Desa Munte, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, memiliki tambak tradisional yang memanfaatkan pasang surut air laut sebagai sumber pengairan. Namun, sebagian besar pintu air yang digunakan belum dirancang secara teknis sehingga pengaturan muka air belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pintu air tipe Romijn yang sesuai dengan kondisi tambak serta menggambarkan skema jaringan irigasi tambak tradisional di Desa Munte. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan dan perhitungan hidrolika, meliputi pengukuran elevasi, debit aliran, tekanan hidrostatis, dan dimensi saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pintu air Romijn dengan tinggi pintu rencana 2,19 meter, lebar bukaan 0,8 meter pada Tambak A dan 1 meter pada Tambak B, serta ketebalan pelat injak 10,2 cm dapat mengendalikan aliran secara efektif sesuai kondisi pasang dan surut. Selain itu, skema jaringan irigasi tambak menunjukkan bahwa sebagian tambak memperoleh suplai air melalui saluran primer, sementara sebagian lainnya mengambil air langsung dari laut. Munte Village, located in Tanalili District, North Luwu Regency, uses traditional fish ponds that rely on tidal sea water circulation. However, most of the existing sluice gates have not been technically designed, resulting in suboptimal water level control. This study aims to design a Romijn-type sluice gate suitable for local pond conditions and to describe the irrigation network system of the traditional ponds in Munte Village. A quantitative method was applied through field surveys and hydraulic calculations, including elevation measurement, discharge estimation, hydrostatic pressure analysis, and channel dimensioning. The results show that the designed Romijn sluice gate with a planned height of 2.19 meters, gate width of 0.8 meters for Pond A and 1 meter for Pond B, and a footplate thickness of 10.1 cm, is able to regulate water flow effectively under tidal variations. The irrigation network layout also indicates that some ponds receive water through a primary channel, while others take water directly from the sea.
Copyrights © 2026