Muhammad Alfian
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN PARTISIPASI GENERASI MUDA DALAM MUSYAWARAH DESA MELALUI PENDEKATAN TRAINING OF TRAINERS Dewi Cahyawati Abdullah; Timudin DG Mangera Bauwo; Muhammad Husain Borahima; Ince Dian Afnita; Nurziah Nurziah; Irma Suriyani; Muhammad Alfian
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi generasi muda merupakan salah satu unsur penting dalam pembangunan desa, tetapi keberadaan ruang partisipasi belum selalu diikuti dengan keterlibatan aktif generasi muda dalam proses pembangunan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas mahasiswa STIA Panca Marga Palu sebagai agent of change untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam pembangunan desa, khususnya melalui Musyawarah Desa (Musdes). Kegiatan menggunakan pendekatan Training of Trainers (ToT) dengan dua lapis sasaran, yaitu mahasiswa sebagai sasaran langsung dan generasi muda di desa masing-masing sebagai sasaran lapis kedua. Sebanyak 30 mahasiswa semester VI mengikuti pelatihan selama satu jam yang dilaksanakan pada 2 Juli 2026. Setelah pelatihan, mahasiswa melakukan sosialisasi secara informal kepada generasi muda di desa masing-masing selama tiga minggu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh mahasiswa memahami materi dan mampu melaksanakan transfer pengetahuan kepada generasi muda. Sebanyak 83 generasi muda berhasil dijangkau melalui kegiatan tersebut. Meskipun sebagian besar sasaran memahami dan menyetujui pentingnya partisipasi generasi muda dalam pembangunan desa, hanya 18% yang menyatakan memiliki komitmen untuk mengikuti Musdes berikutnya. Temuan tersebut menunjukkan bahwa Training of Trainers efektif dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa dan memperluas jangkauan edukasi, tetapi transfer pengetahuan belum otomatis menghasilkan niat berpartisipasi. Terdapat kesenjangan antara pemahaman dan kesiapan untuk bertindak yang menunjukkan perlunya pengembangan kegiatan lanjutan dari pendekatan transfer informasi menuju fasilitasi tindakan partisipatif.