Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kadar Alkaloid Total Pada Getah Pohon Bangang (Tabernaemontana Macrocarpa Jack) Menggunakan Spektrofotometri UV-VIS Ovita Dewi; Rahmadani Rahmadani; Tuti Alawiyah; Salwati Salwati
Indonesian Journal of Medical and Pharmaceutical Science Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Sultan Agung Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijmps.v5i2.670

Abstract

Background: Bangang tree latex (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) is a natural material empirically used by the community as traditional medicine. However, scientific data on its secondary metabolite content, particularly alkaloids, remain limited. The genus Tabernaemontana contains alkaloids with potential pharmacological activity, warranting quantitative analysis of total alkaloids in Bangang tree latex. Objective: This study aimed to identify alkaloid compounds in Bangang tree latex through phytochemical screening and determine the total alkaloid content using UV-Vis spectrophotometry. Methods: This research was a quantitative descriptive study. Fresh latex was dried, reduced in size, and extracted by maceration using 96% ethanol. Alkaloid identification was performed using Dragendorff, Mayer, and Wagner reagents. Total alkaloid content was determined using caffeine standard, BCG reagent, phosphate buffer pH 4.7, and chloroform at a maximum wavelength of 407 nm with an Operating time of 41 minutes. Results: The extract yield was 4.08%. Qualitative tests showed positive alkaloid results with all three reagents. The caffeine calibration curve produced the regression equation y = 0.003x + 0.0131 with R² = 0.9961 and r = 0.9980. The average sample absorbance of 0.036 produced a concentration of 7.633 ppm and a total alkaloid content of 76.33 mg CAE/g extract. Method validation showed %RSD of 1.74%, recovery of 99.05%, LOD of 0.730 ppm, and LOQ of 2.200 ppm. Conclusion: Bangang tree latex was positive for alkaloids, and its total alkaloid content could be determined using UV-Vis spectrophotometry.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTI-HIPERTENSI TERHADAP PENGENDALIAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI SEKUNDER DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT X Halidah Halidah; Rina Saputri; Salwati Salwati; Melviani Melviani
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.26439

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatanutama di Indonesia yang disebabkan oleh Mycobacteriumtuberculosis. Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin merupakan puskesmas dengan jumlahkasus TB terbanyak di kota tersebut, sehingga risiko kejadian efek sampingobat (ESO) juga tinggi. Penggunaan obat anti tuberkulosis dalamjangka panjangberpotensi menimbulkan ESO, sehingga monitoring perlu dilakukan untukmenjamin keamanan pasien.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kejadianefeksamping obat pada pasien TB yang menjalani pengobatan di PuskesmasPekauman Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif denganrancangan crosssectional. Sampel dipilih menggunakan teknik purposivesampling, dengan jumlah responden sebanyak 33 pasien TB. Data diperolehmelalui wawancara menggunakan lembar observasional serta rekammedis pasien.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada pada usiaproduktif (25–35 tahun). Dari 33 responden, efek samping yang paling seringterjadi adalah perubahan warna urin (66,66%), diikuti gatal (42,42%), mual (18,18%), nyeri persendian dan batuk (masing-masing 12,12%), pusing (9,9%), muntah (6,6%), dan pilek (3,3%).Simpulan: Monitoring efek samping obat TB menunjukkan sebagian besar pasien mengalami ESO dengan gejala dominan berupa perubahan warna urin dan gatal. Monitoring berkelanjutan perlu dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan keselamatan pasien.