Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEREMPUAN TERDEPAN DALAM PENDIDIKAN TINGGI: KONTRIBUSI DOSEN PEREMPUAN TERHADAP TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI DI UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA Yuda D. Hawu Haba; Ebenhaizer I. Nuban Timo
Jurnal Cinta Nusantara Vol. 3 No. 3 (2025): Juli-September, Artificial Intelligence (AI) in Education
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v3i3.207

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi dosen perempuan dalam pengembangan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui analisis dokumen dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60 dosen perempuan UKAW memiliki kontribusi signifikan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kontribusi tersebut terlihat melalui aktivitas pembelajaran, pembimbingan mahasiswa, publikasi ilmiah, pengembangan karya inovatif, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal Nusa Tenggara Timur. Dosen perempuan menghasilkan 408 artikel ilmiah yang memberikan dampak terhadap penguatan mutu akademik institusi. Penelitian ini menegaskan bahwa perempuan akademisi bukan hanya bagian dari komunitas pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi agen transformasi sosial dan penggerak pengembangan institusi berbasis pengetahuan.
TRANSFORMASI SITUS SEJARAH GUA JEPANG LILIBA SEBAGAI DESTINASI WISATA SEJARAH DAN ROHANI BERBASIS PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT Yuda D. Hawu Haba; Mesakh A.P. Dethan; Daud Saleh Luji
Jurnal Cinta Nusantara Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober-Desember, Digital Learning and Educational Technology
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v3i4.208

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pengembangan bekas Gua Jepang di lokasi Gereja Efata Liliba sebagai destinasi wisata sejarah dan rohani berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gua Jepang Liliba memiliki nilai historis sebagai peninggalan masa pendudukan Jepang, nilai spiritual melalui integrasi dengan lingkungan gereja, serta potensi ekonomi melalui pengembangan wisata berbasis komunitas. Model pengembangan yang direkomendasikan mengintegrasikan tiga aspek utama, yaitu konservasi warisan sejarah, penguatan nilai spiritual, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan Gua Jepang Liliba secara berkelanjutan dapat menjadikan situs sejarah sebagai ruang edukasi, refleksi spiritual, sekaligus sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat.
MELAMPAUI DIKOTOMI TUNDUK DAN MELAWAN: MODEL KESETIAAN DIALEKTIS DALAM SPIRITUALITAS KENABIAN GMIT Yuda D. Hawu Haba; Mesakh A.P. Dethan; Welfrid Fini Ruku
Jurnal Cinta Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): January-Maret, Curriculum Development and Innovative Teaching
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v4i1.209

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika ketundukan dan perlawanan dalam spiritualitas kenabian Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dalam relasi gereja dan negara sejak tahun 1947 hingga konteks kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain teologis-historis melalui analisis dokumen gereja, literatur teologi publik, dan kajian sosial-politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas kenabian GMIT tidak berada dalam posisi tunduk atau melawan secara absolut, tetapi berkembang melalui dialektika antara ketundukan strategis dan perlawanan profetik. Penelitian ini merumuskan Model Segitiga Profetik GMIT yang terdiri atas discernment teologis, ketundukan strategis, dan perlawanan profetik sebagai kerangka memahami peran gereja lokal dalam ruang publik. Model ini menunjukkan bahwa gereja dapat membangun relasi konstruktif dengan negara sekaligus mempertahankan fungsi kritis terhadap ketidakadilan sosial.
PELOLO HUHU KEBIE SEBAGAI MEMORI KOLEKTIF DAN IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT SABU: PERSPEKTIF TEOLOGI KONTEKSTUAL Yuda D. Hawu Haba; Asri Novita Diara Tome; Thomas Ly
Jurnal Cinta Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): April-Juni, Assessment and Learning Evaluation
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v4i2.210

Abstract

Penelitian ini mengkaji Pelolo Huhu Kebie sebagai tradisi penuturan silsilah masyarakat Sabu serta relevansinya dalam perspektif teologi kontekstual bagi Jemaat GMIT Pulau Patmos Tulaika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelolo Huhu Kebie tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian garis keturunan, tetapi juga sebagai media pemeliharaan memori kolektif, penguatan identitas budaya, hubungan kekerabatan, dan solidaritas masyarakat Sabu. Dalam perspektif teologi kontekstual, tradisi ini mencerminkan nilai relasi, tanggung jawab antargenerasi, dan kebersamaan sebagai ruang refleksi kehadiran Allah dalam kehidupan umat. Penelitian ini menegaskan pentingnya dialog antara gereja dan budaya lokal dalam mengembangkan pelayanan yang kontekstual.
Pencegahan Kekerasan Seksual melalui Edukasi Hukum Masyarakat Desa Fatumnasi Filmon M. Polin; Angela Merici Minggu; Yuda D. Hawu Haba; Alfred G. O. Kase
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v5i1.2333

Abstract

Kekerasan seksual merupakan permasalahan sosial dan hukum yang berdampak terhadap korban secara fisik, psikologis, dan sosial. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai bentuk kekerasan seksual, faktor penyebab, perlindungan korban, dan mekanisme penegakan hukum menjadi salah satu hambatan dalam upaya pencegahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat Desa Fatumnasi, Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan melalui edukasi hukum tentang pencegahan kekerasan seksual. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan hukum dengan pendekatan partisipatif berupa penyampaian materi, diskusi interaktif, dan evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi hukum mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, faktor penyebab, hak korban, serta peran masyarakat dalam mendukung pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual. Kegiatan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi hukum masyarakat menjadi strategi preventif dalam membangun kesadaran kolektif dan lingkungan sosial yang aman. Edukasi hukum berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat budaya hukum masyarakat dalam mencegah kekerasan seksual.