Christ Kartika R
Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN BORAKS TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN MENCIT (MUS MUSCULUS) SEBAGAI INDIKATOR ANEMIA Titis Cahyaningrum; Lully Hanni Endarini; Wisnu Istanto; Christ Kartika R
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62478

Abstract

Boraks merupakan bahan kimia berbahaya yang masih sering disalahgunakan sebagai bahan tambahan pangan untuk meningkatkan kekenyalan dan daya simpan makanan, meskipun penggunaannya telah dilarang karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, salah satunya anemia akibat kerusakan eritrosit oleh radikal bebas yang dihasilkan boraks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian boraks terhadap kadar hemoglobin sebagai indikator anemia pada mencit (Mus musculus). Penelitian eksperimental kuantitatif dengan desain Posttest Only Control Group ini menggunakan 32 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol (C), kelompok dosis 1 (KP1) 1,51 mg/kgBB, kelompok dosis 2 (KP2) 3,02 mg/kgBB, dan kelompok dosis 3 (KP3) 4,52 mg/kgBB. Boraks diberikan secara oral (gavage) selama 14 hari, kemudian kadar hemoglobin diperiksa menggunakan hematology analyzer dan dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Rata-rata kadar hemoglobin menurun seiring peningkatan dosis boraks, yaitu 14,9 g/dL (C), 12,4 g/dL (KP1), 10,7 g/dL (KP2), dan 8,8 g/dL (KP3). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), sedangkan uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p-value 0,001 (p<0,05) pada seluruh perbandingan kelompok. Simpulan: Pemberian boraks berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar hemoglobin mencit (Mus musculus) sebagai indikator anemia; semakin tinggi dosis boraks yang diberikan, semakin rendah kadar hemoglobin yang dihasilkan.