Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan literasi kesehatan yang memadai untuk mendukung penggunaan obat yang tepat, penerapan gaya hidup sehat, dan pencegahan komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan peserta mengenai diabetes melitus melalui edukasi penggunaan obat yang rasional dan gaya hidup sehat di Puskesmas Langkat. Kegiatan menggunakan desain evaluasi one-group pre-test–post-test dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas pasien diabetes melitus, keluarga pasien, dan masyarakat berisiko diabetes. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, pembagian leaflet, diskusi, dan simulasi membaca etiket obat. Pengetahuan dievaluasi menggunakan 10 pertanyaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 56,3 pada pre-test menjadi 84,7 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 28,4 poin. Peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 20,0% menjadi 80,0%, sedangkan kategori kurang menurun dari 50,0% menjadi 3,3%. Peningkatan terbesar ditemukan pada pengetahuan mengenai tanda hipoglikemia, kepatuhan penggunaan obat, larangan menghentikan obat tanpa konsultasi, serta komplikasi dan perawatan kaki. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (p < 0,001). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi interaktif yang dikombinasikan dengan informasi praktis mengenai penggunaan obat dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan diabetes dan berpotensi mendukung kegiatan edukasi kesehatan di pelayanan kesehatan primer.