Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CERDIK Lawan PTM: Edukasi Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Pencegahan Hipertensi dan Diabetes Melitus Eka Pratiwi; Siti Maryam; Intan Mayang Sari; Santy Sity Maryam; Irma Xery Hafni Siregar; Anastasia Simatupang; Monica Situngkir; Sumirna Taufik; Dian Cintami; Ade Lia; Faridah Aini; Habiba Tamima; Sukma Wati; Dian Monalisa; Shandy Widgya Mahanani
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuaj.abdimas.v6i1.445

Abstract

Noncommunicable diseases, particularly hypertension and diabetes mellitus, remain a public health issue in Kepuharjo Village. This situation highlights the need for promotive and preventive efforts through increased knowledge and early detection of disease risk factors. This community service activity aims to improve the community’s knowledge of hypertension, diabetes mellitus, and the CERDIK behavior as a means of preventing noncommunicable diseases, as well as to raise awareness about the importance of regular health checkups. The activity was conducted in Jambu Hamlet, Kepuharjo Village, Cangkringan Subdistrict, Sleman Regency, involving 30 participants consisting of women of childbearing age and the elderly. The activity methods included participant registration; measurement of body weight, height, waist circumference, blood pressure, and random blood glucose levels; completion of a pre-test; health education; discussions; distribution of leaflets; and completion of a post-test. A descriptive analysis was conducted by comparing knowledge scores before and after the education session. The average knowledge score increased from 68.33 on the pre-test to 99.33 on the post-test. A total of 28 participants scored 100 and two participants scored 90 on the post-test. Descriptively, the activity demonstrated an increase in participants’ knowledge following the health education and health screenings. Similar activities need to be implemented on an ongoing basis, involving community health workers and the Non-Communicable Disease Screening Posts (Posbindu), to strengthen prevention and early detection efforts in the community
Edukasi Yoga Hamil Di Klinik Bidan Maryam Sukoharjo: Prenatal Yoga Education at Midwife Maryam’s Clinic in Sukoharjo Siti Maryam; Siswanto Pabidang; Dian Monalisa
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v5i1.1834

Abstract

Yoga prenatal merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang mengintegrasikan latihan postur, teknik pernapasan, relaksasi, dan pemusatan perhatian. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa yoga prenatal berpengaruh terhadap penurunan kecemasan, perbaikan kesiapan fisik, dan pemendekan durasi persalinan pada ibu hamil, termasuk nullipara. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang yoga hamil. Kegiatan ini dilakukan di Klinik Bidan Maryam dengan teknik edukasi dan pelaksanaan praktik tentang yoga hamil yang diikuti oleh 15 ibu hamil dan bidan pendamping 2 orang. Evaluasi Tingkat pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-tes. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada ibu hamil setelah mengikuti kegiatan edukasi. Nilai rata-rata peserta mengalami peningkatan dari 52,22 pada pre-test menjadi 84,44 pada post-test atau naik 32,22%. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan tergolong Sangat Puas, dengan nilai komulatif kepuasan sebesar 89,17% dari skor maksimal. Pendekatan penyuluhan interaktif dengan menggunakan media leaflet terbukti efektif dan dapat diterima oleh masyarakat sebagai salah satu upaya pemberian penyuluhan kesehatan tentang yoga hamil di tingkat komunitas