengukuran guru–siswa.
Performance Evaluation of Solar-Powered Hydrothermal Equipment for Rice Husk Biomass Treatment Martunis; Adi Setiawan; Abubakar Dabet; Jumadi Rusli; Riza Andriani; Gunawati
Journal of Renewable Energy, Electrical, and Computer Engineering Vol. 6 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Malikussaleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jreece.v6i1.23926

Abstract

This study aims to analyze the performance of a solar-powered hydrothermal reactor with a capacity of 1 liter, utilizing a parabolic solar collector in the heating process of rice husk. The use of solar energy as an alternative heat source is expected to reduce dependence on fossil fuels and support the development of environmentally friendly technologies. This research employs an experimental method with a quantitative analysis approach. Two variations of raw material mixing ratios were tested: a 1:1 ratio (1 kg of water: 1 kg of rice husk) and a 1:2 ratio (500 grams of rice husk: 1 kg of water). Each ratio was tested three times, monitoring parameters such as material temperature, pressure, ambient temperature, and solar light intensity over a period of 3 hours. The results indicate that the hydrothermal device can achieve a maximum temperature of up to 135°C and a maximum pressure of 36 psi. The highest average temperature was obtained at the 1:1 ratio, measuring 95.46°C, while the 1:2 ratio yielded 85.80°C, demonstrating a significant difference in heating effectiveness. The effectiveness of the solar collector is highly dependent on solar light intensity and weather conditions. This study concludes that the parabolic solar collector is effective as a heat source in small-scale hydrothermal systems and has great potential for application in the processing of biomass waste based on renewable energy in tropical regions.
Edukasi Perubahan Iklim Berbasis Aksi Lingkungan: Upaya Meningkatkan Kesadaran dan Partisipasi Siswa melalui Seminar dan Penanaman Pohon Syafrizal Idris; Muliani Muliani; Nanda Novita; Riza Andriani; Najiha Sabrina
Jurnal Vokasi Vol 10, No 2 (2026): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i2.9112

Abstract

Perubahan iklim merupakan permasalahan global yang berdampak signifikan terhadap lingkungan dan kehidupan manusia, seperti peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, serta meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi. Namun, kesadaran dan pemahaman generasi muda terhadap isu ini masih relatif rendah, khususnya dalam implementasi nyata di lingkungan sekolah. Kondisi ini juga terlihat di SMAN 2 Sawang, di mana potensi lingkungan sekolah untuk penghijauan belum dimanfaatkan secara optimal serta belum adanya program terstruktur yang mendukung aksi mitigasi perubahan iklim. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan partisipasi siswa terhadap isu perubahan iklim melalui pendekatan edukasi berbasis aksi lingkungan. Pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan monitoring. Kegiatan inti berupa seminar edukatif tentang global warming dan dampaknya, serta aksi penanaman pohon sebagai bentuk implementasi nyata. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang ditandai dengan kemampuan menjelaskan konsep, keaktifan dalam diskusi, serta perubahan sikap yang lebih peduli terhadap lingkungan. Selain itu, kegiatan penanaman pohon mendorong keterlibatan aktif siswa dalam menjaga dan merawat lingkungan sekolah. Dengan demikian, integrasi edukasi dan aksi nyata efektif dalam membentuk perilaku pro-lingkungan pada generasi muda dalam upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Sekolah Melalui Implementasi ESD (Education for Sustainable Development) dalam Pengolahan Ampas Tebu Menjadi Briket Ramah Lingkungan Muliani Muliani; Islami Fatwa; Riza Andriani; Nanda Novita; Sri Rahayu Retnowulan
JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan Edukasi Vol. 5 No. 1 (2026): JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan Edukasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/jaliye.v5i1.1350

Abstract

Permasalahan limbah organik, khususnya ampas tebu, masih menjadi isu lingkungan yang perlu dikelola secara produktif melalui pendidikan berbasis keberlanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat sekolah melalui implementasi Education for Sustainable Development (ESD) dalam pengolahan ampas tebu menjadi briket ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 7 Lhokseumawe dengan melibatkan siswa sebagai peserta utama. Metode pelaksanaan meliputi observasi kebutuhan mitra, koordinasi dengan pihak sekolah, sosialisasi, penguatan materi tentang ESD, limbah biomassa, dan energi alternatif, praktik pembuatan briket, serta evaluasi kegiatan. Proses pembuatan briket dilakukan melalui tahapan pengeringan ampas tebu, pembakaran menjadi arang, penghalusan, pencampuran dengan perekat, pencetakan, dan pengeringan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami potensi ampas tebu sebagai bahan baku energi alternatif dan mampu mempraktikkan pengolahan limbah menjadi briket. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran lingkungan, keterampilan praktis, kerja sama, dan kepedulian siswa terhadap pengelolaan limbah di lingkungan sekolah. Program ini mendapat respon positif karena relevan dengan kebutuhan pembelajaran berbasis projek. Dengan demikian, implementasi ESD melalui pengolahan ampas tebu menjadi briket dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat sekolah yang mendukung literasi lingkungan, mitigasi pencemaran, dan budaya keberlanjutan secara berkelanjutan lokal.