Pemberdayaan perempuan di tingkat masyarakat desa perlu dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan aspek kesehatan, pemanfaatan potensi pangan lokal, kemampuan pengembangan usaha, dan peningkatan kapasitas pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan melalui edukasi gizi dan pengolahan pangan berbasis potensi lokal, sekaligus memperkenalkan peluang pengembangan agribisnis dan pengelolaan usaha. Metode kegiatan meliputi edukasi, penyampaian materi secara interaktif, diskusi, demonstrasi, dan praktik pembuatan olahan pangan berbahan dasar jagung berupa talam jagung dan puding jagung. Pendekatan interdisipliner yang melibatkan keilmuan gizi, agribisnis, manajemen, dan pendidikan digunakan untuk menghubungkan pengetahuan tentang pangan dan gizi dengan pemanfaatan bahan pangan lokal serta peluang pengembangan usaha. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta dari 65% pada pre-test menjadi 87% pada post-test, atau meningkat sebesar 22%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan praktik pengolahan pangan berbasis jagung dapat meningkatkan pengetahuan peserta sekaligus memberikan pengalaman praktis dalam memanfaatkan potensi pangan lokal. Integrasi edukasi gizi, pengembangan agribisnis, manajemen usaha, dan pendekatan pendidikan memberikan model pemberdayaan yang komprehensif untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam mengoptimalkan pangan lokal sebagai sumber pangan keluarga sekaligus peluang ekonomi. Kegiatan lanjutan berupa pendampingan pengembangan produk dan manajemen usaha diperlukan untuk mendukung keberlanjutan program.